
Sesampai di rumah Eric, Viana segera menghubungi Arya setelah balik dari perusahaan manufaktur yang ada di pinggiran desa karena ada sebuah masalah pada perusahaan Digna. Viana merasa wanita yang di jumpai oleh Eric di desa Hala akan menjadi penghambat pertunangannya dengan Eric.
“halo sayang, sudah lama sekali kamu tidak menghubungiku. Apa kamu sedang merindukanku?” tanya Arya
“aku baru saja kembali dari desa Hala. Kamu tau apa yang aku lihat di desa itu?”
“kamu pasti melihat kedamaian disana karena itu adalah surga kota S, jika aku punya waktu aku akan membawamu berlibur kesana”
“bukan itu yang aku maksud”
“lalu apa?”
“aku melihat Eric dengan wanita lain. Sepertinya dia menyukai wanita itu, kamu tau kan maksudku”
“kamu takut wanita itu mendapatan cinta Eric dan menjadi sainganmu?”
“tidak, aku tidak takut. Tidak ada wanita yang dapat menyaingi kecantikanku di dunia ini apalagi mengenai hal percintaan.”
“jadi, apakah kamu sedang merencanakan sesuatu lagi”
“kamu dengarkan ceritaku terlebih dahulu. Jadi setelah Eric, Galen, dan Nathan kembali dari rumah wanita itu. Galen mengatakan jika ia melihat dua anak kecil memiliki wajah yang sangat mirip dengan Eric. Jadi sebelum itu kamu harus mencari tahu terlebih dahulu mengenai kedua anak itu, jika benar mirip dengan Eric maka kita akan melakukan rencananya lusa.”
“karena desa Hala sangat susah di akses banyak orang, sepertinya aku harus turun ke lapangan. Jadi bagaimana jika Eric berada di sekitar desa tersebut. Dia sangat peka terhadap musuh yang berada di sekitarnya.”
“kamu tenang saja, dia sedang berada di kota S. Aku juga sudah menyuruh beberapa orang untuk melukai hewan hewan peliharaan yang sangat ia sayangi dan aku sangat yakin dia akan mengurungkan niat untuk kembali besok karena harus menjaga peliharan yang tidak penting itu.”
“kamu sudah merencanakannya dengan sangat detail. Wanita yang luar biasa”
“siapa dulu dong, aku ini adalah Viana Sun”
“baiklah tuan ratu, setelah aku mendapatkan
datanya lalu akan kamu apakan data tersebut?”
“aku sudah menyuruh kakek Eric untuk memberikan saran pada cucunya itu, yaitu dengan menyuruh Eric mengundang para anak kecil dari desa Hala pada saat pembukaan kembali pembangunan cabang perusahaannya.”
__ADS_1
“lalu?”
“aku dan kamu juga harus datang pada waktu itu, karena Eric akan sibuk dengan pembukaan tersebut dia tidak akan menyadari kamu berada di sana. Nah, pada saat itulah kita beraksi. Kita hanya perlu menyingkirkan wanita yang menjadi ibu dari kedua anak tersebut. Karena aku ingin menjadi wanita yang paling baik di hadapan Eric dengan berpura pura merawat anak anak kecil itu.”
“luar biasa, wanitaku memang tidak pernah mengecewakan”
“kamu jangan lupa dengan tugasmu, kalau begitu sudah dulu. Sebelum Eric pulang ke rumah, aku harus menjalankan misiku terlebih dahulu”
“baik sayang, jangan lupa istirahat dan mimpikan aku bersamamu”
Viana pun beraksi dengan keluar rumah tanpa sepengetahuan para pelayan Eric. Ia membawa bayi kecil cetah keluar dari gerbang rumah Eric dan memberikannya pada orang orang yang sudah ia bayar untuk melakukan tugas yang ia berikan.
Viana membangunkan jubatus dan menyuruhnya keluar rumah.
Dengan memberanikan diri, Viana membohongi jubatus dengan mengatakan jika Eric sudah kembali. Jubatus berlari dengan semangat keluar rumah. Mendengar suara ngeongan bayi kecil cetah, Jubatus berlari kencang mengikuti arah ngeongan anaknya.
