Antara Cinta Dan Cinta

Antara Cinta Dan Cinta
Akhirnya, sah.


__ADS_3

Awan pun keluar dengan menggandeng tangan sang ibu. Setiap sudut rumah sudah di hiasi dengan berbagai macam bunga. Tamu undangan pun sudah banyak yang datang. Hari yang di nanti seluruh keluarga.


"Wah ganteng sekali anak ayah ini ya." Puji Ayah Awan.


"Iya dong, siapa dulu ibunya." Jawab ibu Awan.


"Berarti aku ini adalah perpaduan yang pas antara ibu yang cantik dan bapak yang tampan." Ujar Awan memuji kedua orang tua nya dan juga berbangga diri.


"Pokoknya ya, tetap ibu yang terbaik."


"Iya, ibu terbaik di dunia." Puji Awan.


"Udah-udah ayo, itu penghulu sudah menunggu."


" Bagaimana, para saksi? Sah?" tanya pak penghulu kepada para saksi.


"Sah..." Jawab serempak yang berada di acara pernikahan tersebut.


...----------------...


Anton menenggak anggur merah sedikit demi sedikit. Menikmati rasa yang sedikit pahit dan getir tapi sungguh nikmat. Pandangan nya sendu menatap foto Tara. Hatinya rindu tapi bibir nya kelu untuk berucap.


"Apakah ini akhir dari semua nya, Tara? Maaf kan aku yang tidak peka. Maaf aku tidak tahu kamu terluka waktu itu. Boleh kah, aku meminta mu datang kembali padaku. Buka lagi hatimu sedikit saja. Tak usah kau beri cinta padaku, cukup aku yang mencintaimu. Bisakah, Tara?" Anton bertanya pada bingkai foto Tara. Seolah itu adalah Tara.


Cinta itu perasaan yang indah juga dahsyat. Tapi, juga perih.

__ADS_1


" Tara... " Rancau Anton.


Terkadang cara orang untuk menenangkan diri itu salah, seperti yang di lakukan Anton. Tak ada larangan untuk nya untuk minum wine tapi banyak nya jumlah yang ia minum salah. Malam ini ia sudah menghabiskan satu botol wine. Saat ia sudah mabuk baru bisa ia terlelap dan bisa lepas dari bayang-bayang Tara.


Jauh jarak kita terbentang


Sepi sunyi menemani hari-hari


Wahai engkau pemilik hati


Dengar kan seruanku


Aku rindu...


Aku merindu di atas rindu


Gerimis saksi bisu aku mencintaimu


Hujan membasahi bumi menenangkan hati


Tapi masih resah dan gelisah ku rasa


Cinta... aku rindu


Aku ingin bercumbu dengan cinta

__ADS_1


Aku ingin mengulang hari penuh bahagia


Aku dan kamu, akankah bersatu?


Tok..tok..Mama Anton mengetuk pintu kamar. "Anton, kau di dalam nak? Mama masuk ya?"


"Hem," Lirih Anton yang setengah sadar.


Tanpa menunggu lagi, mama Anton masuk ke dalam kamar sang anak. Tak terasa air mata menetes begitu saja. Kamar yang biasanya rapi berubah berantakan. Anton pun belum mengganti baju kerjanya.


"Kau kenapa jadi seperti ini? Bukan kah, kau sudah ikhlas kalau Tara bahagia dengan yang lain?" Mama Anton memukul-mukul putra kesayangan nya.


Anton pun membuka matanya dengan perlahan. Lalu ia tersenyum memandang sang mama.


"Iya, aku ikhlas ma. Tapi aku menyesali setiap detik kebodohan ku saat bersama Tara. Aku tidak peka, aku terlalu yakin bisa meluluhkan dia. Nyatanya yang membuat ia menutup hati adalah aku sendiri. Akan yang tidak peka. Aku menyesal ma." Ucap Anton lirih.


" Lalu kau dapat apa, kalau sudah menyiksa dirimu seperti ini? Kau siksa tubuh mu dengan minuman yang memabukkan sesaat dan bisa membuat mu lupa. Itu namanya pecundang. Kalau kau sadar itu salah mu, perbaiki lah! Bukan malah menyiksa diri seperti ini. Bangun! Cari dia! Kejar lagi dia yakinkan hatinya!"


"Seperti nya dia sudah bahagia ma." Jawab Anton.


"Lepas dengan ikhlas! Kalau dia sudah bahagia. Baru itu namanya pria sejati. Cinta itu tak harus memiliki. Dan level tertinggi mencintai adalah melepas tanpa batas. Mana bukti nya kau sudah bisa melepas ia tanpa batas Vinsensius Anton!" Teriak sang Mama.


" Aku hanya - " Ucapan Anton tertahan karena sudah di potong sang mama.


" Hanya apa? Kau ini pria bukan banci. Kalau kau seperti ini, ku rasa mama lah yang gagal mendidik mu," ucap sang mama sambil menangis.

__ADS_1


__ADS_2