Antara Cinta Dan Cinta

Antara Cinta Dan Cinta
Bonchap 1 (Bertemu untuk berpisah)


__ADS_3

Setalah hampir dua jam mereka duduk bersama menghabiskan makanan dan bercerita banyak hal. Kini saatnya mereka berpisah. Mereka bertemu dan pada akhirnya untuk berpisah.


"Ayo, aku antar pulang!" Ujar Awan.


Sebagai pria yang bertanggung jawab tentu saja ia ingin mengantar wanita yang sudah menemani nya makan dan bercerita banyak hal.


"Ngga usah, aku pulang sendiri saja." Tolak Tara dengan halus.


"Hah..." Awan menghela napas panjang.


Wanita selalu saja begini, padahal dalam hati mungkin ia mau di antar tapi malu saja. Terus nanti kalau sudah pulang sendiri di jalan ngeluh, pria ngga peka banget sih.


"Kenapa kamu kok menghela napas gitu?" tanya Tara.


"Ngga apa-apa, tetap aku antar pulang. Dan aku ngga terima penolakan."


"Ayo!" Ajak Awan.


Tara tahu betul sifat Awan. Tanpa membantah ia mengikuti langkah Awan.

__ADS_1


"Kamu mau balik ke Aceh?" tanya Tara. Wanita ini sengaja bertanya untuk memecah keheningan di mobil.


"Iya, aku perkiraan dua atau tiga tahun aku di sana. Tapi, entah lah bisa juga di pindah lagi." Jawab Awan.


"Oh, gitu."


"Kamu kerja lagi di tempat yang dulu?"


"Iya."


"Bagus lah, jadi ngga usah jauh-jauh ke Aceh."


"Dia sudah dapat wanita yang lebih baik dariku." Jawab Tara yang juga dengan candaan.


"Wah, fiks, Anton yang menang ini. Beruntung dia dapatin kamu."


"Aku yang beruntung dapatin dia. Juga kelak akan ada wanita yang beruntung dapatin kamu. Undang aku, kalau kalian nikah ya? Tetap saling bertegur sapa kota kalau ketemu. Atau berbalas komentar di feed instagram."


"Iya," jawab Awan yang pandangan teralihkan sejenak ke Tara, lalu beberapa menit kemudian ia kembali fokus pada kemudi nya.

__ADS_1


Sore haru dengan semburat jingga yang indah mewarnai langit. Orang menyebut nya senja. Indah, tenang, nyaman namun juga terbesit rasa kehilangan. Dua manusia tak menikmati indah nya karena mereka sedang berperang melawan rasa di dalam dada.


"Langit nya indah, ya," ucap Awan yang menatap kagum ke arah warna oranye keemasan yang indah.


"Iya."


"Suatu saat aku akan ingat saat ini. Di mana kita bertemu untuk berpisah. Tanpa ada rasa sakit, dan suatu saat aku akan selalu merindukanmu."


"Tapi aku tak akan merindukanmu."


"Cukup aku saja yang rindu. Akan selalu rindu tanpa bertemu tapi aku tak akan mengganggu. Dan aku akan melindungi kamu dari untaian doa ku yang ku panjatkan pada Tuhan ku. Sampai saat aku bertemu dengan orang seperti mu."


"Terima kasih. Aku juga akan mendoakan dirimu."


Mobil pun sudah sampai di depan kos Tara yang dulu. Sayang nya Awan langsung pergi karena ia tak lagi kos di tempat yang sama dengan Tara. Hari ini mereka bertemu untuk berpisah. Pada akhirnya cinta itu tak harus memiliki.


Tara melambaikan tangan nya, melihat ke arah spion mobil Awan. Di dalam mobil pria itu menangis, tak kuasa menahan kesedihan melepas wanita itu. Tapi, inilah jalan terbaik untuk mereka.


"Ya, Allah lindungi lah, dia. Berkahi dia dengan kebahagiaan. Jangan beri dia kesedihan yang terlalu dalam. Sungguh dia wanita uang yang baik dan aku mencintai nya karena- Mu dengan izin Mu juga aku melepasnya."

__ADS_1


__ADS_2