
Tak butuh waktu lama mereka sudah sampai di depan kos Tara. Keduanya masih diam tanpa kata di dalam mobil. Seolah enggan untuk berpisah. Beberapa menit yang lalu keduanya mem posting foto kegiatan mereka di media sosial masing-masing.
"Em, aku pulang ya!" Ujar Anton.
"Iya, aku masuk ya!"
"Sebentar!" Anton mencegah Tara untuk keluar dari dalam mobil.
"Sayang, aku mencintaimu," ucapnya lalu mendekat ke arah Tara. Sebuah ciuman ia darat kan di bibir Tara.
Hanya kecupan, karena ini adalah hal pertama yang di lakukan Darren pada tunangan nya.
"Iya, aku juga cinta kamu," Tara juga mengecup bibir Anton.
"Duh, agresif juga tunangan ku."
"Apa? Kamu kan yang mulai, udah ah," karena malu Tara langsung keluar dari mobil dan pergi meninggalkan Anton begitu saja, bahkan ia lupa dengan belanjaan nya.
"Duh, jadi pengen cepat kawin gue. Eh, nikah maksudnya," Anton juga ikut keluar dari mobil dan mengambil belanjaan Tara.
"Ini belanjaan kamu sayang, udah ya, aku pulang dulu!" Pamit Anton.
"Oke, hati-hati di jalan ya! Salam buat mama dan papa!"
"Siap sayang."
...----------------...
Di Aceh Awan menatap lapar ponsel nya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan. Ia pandang Tara dengan balutan gaun pengantin berwarna putih. Senyum indah menghiasi bibir nya.
"Semoga selalu bahagia wanita baik. Aku akan melindungi mu dengan doa ku. Tak akan mendekat ke arah mu, ku agungkan doa ku agar kau selalu diberikan kesehatan. Berbahagia lah! Aku akan berhenti mengagumi, dirimu saat aku sudah menemukan wanita seperti mu." Ucap Awan dengan lirih.
" Oh, iya aku mau tulis komentar di instagram nya ah, atau aku kirim pesan saja ya, atau aku telepon saja ya." Lanjutnya.
Awan bingung untuk memulai komunikasi dengan Tara. Karena dia selama ini hanya melihat dari media sosial wanita itu.
__ADS_1
"Ah.... Bingung aku," Ucap Awan.
"Aku kan mau pulang ke Salatiga, sekalian aku telepon dia ah, pura-pura tanya mau nitip apa kan dia suka wingko babat dan lumpia khas Semarang." Akhirnya Awan menemukan ide yang di anggap nya cemerlang. Dan kebetulan hari ini juga ia akan terbang ke Semarang.
" Aku mau ke Semarang, kamu mau aku bawakan lumpia? Aku terbang sore ini, sekarang mau otw dulu, " tulis Awan di pesan whatshapp tanpa basa-basi.
" Belum di balas, udah ah, otw dulu."
Awan pun bergegas menuju mobil pribadi nya dan bergegas menuju bandara.
...----------------...
" Sayang, harus nya kita nikah langsung saja ya, pemberkatan saja, ngga usah pesta." Ucap Anton.
Hari ini mereka baru saja fitting baju pengantin. Tak henti nya Anton memuji kecantikan calon istrinya. Bahkan foto saat ia fitting baju tadi di jadikan wallpaper di ponsel.
" Kan sebentar lagi kita menikah. Pikiran kami kemana hayo?" tanya Tara.
"Ya, pikiran ku ingin segera menjalani hidup berumah tangga bersama mu." Jawab Anton.
"Di usir, calon suami sendiri?"
"Ngga sih, sebelum nanti terjadi hal-hal yang di ingin kan." Ucap Tara, lalu satu detik kemudian ia menutup mulut nya.
Anton tertawa, lalu ia muncul ide sedikit nakal. Ia bukannya keluar dari kamar Tara, malah justru menutup pintu. Ia tutup dengan rapat lalu mengunci pintu tersebut.
" Kenapa di kunci bee? " tanya Tara.
"Mau turuti permintaan mu."
"Apa?"
"Duduk sini!"
Tara pun menurut, ia duduk di sebelah Tara.
__ADS_1
"Aku mencintaimu sayang," Anton lalu mencium bibir Tara dengan lembut. Iya, hanya kecupan tanpa ada ******n.
"Aku pulang dulu, ya!" Anton segera berdiri dan mengambil kunci mobil nya.
"Bee, hati-hati di jalan ya!"
"Iya, dan titip salam sama mama dan papa kan?"
"Pinter banget sih," Tara memberikan pelukan untuk Anton.
"Calon suami, siapa dulu dong."
"Iya, aku mencintaimu."
"Aku juga."
Anton pun langsung mengemudikan mobilnya untuk kembali ke rumah.
"Eh, ada pesan dari Awan. Tumben kirim pesan dia. Oh, mau ke Semarang, nawari lumpia. Mau dong." Tara segera membalas pesan Awan.
Ciiittttttt.... Bunyi rem dan gesekan aspal dan ban mobil saling beradu.
Brakkkk!!!
Sebuah kecelakaan tak terelakkan. Seorang pria tampan di dalam mobil sedang menatap pada layar ponsel nya yang telah retak. Kepalanya berdarah dan mobil yang di kendarai nya rusak parah. Ia tersenyum menatap langit berwarna jingga yang indah. lalu beberapa detik kemudian matanya terpejam.
Seorang wanita menatap kosong ke sembarang arah. Bahkan aktivitas nya tidak bisa seperti dulu lagi. Ia akan menatap lama ke arah langit yang begitu indah di sore hari. Iya, langit jingga tempat nya untuk merenung dan menyampaikan salam rindu kepada seseorang.
"Kau tidak kedinginan?"
"Ngga."
Hanya satu atau dua kata yang ia keluarkan setiap hari. Tidak ada semangat lagi di hidupnya. Semua redup saat seseorang meninggalkan dia. Namun ia tetap menjalani hidup walaupun dengan cahaya nya yang redup.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1