
"Surprise!" Seru seorang wanita yang baru masuk ke dalam ruangan Salma.
"Ngga kaget, ngapain sih tante kayak abg aja deh, malah berisik ntar anak gue bangun!" Ucap Salma dengan sewot. Ia sengaja menggoda Tara.
"Idih, kok kamu gitu. Kan aku bawa hadiah buat ponakan ku," Tara meletakkan hadiah nya di atas meja.
"Lagian kamu datang telat sih, ini jam berapa?"
"Maaf," Tara memeluk sahabatnya.
Salma membalas pelukan Tara. Kemudian di susul Aini dan Merry.
"Aduh, perut nya bumil ini." Ucap Merry menyentuh perut besar Aini.
"Nanti kamu juga ngerasain kok. Dan sungguh sangat menyenangkan. Awal nya mual di empat bulan pertama, terus kita rasakan tendangan di usia empat bulan ke atas, nanti di usia delapan atau sembilan tidur mu ngga nyaman. Pokoknya sangat menyenangkan." Jelas Aini.
" Gue ngga mikir punya pasangan gimana mau punya baby? Seneng lihat nya lucu, tapi aku ngga mau punya pasangan."
" Dih, ini anak belum pernah jatuh cinta ya kayak gini, awas aja ntar ketemu pria lo gue doain bucin akut. " Celetuk Tara.
" Lagi bahas apa sih? "Suara seorang pria yang begitu lembut terdengar di telinga mengalihkan perhatian mereka.
" Halo, Awan! Baru datang ya? " tanya Salma dengan gembira.
__ADS_1
Bukannya menjawab pertanyaan, ia malah berbalik tanya.
" Iya, baru aja tiba. " Jawab Awan dengan tersenyum menatap Tara.
"Hem, jangan di liat calon istri gue," tegur Anton yang menyadari arah pandang Awan.
"Hanya lihat bro,"
" Cie yang cemburu," goda Tara. Tangan nya meraih lengan kokoh Anton.
"Cemburu banget, ay....Dia kan saingan berat gue."
"Ngga apa-apa cemburu itu tanda cinta dan sayang, asal ngga cemburu buta aja, ya bro!" Seru Awan.
"Ngga lah, suatu hubungan itu harus yakin dan percaya. Kalau hanya percaya aja, tapi ngga yakin ya ngga jadi bro." Ucap Anton.
Ruangan Salma seketika menjadi penuh. Beberapa orang sahabat berkumpul untuk melihat anak Salma.
"Kita foto yuk!" Ajak Aini.
"Ayo, sebentar ambil ponsel dulu," Merry segera mengambil benda pipih miliknya yang ada gambar apel di gigit separo tersebut.
Mereka merapatkan barisan ke arah ranjang Salma. Senyum manis menghiasi wajah mereka. Semua bergembira hari ini menyambut kelahiran anak Salma.
__ADS_1
" Masih cantik dan wajah mu judes," Lirih Awan di samping Tara.
Tara tersenyum. "Kamu sok tahu," balasnya.
Mereka pun tertawa bersama. Tangan Tara tak lepas dari genggaman Anton. Kedua pria itu sama-sama memiliki cinta besar dan tulus. Tapi, Tara memilih Anton. Ada banyak pertimbangan yang harus ia ambil. Cinta mereka tulus, tapi cinta dari Tuhan lah, yang menurut Tara tulus. Wanita itu kagum dengan semua kisah tentang orang-orang hebat pada zaman Nabi Muhammad saw. Bahkan ia pernah berujar, ingin menjadi seperti Fatimah anak perempuan Nabi Muhammad saw.
Awan pun melepas wanita itu, dari awal dia berkata kalau jodoh tak akan ke mana. Bisa saja, Awan mendorong Tara agar ikut dirinya, tapi tak sekalipun Awan lakukan. Karena satu hal dari paksaan akan tidak baik jadinya. Bahkan Awan masih sendiri setalah Tara bertunangan dengan Anton. Ia sendiri dan ingin melihat wanita yang ia cintai bahagia bersama orang yang tepat.
ANTARA CINTA DAN CINTA tidak harus menjadi satu namum masih bisa bersama. Tidak ada ikatan suci pernikahan tapi masih terikat persahabatan yang tulus. Antara cinta dan cinta itu memberi tanpa mengharap kembali. Yang baik akan bertemu yang baik. Dan tulus itu tak harus di ucapkan, tapi bisa di rasakan.
Semua berakhir bahagia, dengan jalan masing-masing. Ada yang memilih sendiri, ada yang berkeluarga dan memiliki anak. Tolak ukur bahagia antar manusia itu level nya berbeda. Itu bisa kita lihat dari mereka.
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Catatan author :
Hai guys, terima kasih telah menyempatkan membaca karya ku. Jangan lupa like dan komen ya 🙏❤️
Akhirnya sampai di chapter akhir 🤗 setelah beberapa drama aku bisa menyelesaikan novel ku dengan baik. Mohon maaf kalau endingnya mengecewakan 🙈 nanti author kalem kasih bonchap kok 😚dan beberapa chapter all about tentang novel ini.
Aku sayang kalian 🙏❤️
__ADS_1