Anak Genius Pasangan Elit

Anak Genius Pasangan Elit
Anak Kembar


__ADS_3

Enam tahun kemudian


“berapa yang harus saya bayar?” tanya seorang pembeli selesai menyantap hidangan di sebuah rumah makan.


“tidak usah bu, semuanya gratis karena ibu menjadi pelanggan terakhir untuk hari ini”ujar Alyosha sambil tersenyum.


“kalau begitu saya hanya bisa berterima kasih pada anda” ujar pembeli tersebut lalu pergi.


Seorang ibu dengan anak yang selalu datang pada saat Alyosha hendak menutup rumah makannya. Ibu yang hanya memesan satu porsi nasi dengan satu ayam goreng. Pada awalnya Alyosha masih menerima pembayaran dari ibu tersebut hingga suatu waktu ia mengetahui kondisi keluarga pembeli itu.


Seorang ibu yang mengalami kecelakaan sehingga membuat dia menjadi disabilitas dan anaknya yang terlahir tuna rungu. Setelah mengetahui itu Alyosha memberikan mereka makanan secara percuma dengan alasan menjadi pelanggan terakhir. Terkadang ia memberikan sedikit uang pada Alyosha sebagai ganti makanan yang sudah Alyosha berikan kepada mereka.


Setelah mereka pergi Alyosha menutup rumah makan kecilnya. Jika sudah masuk pukul sembilan tepat di malam hari, Alyosha akan menutup rumah makan itu. Karena aktivitas penduduk di saat itu sudah berhenti dan tidak ada lagi penduduk yang berkeliaran di luar rumah.


Alyosha menghidupi keluarganya dan membesarkan kedua anak kembarnya dengan menjalankan usaha kecil yaitu membuka sebuah rumah makan di depan rumahnya. Terkadang ia juga meracik beberapa obat herbal untuk penduduk di desa Hala jika mereka membutuhkan obat tersebut. Alyosha membuka rumah makan seadanya karena ia pernah mengenyam pendidikan memasak di jurusan tataboga saat kuliah dulu.


Sudah lebih enam tahun Alyosha menempati desa Hala setelah meninggalkan kota S. Desa yang damai dan tentram juga penuh dengan keramahan. Desa yang selalu menjadi incaran jiwa jiwa pecinta ketenangan. Keindahan alamnya sangat menawan walaupun masih terhambat dalam kemajuan teknologi.


Selesai membereskan rumah makan, Alyosha masuk ke rumah dan melihat kedua anaknya. Alyosha selalu membacakan cerita dongeng sebelum tidur untuk kedua malaikat kecil yang akan mengarungi mimpi indah di malam hari.


“sayang sudah waktunya tidur” ujar Alyosha memasuki kamar Ocha dan Aarav.


Ocha membereskan tempat tidur sedangkan Aarav masih terus berada di depan laptop yang sedang menyala. Aarav tampak serius memainkan jari di atas keyboard laptopnya.


“Aarav sudah waktunya tidur. Ayo matikan laptopnya, mama akan membacakan sebuah cerita menarik malam ini” ujar Alyosha

__ADS_1


“Aarav kamu dengar mama memanggilmu tidak” ujar Ocha yang masih membereskan tempat tidur.


Aarav mematikan laptopnya dan naik di atas tempat tidur dengan malas. Ia menarik selimut menutupi tubuhnya.


“kamu belum sikat gigi dan cuci kaki, jangan tidur dulu” ujar Ocha


“mama kali ini aja ya” ujar Aarav memohon pada Alyosha.


“sayang, kalau tidur itu hendaknya badan kita bersih agar nyaman untuk tidur. Nah sekarang kamu pergilah untuk bersih bersih terlebih dahulu. Mama dan kak Ocha akan menunggu kamu”


Setelah beberapa menit Aarav kembali dari kamar mandi. Alyosha mulai membacakan sebuah dongen berjudul tikus dan singa. Selesai membaca dongeng tersebut Alyosha mencium kening Ocha dan Aarav.


“selamat tidur malaikat mamah. Aarav Alyosha dan Ocha Digna”ujar Alyosha.


“selamat tidur mam” ujar mereka bersamaan.


Alyosha tersenyum pada Ocha. Ia menatap anak anaknya yang sudah telelap, ia teringat saat melahirkan mereka dulu. Kedua anak kembarnya terlahir kedunia pada malam hari sekitar pukul sebelas dengan udara yang sangat sejuk. Bulan bersinar dengan sangat terang dan bintang bintang juga ikut serta menerangi malam penuh kegelapan itu.


