Anak Genius Pasangan Elit

Anak Genius Pasangan Elit
The Tigers


__ADS_3

Eric Digna, seorang pria tampan yang merupakan CEO dari perusahaan Digna. Perusahaan yang telah berkembang di banyak bidang, baik di bidang teknologi juga manufaktur. Selain itu, ia juga mendirikan perusahaan Jun yang berkembang di bidang design permata dan pakaian.


Eric yang dikenal oleh kalangan masyarakat, seorang pria terkaya di negara S yang sudah meraup berbagai bidang dalam berbisnis. Sifat kejam yang ia miliki membuat para pesaing bisnis takut untuk mencari masalah dengannya.


“Nathan, adakah jadwal untuk hari ini?” tanya Eric


“untuk sekarang, semua jadwal dalam perusahaan sedang kosong. Akan tetapi perusahaan kedatangan mahasiswa dari kampus Arashi jurusan tataboga. Kampus Arashi akan mengadakan praktik lapangan di bagian logistik perusahaan untuk beberapa hari ke depan.”ujar Nathan memberikan informasi.


Nathan adalah sahabat Eric sekaligus asisten pribadinya dalam mengelola perusahaan Digna. Mereka bersahabat sejak duduk dibangku kuliah. Nathan merupakan sosok pria yang cuek dengan wanita. Pria yang memakai kaca mata hitam itu sangat cerdas dan memiliki banyak ide.


“kamu bisa mengawasi situasi bagian logistik sekalian melihat mahasiswi mereka. Karena kabar dari sosial media, mahasiswi bagian tataboga dari kampus Arashi adalah incaran para pria.” Goda Galen saudara Eric.


Galen bekerja sebagai manajer di perusahaan Digna. Warna merah bola mata milik Galen dan Eric menandakan identitas mereka dari keturunan Digna. Galen yang memiliki sifat play boy berbanding jauh dengan Nathan, membuat pertengkaran sering terjadi diantara mereka.

__ADS_1


“kalau kamu memang memiliki banyak waktu untuk bercanda dan butuh kerja tambahan, saya akan memindahkan kamu ke perusahaan yang berada disamping desa Hala” Ujar Eric dengan ketus menatap tajam Galen.


Sesampai di perusahaan Digna, Eric tampak melamun dan sedang memikirkan sesuatu. Ia tidak mengeluarkan satu kata pun sejak mereka sampai di perusahaan. Eric hanya menatap pemandangan kota M yang terlihat jelas dari kantor pribadinya.


“terlalu banyak pikiran bisa menyebabkan stress dan mati” saut Galen


“bagus sekali Galen. Kamu sepertinya memang sangat ingin bekerja di perusahaan manufaktur. Jika kamu tidak berhenti bercanda di hadapanku sekarang juga, besok kamu akan aku tugaskan di perusahaan manufaktur” cetus Eric.


“saya mau melihat praktek lapangan dari kampus Arashi yang terkenal itu” Ujar Eric berdiri menuju bagian logistik diikuti Galen yang


Saat ingin memasuki ruangan logistik, terdengar suara dari ruang penyimpanan. Nada dering panggilan yang terus berulang. Mereka menuju ke ruangan tersebut karena suara nada dering panggilan yang tidak kunjung berhenti. Saat mereka sampai di ruangan penyimpanan, Eric dan Nathan terkejut dengan apa yang di ruangan itu.


Disana tergantung mantel malam Eric yang dikeluarkan oleh perusahaan Jun khusus untuknya. Eric pun teringat kejadian satu hari yang lalu. Dia menatap Nathan.

__ADS_1


“apa dia sudah datang meminta ganti rugi?” tanya Eric pada Nathan dan dia menggelengkan kepala.


“lalu kenapa ada mantelku disini. Siapa yang berani memakai mantel milikku dengan bebas” Ujar Eric dengan nada marah.


Mereka berdua terdiam dan saling bertatapan. Galen memasang wajah bingung di hadapan Eric. Galen tidak mengerti pembicaraan yang dilakukan oleh Eric dan Nathan.


“apakah mungkin dia salah satu mahasiswi yang ada didalam?” Ujar Nathan


Eric dan Nathan bergegas masuk ke dalam ruangan logistik tempat praktek mahasiswa jurusan tataboga. Galen hanya bisa mengikuti alur mereka berdua tanpa mengerti apa yang sedang dilakukan oleh Eric dan Nathan.


“oh my God, mimpi apa aku semalam. Kenapa takdir selalu berpihak kepadaku. Berjumpa dengan the tigers dan berada diruangan yang sama apalagi menghirup udara yang sama. Oh no..” saut seorang mahasiswi memeluk teman disampingnya.


Sautannya membuat orang yang berada diruangan logistik menatap ke arah mereka bertiga yang baru saja memasuki ruangan tersebut. Perubahan suasana yang terjadi di ruangan itu sangat cepat. Suasana yang sangat ricuh sebelumnya menjadi sunyi karena kedatangan mereka bertiga. Tidak berapa lama ruangan kembali diisi bisikan perempuan yang terkesima akan paras the Tigers.

__ADS_1


“dia baru berjumpa saja sudah begitu senang. The tigers pernah datang kerumahku dan kami bersalaman”ujar Sabrina dengan sombong pada kelompoknya.


The Tigers merupakan julukan yang diberikan pada Eric, Nathan dan Galen oleh kelompok penggemar mereka. Para pria tampan yang memiliki karakteristik tersendiri. Ketenaran mereka bertiga berawal dari sorotan media setiap kali peluncuran produk Jun, membuat para wanita mengidolakan dan mendambakan para anggota the Tigers.


__ADS_2