Antara Cinta Dan Cinta

Antara Cinta Dan Cinta
Kita batalkan saja pernikahan nya.


__ADS_3

Teriakan seorang pria menggema di sebuah ruangan. Ia membuang semua benda yang terletak di meja kerjanya.


Tok...tok...


"Mas, di panggil tuan. Mas..." Ucap seorang asisten rumah tangga yang terus memanggil dari balik pintu.


"Bilang sama papa, aku ngga mau nemuin papa," jawab pria tersebut.


"Tapi, mas. Di bawah ada mbak Sekar." Ucap sang asisten lagi.


"Sial! Kenapa papa selalu maksain kehendak nya sama gue," pria itu mengumpat.


Darren berjalan keluar, ia membuka pintu dengan paksa. "Tolong beresin kamar saya!" Perintah nya pada sang asisten rumah tangga.


"Baik, mas."


Darren berjalan dengan tangan kanan terkepal erat. Serta mata nya menyiratkan kebencian pada beberapa orang yang sedang menunggu nya di ruang keluarga.


"Halo, sayang!" Sapa Sekar saat Darren mendekat ke arahnya.

__ADS_1


"Buruk," jawab Darren tanpa ekspresi.


Sekar menundukkan kepala. Ia paham apa yang di maksud Darren. Calon suaminya itu sejak awal tidak suka dengan perjodohan mereka. Semua terjadi hanya karena hubungan bisnis yang saling menguntungkan.


"Bagaimana kalau pernikahan kalian di majukan?" Ucap papa Darren.


"Terserah papa saja." Jawab Darren.


"Kamu serius, mau di percepat pernikahan kita?" Tanya Sekar memastikan jawaban Darren.


"Iya."


Mama Darren hanya diam sambil memandang penuh sesal pada sang putra. Ia merasa telah merenggut kebahagiaan sang putra.


"Atur lah, tante. Aku ngikut aja. Permisi dulu, mau mandi. Dari tadi belum mandi gerah."


Darren langsung pergi meninggalkan semua orang. Ia tidak peduli lagi dengan hidupnya. Karena uang sang Papa rela menukar kebahagiaan nya. Dan saat ia meninggalkan Salma tanpa kata, di situlah hatinya juga menetap pada wanita itu. Sekarang ia hanya raga yang tak bisa merasakan cinta dari wanita lain. Rasa bersalah selalu menghantui dirinya. Apa yang telah ia lakukan bersama Salma tidak bisa ia tepis dari pikiran.


Keesokan harinya...

__ADS_1


"Ayo, turun! Mama udah atur janji dengan pemilik butik nya," ajak Sekar dengan penuh semangat.


"Iya."


Sekar menahan sesak yang sudah mulai penuh di rongga paru-paru nya. Darren semakin hari semakin dingin. Ini saja baru mau menikah, apalagi kalau mereka sudah benar-benar menikah? Akan seperti apa jadinya rumah tangga nya nanti?


"Darren!" panggil Sekar.


Darren berbalik. " Apa?" tanya nya pada Sekar.


"Kita batalkan saja pernikahan nya. Aku ngga mau menjalani hubungan kayak gini." Ucap Sekar dengan terbata-bata.


Wanita itu sudah meneteskan air mata. Darren adalah sahabat nya dari kecil. Hubungan kedua orang tua mereka sangat baik bahkan juga kedua perusahaan mereka saling bekerja sama. Saat perusakan papa Darren di ambang kehancuran, papa Sekar lah yang membantu dan itu membuat keluarga Darren berhutang budi. Jadi, papa Darren meminta pada sahabat nya untuk menjodohkan anak mereka. Tanpa pikir panjang sang sahabat setuju dan Sekar juga sudah suka dengan Darren daru lama.


"Jangan asal kalau bicara!" Ujar Darren degan nada menekan.


"Ngga, aku serius kok. Aku ngga mau nikah sama orang yang hatinya masih ada orang lain. Aku ngga mau." Ucap Sekar.


"Aku pulang dulu, taksi online ku sudah datang," Sekar begitu saja meninggalkan Darren yang masih mematung di depan butik.

__ADS_1


__ADS_2