Saat Alyosha mulai menyadari bahwa sudah waktunya untuk melahirkan, ia bergegas ke rumah tetangga yang berada di depan rumahnya meminta bantuan. Alyosha mengetuk pintu dengan keras karena sudah tidak dapat menahan rasa yang amat sangat sakit pada perutnya.


Pemilik rumah tersebut pun membukakan pintu dan segera mempersilahkan Alyosha masuk setelah melihat keadaan Alyosha. Dia adalah dokter satu satunya di desa Hala pada saat itu, dokter yang mahir dalam segala hal.


Dokter tersebut bernama Alya Wijaya, seorang wanita yang sangat misterius dan tidak banyak berbicara dengan penduduk lain. Alya hanya tinggal seorang diri dan juga merupakan pendatang di desa Hala dua tahun lebih dulu sebelum Alyosha datang.


“dokter Alya tolong bantu saya. Sepertinya sudah waktunya saya melahirkan” ujar Alyosha

__ADS_1


“kamu berbaring sebentar di sini, saya akan menyiapkan beberapa alat terlebih dahulu” ujar dokter Alya.


Alya membantu Alyosha melahirkan dengan normal pada malam itu. Alya juga merawat kedua anak Alyosha saat ia masih dalam keadaan lemah. Alyosha telah melahirkan seorang perempuan lalu disusul seorang lelaki. Kedua anak kembar Alyosha hingga sekarang sangat akrab dengan Alya. Karena itu Alya menjadi ramah dan mulai berbaur dengan penduduk lainnya.


“selamat ya anak kamu sudah lahir dengan selamat dan kamu juga sehat” ujar Alya


Alya memberikan satu persatu anak Alyosha ke atas pangkuannya. Alyosha tersenyum bahagia menatap anak anaknya. Akhirnya ia memiliki keluarga sendiri setelah sekian lama ia hidup dalam kesendirian.


“terima kasih dokter Alya sudah membantu saya” ujar Alyosha.


“sudah menjadi kewajiban saya membantu anda. Saya akan menyiapkan makanan untuk anda” ujar Alya dan pergi meninggalkan Alyosha dengan anaknya.


“selamat datang kedua malaikat kecilku. Mama sangat sayang pada kalian berdua, jadilah anak yang akan selalu menemani mama di saat apapun itu. Mama janji akan menjadi seorang ibu yang akan memberikan seluruh perhatian mama pada kalian berdua.” ujar Alyosha.


Air mata bahagia mengalir dari kedua mata Alyosha. Alyosha mencium kedua anaknya lalu memeluk hangat mereka. Keesokan harinya semua penduduk berdatangan menjenguk Alyosha dan melihat kedua bayi kembarnya. Siapapun yang melihat kedua bayi tersebut akan terkesima dan berdecak kagum.


“kenapa ada bayi yang sangat indah terlahir di desa kita ini. Mereka memiliki bola mata yang sangat langka” ujar salah satu penduduk yang datang melihat Ocha dan Aarav.


“saya juga melihat bayi kecil dengan aura yang sangat cantik dan tampan di wajah mereka berdua. Kamu sangat beruntung nak” ujar seorang lagi.


“terima kasih banyak sudah menyempatkan waktu untuk menjenguk saya.” Ujar Alyosha


Ocha Digna dan Aarav Alyosha nama kedua bayi kembar milik Alyosha. Nama Ocha Digna untuk bayi perempuan yang lahir pertama kali, ia ambil dari nama panggil kesayangan Alyosha yaitu Ocha dan nama belakangnya dari nama keluarga ayahnya.


Ia menamai Digna agar suatu waktu jika Ocha ingin mengetahui siapa ayahnya dia dapat menemukannya dengan mudah. Sedangkan anak lelakinya ia beri nama Aarav Alyosha yang memiliki makna bangsawan yang bijaksana.

__ADS_1


Alyosha yang melihat kedua anak kembarnya untuk pertama kali, saat itu juga merasa kagum sekaligus senang. Mereka berdua memiliki mata yang sangat indah dan wajah yang rupawan.


Bayi perempuannya memiliki mata dengan warna yang berbeda. Dia mewarisi warna mata Alyosha dan ayahnya, mata kanan berwarna hazel dan mata kiri berwarna merah. Sedangkan bayi lelakinya memiliki bola mata dengan warna merah persis seperti ayahnya. Wajahnya juga sangat mirip dengan Eric Digna.


__ADS_2