Antara Cinta Dan Cinta

Antara Cinta Dan Cinta
Hari bahagia.


__ADS_3

Salma mendengar pembicaraan Darren dengan orang tuanya dari belok penyekat ruangan. Samar-samar terdengar suara Darren sedang menangis. Pria itu berusaha meyakinkan hati orang tua Salma.


m"Saya, mohon tante. Izinkan saya menikahi Salma. Saya ngga akan janji apapun, tapi saya akan menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab buat Salma." Ucap Darren yang terus meyakinkan orang tua Salma.


Mama Salma tak bergeming. Hati nya masih sakit saat mengingat bagaimana Darren meninggalkan anaknya begitu saja. Hal wajar bukan, apa yang di lakukan mama Salma?


" Nak, pulang lah!" Pinta papa Salma.


Pria separuh baya itu langsung masuk ke dalam ia meninggalkan Darren begitu saja di ruang tamu.


"Seperti nya kamu tahu apa jawaban dari kami," Ucap mama Salma lalu menyusul sang suami.


Darren tertunduk, air matanya sudah keluar tanpa permisi. Sebagai pria ia merasa tak berguna. Dengan sadar dan tega menghancurkan hati Salma. Salah dia yang tidak jujur dari awal apa alasannya ingin putus dengan Salma. Merusak martabat Salma sebagai wanita. Dan sekarang dengan enteng nya meminta Salma kepada kedua orang tuanya.


"Baiklah, saya pamit pulang om, tante. Tapi, saya tidak akan menyerah. Saya akan kembali lagi di lain hari." Ucap Darren sedikit berteriak agar di dengar oleh orang tua Salma.

__ADS_1


"Salma, aku pulang dulu. Beberapa hari lagi, aku datang lagi." Pamit Darren.


Pria itu pulang dengan tangan kosong. Ia tak membawa apa-apa. Ini pantas di dapat kan oleh pria seperti Darren.


"Sejak kapan kamu di situ?" tanya papa Salma yang melihat sang anak sedang menghapus air matanya.


"Dari tadi pa." Jawabnya dengan lirih.


"Bagus kalau kamu sudah dengar. Artinya kamu tahu maksud papa. Jadi, tidak perlu papa menjelaskan lagi perihal lamaran bocah tadi." Ujar papa Salma.


"Kau bisa dapatkan pria yang lebih baik dari dia. Jadi, mama harap kau paham akan keputusan kami." Saut mama Salma.


Salma hanya mengangguk tanda ia paham dengan ucapan kedua orang tua nya.


"Sudah sana istirahat ini sudah malam!" Perintah sang mama.

__ADS_1


"Baik ma," Salma menurut dan berjalan masuk ke kamar.


Salma menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang empuk. Tangis nya pecah, sangat lirih sehingga semut pun tak dapat mendengar. Saat bibir berucap tidak, tapi hati meronta ingin terus bersama dalam balutan indah hubungan penuh kasih. Waktu yang telah di lalui bersama kenangan indah dan juga sedih menari di pikiran.


Cinta dari hati itu tulus dan juga tidak salah, tapi hubungan yang sudah ternoda oleh nafsu lah yang menyebabkan semua nya musnah. Salma dan Darren saling cinta, tapi cara mereka untuk meluapkan nya salah. Kalau seperti ini siapa kah, pihak yang di rugikan? Mengatasnamakan cinta di atas nafsu.


Di lain tempat.


Awan sedang melihat pantulan dirinya di cermin. Senyum tak surut dari bibir tipisnya. Berkali-kali ia merapikan jas warna hitam yang membalut tubuhnya. Ia ingin terlihat sempurna di hari bahagia ini.


"Sudah siap mas? Udah ngga usah ngaca terus. Udah ganteng juga." tanya sang ibu, saat masuk ke dalam kamar Awan.


"Tentu saja siap dong ibu. Awan kan ganteng nya dari lahir, gimana sih ibu ini."


"Tentu saja, kau kan anak ibu. Sudah pasti ganteng dong. Sudah, ayo kita keluar!" Ajak sang ibu.

__ADS_1


Awan pun keluar dengan menggandeng tangan sang ibu. Setiap sudut rumah sudah di hiasi dengan berbagai macam bunga. Tamu undangan pun sudah banyak yang datang. Hari yang di nanti seluruh keluarga.


__ADS_2