Antara Cinta Dan Cinta

Antara Cinta Dan Cinta
Itu artinya kau sedang jatuh cinta.


__ADS_3

Tara berhambur memeluk sambil menggelitik Salma. Ia merasa gemas sekaligus senang dengan tingkah sahabat. Salma yang dulu sudah kembali lagi. Miss usil yang ceria sudah kembali dan Tara turut bahagia akan hal itu. Saat tawa mereka menggema di setiap sudut kamar Tara tiba-tiba ketukan dari luar menghentikan tawa mereka.


Tok...tok...


"Eh, udah, geli gue. Itu siapa yang ketuk pintu. Buka dulu sana!" Perintah Salma.


"Tunggu ya, gue buka pintu dulu," Tara beranjak dari tempat tidur nya berjalan ke arah pintu dan melihat siapa yang datang.


"Eh, mas ada apa ya?" tanya Tara saat melihat seorang pria tersenyum.


"Assalamualaikum mbak." Ucap Awan memberi salam pada Tara.


"Waalaikumsalam mas." Jawab Tara yang salah tingkah.


Awan mengulurkan paper bag warna biru lalu berkata. "Ini buat mbak. Wingko babat dan lumpia khas Semarang."


"Mas Awan habis pulang kampung ya?" tanya Tara dengan sedikit heboh.


"Sepupu yang pulang kampung mbak. Karena rumah nya berdekatan dengan dengan rumah orang tua saya, jadi Ibu menitipkan oleh-oleh ini." Jelas Awan.


"Lo...kok malah di kasihkan aku mas?"


"Banyak mbak takut ngga habis malah mubazir. Tadi juga saya bagi sama temen kos yang lainnya kok. Mbak Tara jangan GR ini kan buat semua tetangga bukan hanya buat mba Tara." Awan menjawab pertanyaan Tara dengan candaan.


"Ya, kirain kan khusus buat calon mantu. Itu namanya kode rahasia wanita Bang nasi uduk." Saut Salma menyela perbincangan antara Awan dan Tara.


Tara membuatkan matanya saat mendengar perkataan Salma. Ia tidak habis pikir dengan tingkah miss usil yang menurutnya membuat dirinya malu.

__ADS_1


Salma menarik kaos bagian belakang yang di gunakan Salma. Memberi kode meminta agar sahabatnya tersebut menutup mulutnya yang sudah seperti ember bocor kalau sedang bicara.


"Mau di aamiin nin ngga nih mbak?" Awan yang juga senang dengan perkataan Salma malah berbalik menggoda Tara.


"Ngga." Jawab Tara dengan nada jutek.


"Aamiin ya Allah. Kasian sahabat gue yang udah jomblo dari orok ini. Kasian dia butuh pendamping hidup yang bisa dia aniaya. Karena gue sudah ngga tahan di aniaya sama dia." Salma berdoa sambil menengadahkan kedua tangannya ke atas.


"Apa-apa an kau ini. Siapa juga yang aniaya lo." Tara tidak terima di bilang sudah menganiaya Salma.


"Tadi siapa yang gelitik gue sampai pengen nangis. Itu penganiayaan namanya."


"Dasar miss lebay."


"Sudah ngga usah rukun kalian. Berantem aja terus mbak! Biar asyik." Celetuk Awan.


" Ini pria paket komplit jangan sampai lepas deh Ra! Ngga bakal ketemu yang ginian deh kayaknya." Ucap Salma yang kagum dengan Awan.


Tampan baik dan juga santun mudah bergaul. Rajin ibadah dan giat bekerja. Satu poin lagi dia humoris. Pasti akan membuat lawan jenisnya banyak yang tertarik. Kalau Salma bilang ini paket komplit.


" Adanya obat komplit sakit luar dalam karena nunggu dia yang ngga ada kepastian. Pacaran aja ngga di nikah-nikah." Ujar Awan.


"Wow... Abang nasi uduk asyik juga ya."


"Di asyik in aja mbak."


