Anak Genius Pasangan Elit

Anak Genius Pasangan Elit
Kegiatan Alyosha


__ADS_3

Angin berhembus menerpa wajah imut Ocha Digna dengan lembut saat ia merentangkan tangan di bawah sinar matahari pagi. Baju tidur berwarna merah muda masih melekat di tubuh gadis kecil itu.


Ia melambaikan tangan pada wanita yang sedang berolahraga di depan rumahnya. Wanita yang ia panggil bunda Alya yang telah membantu ibunya melahirkan mereka.


Alyosha yang sedang menyirami beberapa tanaman herbal yang tumbuh subur di pekarangan rumah mereka menyunggingkan senyum pada penduduk yang sedang berlalu lalang di jalanan depan rumahnya.


“selamat pagi mamanya Ocha” ujar seorang ibu yang baru saja selesai membeli ikan di pasar.


“selamat pagi bu” ujar Alyosha tersenyum.


“ayo masuk sayang kamu harus segera bersiap, hari ini kamu punya jadwal pelatihan untuk perlombaan kamu kan” Panggil Alyosha pada


Ocha.


Ocha berbalik mengejar Alyosha yang menuju rumah lalu mengaitkan tangannya dengan tangan Alosha. Mereka berdua pun masuk ke dalam rumah bersamaan. Ocha mengayun ayunkan tangan mereka berdua yang sudah berkaitan.


“oke mama sayang. Hari ini Ocha mau bawa bekal yang paling enak dan istimewa ya mah, biar Ocha tambah semangat” ujar Ocha.


Aarav dan Ocha memiliki kegiatan pelatihan untuk sebuah perlombaan yang di adakan oleh Negara M. Araav dan Ocha terpilih sebagai perwakilan dari sekolah di desa Hala. Perlombaan yang akan diikuti oleh Aarav dan Ocha adalah sebuah perlombaan tingkat nasional untuk junior dan senior yang akan di adakan sebagai perayaan di hari kemerdekaan Negara M. Perlombaan di bidang pendidikan dan bakat.


Setelah melakukan babak penyisihan akhirnya Aarav dan Ocha menjadi kandidat yang maju sampai grand final. Ocha yang memiliki bakat bernyanyi mengikuti lomba tersebut sedangkan Aarav mengikuti cabang perlombaan pendidikan.


Perkembangan desa Hala selama enam tahun berjalan dengan sangat pesat. Hingga desa Hala menjadi desa yang sangat terkenal di Negara M. Pemerintah telah membangun jalur kereta api menuju desa Hala. Itu semua karena perusahaan manufaktur yang terletak di sebelah desa Hala. Karena mereka telah menyumbangkan dana pada pemerintah sehingga terbangunlah jalur kereta api membuat para penduduk lebih mudah mengakses kota S.


“Aarav ayo buruan sayang, ibu guru kamu sudah menunggu lama"


“iya mah sebentar lagi Aarav akan keluar” saut Aarav dari dalam kamar.


“ada apa lagi sayang. Kenapa belum siap juga?”


“Aarav sedang mencari buku matematika Aarav. Semalam buku itu Aarav letak di atas meja belajar.”

__ADS_1


“makanya kamu kalau disuruh menyiapkan keperluan sebelum tidur itu di siapkan. Lihat kan sekarang kamu terlambat, ibu guru sudah menunggu lama di luar” ujar Ocha kesal yang berada di depan pintu kamar.


“kak Ocha, ayo bantu adik kamu mencari buku matematikanya” ujar Alyosha.


“ada di rak buku yang ketiga” ujar Ocha


“kan kak Ocha, Aarav sudah yakin pasti kakak yang menyembunyikannya”


Aarav mengambil buku matematikanya di rak buku mereka. Alyosha telah membiasakan Ocha dan Aarav membaca buku sejak usia tiga tahun. Walaupun pada saat itu mereka berdua sangat gemar dalam membolak balik halaman buku cerita yang memiliki gambar berwarna warni. Alyosha ingin mereka memiliki cinta terhadap buku.


Banyak buku yang sudah berjejer rapi di atas tiga rak buku yang mereka punya. Berbagai macam buku disusun sesuai dengan jenis buku tersebut. Untuk rak pertama di isi dengan buku pelajaran umum untuk anak sekolah. Rak kedua di isi buku buku mengenai dunia luar yang tidak mereka dapat dari sekolah dan rak ketiga berisikan buku buku cerita.


