Antara Cinta Dan Cinta

Antara Cinta Dan Cinta
Bonchap 4 ( Mengukir cerita cinta)


__ADS_3

Setelah pesta pertunangan Anton dan Tara banyak menghabiskan waktu bersama. Berangkat dan pulang kerja selalu bersama Anton. Orang bilang cinta itu akan semakin tumbuh saat menghabiskan waktu bersama. Begitupun dengan Tara, cinta nya pada Anton semakin hari semakin bertambah. Bahkan ia selalu ber manja pada pria itu.


Seperti hari ini mereka sedang jalan-jalan di sebuah mall yang ada di daerah Tangerang.


"Mau coba ini ngga bee?" tanya Tara yang manawarkan makanan nya pada Anton.


"Boleh," Anton langsung menuju nerima suapan dari Tara.


"Enak kan? Tapi rasanya kurang pedas. Aku lebih suka yang balado pedas dari pada yang rumput laut bee." Ujar Tara.


"Kita beli lagi, aja yang balado," Anton segera berputar arah ke tempat stand yang jual makanan dari luar itu. Sebuah olahan dari ayam fillet yang di balut tepung krispi ciri khas jajanan tersebut.


"Tapi, ini masih banyak lo. Nanti ngga makan malam, keburu kenyang bee."


"Ngga apa-apa, kita makan malam nya nasi kucing aja, kan porsi nya sedikit,"


"Boleh juga usul nya. Oke, kita beli lagi."

__ADS_1


Mereka membeli lagi makanan yang sama dengan rasa yang berbeda. Tak lupa Anton pembeli minum untuk mereka berdua.


Makan, beli beberapa baju dan nonton bersama sudah mereka lakukan. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


" Yuk, pulang! Aku capek banget," Ajak Tara yang sudah mulai merasa pegal di kaki. Tangan kanan nya memijat pelan betis nya yang terasa pegal.


"Ayo, duduk di sana," tunjuk Anton pada sebuah bands yang ada di samping eskalator.


Tara pun menurut ia berjalan mengikuti Anton dengan tangan Tara yang tidak lepas dari genggaman Anton.


Anton pun langsung berjongkok di depan Tara. Ia lepas sepatu high-heels Tara dan memijat kaki tunangan nya.


"Malu, banyak orang pada lihat bee!"


"Kenapa malu? Biarin aja mereka lihat kan mereka punya mata." Jawab Anton cuek.


Pria itu lalu melepas sepatu milik nya ia pakaikan pada Tara.

__ADS_1


"Lo, sepatu mu kenapa kamu pakai kan di aku?" tanya Tara.


"Biar kamu nyaman ngga capek jalannya."


"Yuk kita pulang! Oh, iya masih capek ngga?"


"Udah ngga, yuk pulang!"


Mereka pun berjalan bersama sesekali Tara ber manja dengan meletakkan kepalanya di pundak Anton. Tara memakai sepatu Anton, sementara pria itu rela berjalan tanpa alas kaki dengan tangan kiri membawa sepatu tunangan nya dan beberapa barang lainnya.


" Kamu ngga malu jalan gitu?" tanya Tara yang tidak enak karena tunangan nya jadi pusat perhatian orang-orang di mall.


"Ngga, lagian di mobil ada sepatu, aku jalan dari sini ke parkiran ngga masalah juga. Lebih malu kalau aku jalan nyaman, tapi tunangan ku ke sakitan karena sepatutnya."


"Bee, jangan pernah berubah ya? Jangan tinggalin aku! Jangan surut rasa cintamu! Tegur aku kalau aku salah. Pokoknya kamu harus selalu ada buat aku. Kita bersama hidup dalam rumah tangga aku menjadi ibu dari anak-anak kamu dan kita menua bersama. Jangan tinggalin aku! Janji, ya bee!"


" Sayang, aku mencintaimu dengan segala rasa dan segenap jiwa. Aku rela kamu pergi asam bahagia. Masa, ia aku mau ninggalin kamu. Ngga akan sayang. Aku mencintai kamu,"

__ADS_1


__ADS_2