Antara Cinta Dan Cinta

Antara Cinta Dan Cinta
Apa kau tahu, arti sahabat itu apa?


__ADS_3

Di tempat lain seorang pria sedang mengejar wanita yang di cintai nya. Makanan yang ia bawakan di tolak mentah-mentah. Tak pantang menyerah, pria itu masih terus berusaha membujuk pujaan hatinya.


"Salma, nanti aku jemput ya!" Ucap Darren.


"Ngga perlu, Darren. Aku bisa pulang sendiri." Tolak Salma dengan halus.


"Oke."


Darren berbalik arah dan berjalan meninggalkan Salma. Usahanya masih jauh dari kata berhasil.


"Kamu ngga kasian sama Darren?" tanya Merry.


"Ngga." Jawab Salma datar.


"Masa, sih? Dulu kan kau bucin banget, masa iya sekarang ngga ada peduli walaupun sedikit saja?"


"Itu, dulu. Ngga sekarang. Dia yang udah buat gue terluka, jadi ngga semudah itu gue maafin." Jawab Salma.


Dari hati yang paling dalam, tentu saja Salma masih cinta dengan Darren. Tapi, kadang rasa ego nya muncul, saat ia mengingat muka yang di torehkan pria itu. Bahkan dia seperti pengemis saat memohon pada Darren untuk tidak meninggalkan dirinya waktu itu. Bahkan ia harus pergi ke klub malam untuk minum-minum agar bisa menghilangkan pikiran nya akan Darren. Terkadang manusia itu bisa tega kepada manusia lain. Setalah merasakan manis nya, di buang begitu saja.

__ADS_1


"Tanya hati lo, deh! Kalau masih cinta, ngga ada salahnya ngulang lagi cerita. Dari tatapannya Darren masih suka banget sama kamu. Jangan sampai kamu menyesal Salma." Merry memberi nasihat pada Salma.


Salma berpikir sejenak, apa yang di katakan Merry ada benarnya juga. Tapi, entahlah, dia butuh waktu untuk menerima semua itu. Iya, dia butuh waktu.


" Biarin aja, ntar aja lah. Kita lihat sejauh mana usaha dia. Takutnya dia ngga sungguh-sungguh." Ujar Salma.


Tara baru saja tiba di Jakarta. Pertama yang ia tuju adalah kantor tempat nya dulu bekerja. Tak sabar untuk bertemu dengan Salma. Langkah nya pelan tapi pasti, jantung nya berdegup kencang. Rasanya tempat ia bekerja dulu seperti asing untuk nya.


Tok... tok... Tara ketuk pintu ruangan marketing tempat nya bekerja dulu.


"Iya, silahkan masuk," jawab seorang pria yang suaranya begitu Tara kenal.


Anton sontak bangkit dari tempat duduk saat melihat sosok wanita yang ia cintai muncul di hadapan nya.


"Ra, kemana aja kamu?" tanya nya.


"Halo, Anton. Apa kabar?" Tara justru berbalik bertanya pada Anton.


"Ra, kalau di tanya itu jawab, bukan nya balik bertanya." Protes Anton.

__ADS_1


"Iya, maaf. Aku ke Aceh bantu saudara di sana." Jawab Tara.


"Kamu ada saudara? Bukan kah, kalau yatim piatu?"


"Iya, aku yatim piatu. Saudara itu adalah anak ibu Nur yang aku kenal baik. Sudah aku anggap saudara sendiri." Jelas Tara.


"Oh, begitu. Syukurlah, kamu baik-baik saja." Ucap Anton. Hatinya begitu senang saat melihat Tara. Bahkan cukup sudah ia merasa cukup bisa melihat senyum tulus wanita itu.


"Pergi lo!" Teriak Salma.


Air mata wanita itu sudah membasahi pipi. Rasa rindu, marah dan kecewa tertuang jadi satu. Bahkan saat ia melihat wajah Tara ingin rasanya ia rengkuh tubuh sahabat nya, tapi ia tak mampu karena rasa kecewa yang begitu besar.


"Salma, maafin gue!" Ujar Tara.


"Ngga. Pergi sana!" Salma melempar map yang ada di meja kerjanya ke arah Tara.


"Salma! Lo sudah gila ya!" Bentak Anton.


"Iya, gue gila... Karena dia gue gila, dia bilang kita sahabat. Tapi, dia sendiri tak tahu makna sahabat itu apa, Anton!"

__ADS_1


"Lo, yang ada di sana, keluar!" Usir Salma.


__ADS_2