
Keesokan harinya Viana bangun pada pukul sepuluh pagi. Ia tidak bisa tidur dengan nyaman karena berita Eric masih terus tersebar. Viana khawatir jika itu akan mempengaruhi perjodohan dia dengan Eric. Ia buru buru membuka ponselnya. Viana sudah mendapatkan data mengenai identitas wanita yang diberitakan menjadi kekasih Eric.
“Hallo Arya.” Panggil Viana melalui ponsel.
“Hallo sayang ada apa, aku baru saja tidur selama satu jam karena harus mengerjakan permintaanmu agar kamu puas” ujar Arya.
“kamu sangat berlebihan. Data apa ini, kenapa hanya ada nama Alyosha Gauri yang tinggal dengan seorang ayah dan alamatnya saja. Dimana data seluk beluk lainnya.” Ujar Viana
“hanya itu yang bisa aku dapatkan. Dia tinggal bersama dengan seorang ayah yang sering mabuk mabukan. Karena ayahnya pernah berhutang dan kalah bermain bersama ayahku makanya aku bisa mengetahui alamatnya” ujar Arya
“lalu bagaimana kehidupan yang ia jalani. Tempat ia bekerja, kampusnya, masa lalunya dan yang lain?” tanya Viana
“tidak bisa di ekspos. Sepertinya kita harus terjun langsung menyelidikinya dengan sendiri. Semua data mengenainya telah di tutup oleh pemerintah. Ia memiliki latar belakang yang sangat kuat.”
“sekarang kamu harus ikut denganku menghampiri alamatnya” ujar Viana.
Setelah mengakhiri panggilan dengan Arya, Viana bersiap untuk keluar rumah. Ia melihat berita di sosial media, berita hari ini lebih panas dari sebelumnya. Berita tentang Eric yang membenarkan kisah cintanya dengan Alyosha.
Viana membanting ponsel yang ia genggam. Kedua orang tua Viana yang berada di ruang makan melihat ke arah Viana.
“aku akan menyelesaikannya sendiri” ujar Viana meninggalkan keluarganya yang sedang sarapan.
“kakak kamu jangan sampai ikut campur masalah kak Eric. Itu dapat membuat cintanya kepada kakak memudar” ujar Hana berlari menghampiri Viana.
“aku ini sudah dijodohkan dengan Eric. Mau tidak mau dia akan menikah dengan ku kamu paham Hana”
“tapi kak..”
“gak usah tapi tapian, sebenarnya aku tau kamu juga menyukai Eric dari lama. kamu jangan terlalu berharap adik kecilku.” ujar Viana memotong pembicaraan Hana.
Viana bergegas meninggalkan Hana yang sedang bersedih karena perkataan Viana padanya. Arya sudah menunggu Viana sekitar lima menit lalu. Mobil merah mengkilap dengan simbol mafia sky di bagian depan mobil Arya yang terparkir di depan gerbang rumah Viana memberikan ciri khas dari kelompok mafia milik ayahnya.
“ayo buruan masuk, sepertinya hari ini akan hujan deras karena langit sudah mendung” ujar Arya
“iya sabar. Aku lagi benerin make up” ujar Viana mengamati wajahnya di kaca mobil Arya.
“jadi sayang, kita kemana terlebih dahulu?”
“kita ke rumahnya saja terlebih dahulu” ujar Viana
Arya mengendarai mobilnya dengan laju, mereka berdua akan menuju alamat rumah Alyosha. Rencana untuk menyelidiki seluruh rahasia Alyosha mereka mulai dengan mendatangi rumah Alyosha sendiri. Jarak yang lumayan jauh membuat Viana jenuh. Ia menyalakan musik sambil menggerakkan tangan ala reper menghilangkan kejenuhannya.
__ADS_1
Sesampai di depan rumah Alyosha, Arya memberikan topi dan kaca mata hitam pada Viana. Lalu mereka segera mengetuk pintu rumah Alyosha. Seorang pria paruh baya dengan keadaan sangat berantakan dan bau badan yang menyengat membuka pintu. Viana dengan sekejap mundur dan menutup hidungnya.
“Alyosha kamu akhirnya datang juga. Kamu kemana saja, ayah merindukanmu” ujar ayah Alyosha mendekati Viana.
Viana sangat ketakutan, ia bersembunyi di belakang Arya. Ayah Alyosha yang berusaha menggapai Viana dengan memanggil manggil nama Alyosha.
“hei ayah bodoh, dia itu bukan anak kamu, menyingkirlah dari dia" ujar Arya mendorong ayah Alyosha hingga ia terjatuh dari tangga kecil depan rumahnya.
“tidak mungkin, dia adalah Alyosha. Ocha kemarilah anakku, ayah minta maaf atas semua kesalahan ayah”
“maaf tua bangka. Aku bukan anakmu dan tidak selevel dengan wanita penggoda seperti dia” ujar Viana yang masih berada dibelakang Arya untuk berlindung.
“Ocha tidak akan pernah meggoda pria orang lain. aku tahu betul dia adalah anak yang sangat baik”
“tidak usah banyak bicara, sekarang jawab dimana kamu menyembunyikan anakmu” ujar Arya menarik kerah baju ayah Alyosha.
Ayah Alyosha memalingkan wajah dari hadapan Arya. Ia yang tidak mengetahui keberadaan Alyosha tidak tahu harus berbicara apa.
"HEI TATAP AKU. DIMANA KAMU MENYEMBUNYIKAN WANITA ITU." teriak Arya
“a..a..aku juga tidak tau. Dia hanya memberikan surat sebelum pergi.”
