Antara Cinta Dan Cinta

Antara Cinta Dan Cinta
Terbiasa kesepian.


__ADS_3

Ma, bukankah hati itu tidak bisa di paksa? Aku sudah kehilangan timing ku ma."


" Tapi siapa tahu, Tara mau membuka hatinya untuk kamu. " Mama Anton masih saja meyakinkan sang putra.


Anton tersenyum lalu merangkul mama nya. Dengan pelan ia berbisik." Aku mencintai Tara dari hati. Aku mencintai dia dan semua yang ada di dalam dirinya, sikap dan sifatnya aku cinta semua. Dan bukan kah, kalau kita mencintai orang itu kita akan bahagia jika melihatnya bahagia? Tara sudah memilih menutup pintu hatinya untukku, maka aku tak akan mengetuk nya ma. Tapi aku akan jadi tempat bersandar buat dia kalau pun di butuhkan," tak terasa cairan bening sudah keluar dari pelupuk mata tanpa permisi.


Seperti nya itu memang rumit. Bahkan lebih rumit dari soal matematika. Jika mengerjakan soal matematika memakai rumus yang benar akan bisa menemukan jawaban yang benar pula. Tapi, kalau cinta? Seseorang yang sedang jatuh cinta itu tidak tahu alasan apa mereka mencintai. Parasnya atau kekayaan yang dimiliki? Bahkan itu semua bukan alasan.


Mama Anton ikut meneteskan air mata. Ia tahu betul bagaimana anaknya sangat menyukai Tara. Berharap wanita itu bisa menjadi bagian dari keluarga nya, tapi pada akhirnya itu hanya harapan semu.

__ADS_1


"Ah, jadi lupa mau ambil minum," Anton melepas pelukan nya dari sang mama dan dia berjalan menuju lemari pendingin dan mengambil sebotol air mineral.


"Kamu ke sini karena haus ya?" tanya sang mama.


"Iya, aku haus banget ma. Makanya tadi keluar ambil ini."


"Air yang di siapkan mbok Marni habis ya? Atau dia lupa lagi ngasih air nya? Kebiasaan dia itu pelupa." Keluh sang mama.


"Iya." Jawab sang mama.

__ADS_1


Di tempat lain Tara masih di sibuk kan dengan pekerjaan barunya. Setiap harinya dia selalu menyibukkan diri, seperti hari ini ia sengaja berangkat lebih awal dan mengerjakan beberapa pekerjaan seorang diri. Bukan nya dia tidak lelah atau mama Azam memberinya pekerjaan berat. Tapi dirinya sendiri yang ingin seperti itu.


"Ra, mbak ngga minta kamu kerja seperti ini. Tolong jangan siksa diri kamu dengan setiap hari kelelahan seperti ini." Ucap Ratna mama Azam.


"Aku ngga lelah mbak, semua baik-baik saja kok. Aku punya cukup tenaga untuk mengerjakan semua ini. Dan jangan lupa nanti mbak Ratna beri aku gaji lebih ya?" pinta Tara sambil tersenyum.


"Siap dek, pasti akan mbak beri kamu bonus lebih-lebih nantinya."


Akhirnya mereka berdua tertawa. Dua wanita yang sama-sama kuat dengan cobaan yang berbeda. Ratna menjadi janda dan harus merawat anak semata wayangnya karena ditinggal meninggal sang suami. Sementara Tara harus berjuang sendiri saat ia sudah ada di dunia. Tidak diinginkan dan bahkan sering di abaikan orang sudah menjadi makanan Tara setiap hari. Bahkan cinta dari seorang pria pun tak bisa ia dapatkan. Dia sudah terbiasa kesepian dan dia kehilangan pun tak berarti apa-apa untuk nya.

__ADS_1


"Kamu ngapain?" tanya Ratna saat melihat ponselnya yang baru saja berdering tapi tiba-tiba di matikan begitu saja.


"Bukan siapa-siapa mbak. Tadi rencananya aku mau telepon Salma malah ponsel ku bunyi, aku kaget mbak," jawab Tara yang masih terus memegang ponselnya.


__ADS_2