Antara Cinta Dan Cinta

Antara Cinta Dan Cinta
Kita sama-sama perempuan.


__ADS_3

"Lebih cepat lebih baik lah, karena mereka juga sepertinya tidak ingin menunda lebih lama lagi." Ujar Bapak.


Sontak perkataan bapak membuat Aini dan Hafis malu.


"Bukan mau ku lah pak, bilang aja kalau sudah mau menimang cucu. Nikah nya ntar pesta resepsi gedung dan paket bulan madu jangan lupa di sponsori semua lo pak." Ucap Hafis.


"Iki bocah, kerja selama ini uangnya di taruh kemana? Udah di kasih makan bertahan-tahun sekarang nikah masih suruh bapak keluar biaya," ucap Ibu dengan tangan kanan yang pura-pura menjewer telinga Hafis.


"La kan suruh cepat-cepat kan pakai modal bu. Masa iya, ngga ngasih modal anak laki-laki nya paling tampan ini."


"Nanti mas yang kasih modal mau ngga?" tanya Awan.


"Dengan senang hati menerima mas. Ikhlas lahir batin dunia dan akhirat." Jawab Hafis.


"Nih, mas kasih." Awan mengambil uang pecahan sepuluh ribuan dan diberikan kepada Hafis.

__ADS_1


"Mas ini sepuluh ribu dapat apa? Tapi, yasudah alhamdulillah. Makasih ya mas ku yang ganteng. Tapi, lebih ganteng adiknya."


"Udah mulai ribut kalian? Ngga malu di lihat calon istri dan calon mertua ya, Hafis?" tegur sang Ibu.


Aini hanya tersenyum melihat tingkah Hafis. Laki-laki yang ia lihat yang bertanya nama pada nya belum sempat ia jawab ternyata sekarang menjadi jodoh nya.


"Eh, maaf lupa kalau ada calon mertua dan calon istri." Hafis berucap dengan malu-malu.


Akhirnya semua sepakat kalau Hafis lah yang akan menikah dengan Aini. Awan pun berterima kasih kepada adiknya tersebut. Keluarga Awan pamit setelah menentukan hari pernikahan.


" Mbak, makasih ya!" Ucap Awan kepada Aini.


" Iya, tetap saja semua karena mbak Aini yang menjelaskan kalau tidak pasti mereka tidak tahu."


" Iya, mas boleh minta satu hal? Itupun kalau bisa, tolong jangan sakiti Tara. Saya tahu betul hidupnya seperti apa. Jadi jangan lagi buat dirinya terluka. Kenal nya saya sebentar kalau dia pulang ke Surabaya saat cuti natal. Tapi aku tahu dia orang yang tulus. Jangan beri dia harapan palsu mas. Dan lepaskan jika tidak bisa di genggam dari pada bersama tidak sejalan." Ujar Aini.

__ADS_1


Yang di maksud Aini adalah perbedaan keyakinan antara Awan dan Tara.


"InsyaAllah mbak, saya tidak bisa berjanji apapun karena saya tidak ada hubungan dengan Tara saat ini. Tapi dari hati saya berharap bisa berjodoh walaupun sulit."


Awan tidak akan meminta Tara untuk ikut dengan nya begitupun sebaliknya. Dia hanya akan menjaga Tara sebagai mana mestinya terhadap teman baik dan tidak akan jadi lebih.


Di Jakarta.


"Tara kemana, kenapa ngga bisa di hubungi dari kemarin?" tanya Awan pada dirinya sendiri. Ia mulai khawatir karena nomor Tara sudah tidak aktif dari dua hari yang lalu.


Awan segera keluar dari tempat kos nya dan berjalan ke arah kos Tara.


Tok... tok...


Ketukan dua kali tidak juga ada jawaban dari dalam ruangan tersebut.

__ADS_1


Tok... tok... Awan mengulangi lagi.


"Mas, kamar nya sudah kosong. Mbak Tara pulang ke Surabaya beberapa hari yang lalu." Ucap seorang perempuan yang kos nya sebelahan dengan Tara.


__ADS_2