“sebentar akan saya ambilkan, surat itu ada didalam”
Arya dan Viana menunggu di luar dengan lega. Mereka mengira bahwa ayah Alyosha akan mengambil surat tersebut. Beberapa menit berlalu ayah Alyosha belum juga keluar.
Arya segera mendobrak pintu rumah Alyosha. Mereka mendapati rumah yang sangat bersih, barang barang yang tersusun dengan rapi. Foto seorang ayah dengan anak perempuan berpose dengan riang gembira.
“kemana dia pergi?” tanya Viana
Arya dan Viana bergegas mencari keseluruh ruangan ayah Alyosha. Pria tua tadi sudah tidak ada di dalam rumah.
Mata Viana tertuju pada pintu yang di ukir berbentuk bunga matahari. Lalu mereka berdua masuk dan membongkar kamar yang juga dipenuhi dengan gambar dan barang barang bunga matahari.
“sayang lihat ini sepertinya berkas berkas penting” panggil Arya
Viana membaca semua berkas yang ditemukan oleh Arya di dalam laci meja belajar. Ada sebuah berkas hasil pemeriksaan kandungan atas nama Alyosha. Viana menatap senang pada Arya.
“sekarang kita harus pergi ke stasiun televisi untuk membeberkan semua rahasia wanita peggoda ini” ujar Viana.
“tapi kita tidak tahu itu anak siapa. Bagaimana jika itu anak Eric” ujar Arya
__ADS_1
Viana terdiam, ia kembali memeriksa berkas tersebut. Sebuah surat terjatuh dari selipan berkas berkas yang ia pegang. Surat dengan tulisan tangan yang berisikan nomor hp sebagai bukti tanggung jawab seseorang terhadap korban.
Viana mengamati nomor hp yang tertulis di atas kertas tersebut. Nomor yang dipakai untuk bisnis sebuah perusahaan elit. Hanya bisa dipakai oleh lima perusahaan besar termasuk perusahaan ayah Viana dan juga Ayah Arya.
“gak mungkin, pasti hanya siasat wanita ini” ujar Viana mencoba tidak percaya.
“kita benar benar harus melenyapkan wanita ini. aku gak akan memberikannya kesempatan untuk menjalankan rencana yang ia miliki."
Viana kembali murka mendapatkan sebuah bukti yang tidak ia inginkan.
“kamu tenang dulu. Kita harus menyembunyikan berkas penting ini, jangan sampai Eric mengetahui jika ia telah memiliki anak” ujar Arya menenangkan Viana.
“sekarang kita pergi ke stasiun televisi sesuai dengan keinginanmu. Agar keluarga Eric melarang keras atas hubungan Eric dengan Alyosha.” lanjut Arya
“kamu benar. Pria yang sangat cerdas.” Ujar Viana
Saat mereka keluar, mereka melihat ayah Alyosha sedang berdiri di depan rumahnya. Ia berdiri menatap Arya dan Viana dengan lekat. Tampak pria tua itu sedang memegang sebuah remot dengan senyum masam.
“sudah tidak usah dipedulikan. Sepertinya dia itu sudah sakit jiwa karena anaknya meninggalkan dia” ujar Arya
Arya mengendarai mobil menuju stasiun televisi. Ia hendak memberikan informasi mengenai Alyosha yang ia dapat bersama Arya. Sesampai di perusahaan stasiun televisi ia mendapatkan orang orang yang terus membicarakan kisah cinta Eric dengan Alyosha. Mereka menganggap kisah cinta Eric seperti kisah cinta para idol yang menyembunyikan kekasih mereka.
“selamat siang nona Viana, ada yang bisa saya bantu?” ujar kepala stasiun televisi.
“aku ingin kamu mempublish identitas wanita yang bersama Eric. Ini adalah data data tentangnya. Kamu harus membuat perempuan ini seakan akan ingin memiliki seluruh harta milik Eric. Yang penting kita harus mencoreng nama baiknya” ujar Viana.
“baik nona Viana, sekarang juga akan kami siarkan beritanya”
Viana dan Arya duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh kepala stasiun. Mereka akan melakukan siaran langsung mengenai berita yang diminta Viana.
“baik pemirsa sekalian. Setelah melewati rasa penasaran yang amat kita rasakan akhirnya terbayar juga. kekasih Eric Digna yang identitasnya sudah ditutup rapat akhirnya terbongkar juga. Alyosha Gauri nama yang sangat indah tetapi tidak dengan kepribadiannya. Wanita yang sudah menyebet julukan kekasih pria terkaya di negara M ternyata hanya ingin mengintai harta kekayaan keluarga Digna. sungguh sangat disayangkan.”
“wanita yang dengan tega meniggalkan ayahnya hanya karena sebuah materi saja. Alyosha adalah wanita yang telah menggoda tunangan orang lain. Dikabarkan bahwa Eric Digna yang sudah dijodohkan dengan wanita keturunan kerajaan telah direbut oleh wanita yang tidak berpendidikan seperti Alyosha. Kesadaran Eric yang sudah Alyosha alihkan membuat Eric menuruti semua perkataannya.”
“cut” ujar kepala stasiun
“bagaimana nona Viana, apakah sudah sesuai dengan yang anda inginkan?”
“cukup bagus. Kalian produksilah dan sebar ke semua sosial media” ujar Viana
“baik nona Viana. kami akan memproduksinya dengan segera."
__ADS_1