Mereka terlahir memiliki kepintaran di atas rata rata dan juga berbakat dalam beberapa bidang. Kejeniusan itu di warisi dari kepintaran Alyosha dan juga Eric. Kedua orang tua yang sama sama memiliki banyak kelebihan ditambah dukungan penuh dari seorang ibu.


“Ocha kamu harus menjaga adik kamu begitu juga dengan Aarav harus menjaga kak Ocha. Ingat harus menjadi anak yang penurut dan tidak menyusahkan ibu gurunya?” ujar Alyosha pada mereka berdua.


“oke mah, mama tenang saja. Ada Aarav yang akan menjaga kak Ocha dengan baik” ujar Aarav.


“bekal untuk siang nanti sudah ada di tas masing masing. Jaga diri baik baik sayang mama, sampai ketemu setelah selesai belajar”


“sampai jumpa mam, Aarav akan menjadi the hero untuk kak Ocha” ujar Aarav lalu mencium pipi Alyosha.


“saya menitipkan kedua anak saya pada ibu. Mohon di bimbing dengan baik ya bu guru”


“itu sudah kewajiban saya. Saya sangat bangga menemani mereka berdua dalam pelatihan ini” ujar ibu guru Ocha dan Aarav.


Mereka bertiga berangkat menuju kota S. Alyosha melambaikan tangan pada kedua anaknya yang sudah pergi. Setelah Ocha dan Aarav berlalu, Alyosha membuka rumah makannya. Ia membersihkan meja dan kursi pelanggan.


“selamat pagi Alyosha, apakah Ocha dan Aarav sudah pergi?” tanya Alya yang datang menghampiri Alyosha.


“sudah bu dokter, baru saja mereka pergi dengan ibu guru mereka” ujar Alyosha.

__ADS_1


“saya terlambat, padahal saya sudah berjanji mengantar mereka ke stasiun kereta api”


“besok saja bu dokter Alya. Jadi hari ini mau sarapan apa?”


“saya sarapan seperti biasa saja. ”


Alyosha menyiapkan salad sayuran dan juga roti dengan isian telur. Sarapan Alya dengan sarapan keluarga Alyosha sama sehingga mudah bagi Alyosha membuat sarapan buat Alya. Alya yang harus menjaga berat badannya dengan mulai mengkonsumsi makanan yang rendah kalori saat bersama dengan Alyosha.


Alyosha menghidangkan sarapan Alya di atas meja. Mereka berdua pun mengobrol bersama.


“buk dokter, hari ini sepertinya banyak pengunjung yang datang ke desa kita. Ada apa ya?” tanya Alyosha.


“katanya perusahaan manufaktur yang ada disamping desa kita akan membuka cabang baru di desa ini.” Ujar Alya.


“wah bagus itu, tapi mereka akan membangun cabangnya dimana?, desa kita kan tidak punya lahan lebih. Semua tanah di desa ini sudah ditempati penduduk.”


“kalau itu aku juga belum tau pastinya bagaimana. Aku hanya mendengar dari pak kepala desa jika mereka akan membangun cabang perusahaan di desa ini.”


“selamat pagi Alya dan Alyosha, pagi pagi sudah pada kumpul aja nih. Mamanya Ocha saya pesan udang asam manis ya. Apakah masih ada udang asam manisnya?” tanya seorang pembeli yang datang di saat Alyosha dan Alya sedang berbincang.


“selamat pagi buk, udangnya masih banyak buk. Makan disini atau dibungkus?” tanya Alyosha


“di bungkus saja ya soalnya buat para tamu di perusahaan manufaktur desa seberang”


“katanya mereka mau membangun cabang baru di desa kita. Lokasinya dimana bu?” tanya Alyosha penasaran.


“Mereka berencana untuk membangun cabang baru di daerah sekolah, pusat kesehatan dan sekitarnya. Pemilik perusaan itu akan mengganti sekolah dan rumah sakit yang baru dan lebih bagus di dekat stasiun kereta api” Jelas ibu itu.


“ouh kalau begitu bagus, anak anak juga penduduk bisa mendapatkan fasilitas yang lebih baik. Jadi berapa porsi yang harus saya sediakan?” ujar Alyosha


“lima belas porsi, nanti saya ambil ya mama Ocha. Saya pergi sebentar”

__ADS_1


“oke”


Alyosha lalu menyiapkan dan membungkus makanan yang dipesan sebanyak lima belas porsi ole pelanggan tersebut. Setelah ima belas menit pembeli itu datang kembali dan membayar pesanan yang sudah di siapkan Alyosha.


__ADS_2