Melihat anaknya yang sedang di siksa oleh banyak orang dengan berbagai senjata membuat jubatus marah. Tetapi apalah daya, jubatus yang hanya mengandalkan semua kekuatannya melawan banyak orang yang membawa berbagai senjata harus berjuang melindungi anaknya. Walaupun dia berhasil kabur membawa anaknya yang terluka parah, ia tetap bisa dikejar oleh segerombolan orang orang yang menggunakan berbagai cara untuk melukainya.
...****...
Tiba waktunya pembukaan kembali pembangunan cabang perusahaan manufaktur. Eric, Galen, dan Nathan sudah kembali ke perusahaan tersebut untuk mempersiapkan semua yang sudah di rencanakan. Mereka juga sudah memberitahu kepala desa Hala untuk mengundang semua anak anak di desa Hala untuk melakukan kunjungan ke perusahaan manufaktur yang berada samping desa mereka.
“semua sudah diselesaikan dengan baik, hanya tinggal menunggu anak anak desa Hala saja pak Eric” ujar salah satu karyawan wanita.
“baiklah, silahkan kamu lanjutkan pekerjaanmu”
“baik pak, saya izin undur diri”
“selamat pagi tuan Eric dan pak Galen” sapa kepala keuangan perusahaan milik Eric.
“selamat pagi” ucap Galen dan Eric bersamaan.
“tuan Eric, saya telah mengundang anak saya untuk ikut bergabung di acara pembukaan ini. apakah dia diizinkan?”
“jika dia tidak membuat masalah disini boleh saja”
__ADS_1
“dia ingin memberikan selamat dan juga ingin meminta maaf pada tuan Eric mengenai apa yang sudah terjadi kemarin.”
“silahkan”
“terima kasih tuan Eric. Rina kamu kemarilah, tuan Eric sudah mempersilahkan kamu dengan senang hati menjumpainya”
Eric hendak membantah perkataan kepala keuangan tersebut tetapi ia urungkan karena seorang wanita yang berpenampilan sangat berlebihan menurut Eric sedang berjalan melenggak lenggok ke arahnya. Eric mengait tangan Galen yang akan meninggalkannya setelah melihat wanita itu. Nathan yang sedari tadi sibuk mengecek semua persiapan pembukaan tersenyum mengejek mereka berdua yang akan di timpah musibah.
“tuan Eric, kenalkan ini anak saya namanya Sabrina. Lulusan dari kampus Arashi, dia juga seorang artis.”
“kenalkan saya Sabrina, umur saya dua puluh empat tahun dan masih single. Saya sangat mengidolakan anda apalagi anggota the tiger yang lain.”
“kamu sudah mengenali kami, jadi sepertinya kami tidak perlu mengenalkan diri lagi kan”
“benar kak Galen, saya sangat mengenali anggota the tiger. Kakak adalah king of playboy kami dan..”
“katakan saja langsung apa yang ingin kamu katakan”
“baik kak Eric..”
“panggil aku tuan Eric”
Eric terus memotong perkataan dari wanita yang berada di hadapannya yang terus terusan bercerita kekagumannya terhadap anggota the tiger. Eric yang merasa tersiksa berhadapan dengan Sabrina ingin sekali cepat cepat menghilang dari hadapannya.
“ehmm, ba..ik tuan Eric. Saya ingin meminta maaf atas apa yang sudah kami lakukan” ujar Sabrina menunjuk diri sendiri dan ayahnya.
“saya merasa terkesan”
“saya juga ingin mengucapkan selamat atas pembukaan pembangunan anda. Saya selaku artis terkenal bisa mempromosikan perusahaan anda dan anda tidak perlu...”
“Sabrina, sudah dulu ya. Anak anak dari desa Hala sudah datang dan kami akan melaksanakan acara sekarang juga”
“oh iya, baik kak Galen.”
Semua anak anak dari desa Hala sudah berbaris rapi dengan bimbingan dari guru guru mereka. Eric dan pekerjanya yang lain sudah menyiapkan berbagai kebutuhan dalam kegiatan yang akan mereka laksanakan. Para pekerja di perusahaan manufaktur milik Eric juga sudah berkumpul bersama untuk ikut serta acara tersebut.
__ADS_1
“terima kasih kepada semua anak anak yang sangat kami sayangi, kami berharap dengan kegiatan pagi ini kami bisa melaksanakan rencana kami dengan lancar. Bukan begitu kan anak anak semua?” ujar Eric
“ya pak...” jawab seluruh anak anak dengan serempak.