"Udah, stop ntar kalian ngga berhenti berargumen ngga jelas gitu. Salma masuk aja lo! Dan kamu mas Awan pulang saja lah capek aku dengerin kamu sama Salma debat."

__ADS_1


"Iya, saya pamit pulang dulu mbak, assalamualaikum," Setelah mengucapkan salam Awan segera pulang.


Tara masih memandang punggung Awan. Ada perasaan aneh yang muncul saat ia bersama pria itu. Dia nyaman dan selalu tersenyum lepas saat bersama Awan. Karena sedikit candaan dari pria tersebut mampu mencairkan suasana.


***


Setelah sampai di kost Awan merebahkan tubuhnya di kasur berukuran 100x200 miliknya yang berbahan busa. Ia memangku kepalanya dengan kedua tangan. Senyum tak surut dari bibirnya setelah pulang menemui Tara. Sungguh ada perasaan yang berbeda mengganggu dirinya. Setiap ia sendiri selalu memikirkan Tara. Wanita cantik yang wajahnya kadang sengaja menunjukkan ekspresi yang dibuat jutek. Padahal hatinya selembut kapas.


Terkadang wanita menunjukkan sisi galak ataupun judesnya itu hanya sebuah tameng untuk menutupi sisi rapuhnya. Wanita seperti ini terlalu sering terluka air mata kesedihan pun rasanya sudah kering karena ia sudah sulit untuk menangis. Terlihat kuat dan mandiri bukan keinginan nya. Tapi, itu tuntutan yang harus ia jalani. Keluhan menghiasi harinya tapi tak akan di ucapkan nya.


"Astagfirullah, kenapa aku jadi mikirin mbak Tara akhir-akhir ini, ngga boleh lagi mikirin dia. Mending ambil air wudhu dan segera bersiap ke masjid," Ujar Awan pada dirinya sendiri.


Awan bangkit dari tempat tidur dan segera ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Di kost Tara.


Salma kesakitan saat merasakan cubitan Tara." Gila lo, cantik-cantik tapi galak. Awas aja benar omongan gue dong, kayaknya itu Abang nasi uduk juga suka sama lo deh. Pepet aja terus tampang juga lumayan kok."


"Bukannya lumayan lagi. Dia emang ganteng dan baik banget lo serius. Dan orangnya juga asyik kalau di ajak bercanda. Gue itu ngga canggung kalau sama dia. Rasanya malah tenang gitu." Ucap Tara dengan penuh semangat saat menceritakan sosok Awan.


"Lo nyaman sama dia? Lo kadang rindu. Lo juga ingin berbagi hal apa yang lo alami setiap hari. Saat berhadapan dengan dia kau selalu berdebar. Iya, kan?" Tanya Salma.


Tara sejenak terdiam mendengar pertanyaan Salma. Ia sendiri bingung akan perasan nya. Karena Tara masih berpikir kalau apa yang dia rasakan kepada Awan hanya hubungan sebatas teman. Apakah benar dirinya jatuh cinta? Bisakah ia jatuh cinta lagi setelah kecewa dengan teman kecilnya. Bisakah Tara mempercayai cinta dari pria? Pertanyaan itu berseliweran di kepala Tara. Ia sungguh bingung akan apa yang ia rasakan sendiri saat ini.


"Tara, lihat gue! Lo Itu berhak bahagia. Buka hati lo sedikit saja. Biarkan hati lo yang merasakan semua ketulusan dari orang yang mencintai lo. Dari dia yang tulus dari hati, maka dari hati pula kau merasakannya." Ucap Salma.


"Hah, gue ngga percaya cinta dari manusia Salma. Luka gue ngga kelihatan tapi masih perih dan buat gue sesak sewaktu-waktu. Dan kepercayaan gue setipis tisu." Tara menunduk. Lagi-lagi ia masih ragu akan perasan nya sendiri.

__ADS_1


Salma memegang pundak Tara malu berkata." "Sayang, semua ekspresi yang kau tunjukkan itu sudah kelihatan. Itu, artinya kau sedang jatuh cinta.


__ADS_2