
Jangan nangis! Gue akan baik-baik saja. Oh, ini aku titip. Berikan Awan kalau dia sudah balik ke sini," Tara menyerahkan box warna merah muda kepada Salma.
" Ini apa? Kamu jangan aneh-aneh Ra! " tegur Salma.
" Siapa yang aneh-aneh. Udah aku ngga apa-apa. Udah selesai semua, gue mau tidur."
Tara merebahkan tubuhnya di atas kasur busa miliknya. Mata nya terpejam tapi ia masih belum tidur, terdengar suara Salma yang masih saja bicara banyak hal tapi ia sengaja mengabaikan hal itu.
" Gue tahu lo belum tidur. Jangan kayak gini lah Ra. Lo pergi juga ngga akan merubah apapun."
Tara perlahan membuka mata. "Iya, ngga akan ngubah apa-apa tapi, seenggaknya gue lebih tenang di tempat baru. Lebih bisa cepat lupain dia walaupun gue rasa ngga akan bisa. Sejak awal gue salah, harusnya ini ngga boleh terjadi. Gue yang salah." Sesal Tara.
Ia tahu kalau semua tidak akan mudah untuknya tapi karena perasaan cinta nya yang tidak bisa di cegah. Dan dia hanya menuruti kata hati.
__ADS_1
" Udah, yuk kita tidur! " Tara meminta Salma untuk tidur di samping nya. Ia tidak ingin berdebat membicarakan pria yang kini sudah akan ia lupakan.
Hari di mana Tara akan meninggalkan Tangerang telah tiba. Merry dan Salma ikut mengantar ia ke bandara.
"Ra, lo jangan lupain gue ya? Angkat telepon gue! Jangan lo blokir, awas saja kalau sampai di blokir!" Pinta Salma.
"Ngga akan dong, lo jaga diri. Ingat jangan nakal lagi! Berkunjung lah ke Surabaya kalau kamu rindu. Kapan pun rumah ku akan terbuka untuk mu," Tara memberikan nasihat sambil memeluk tubuh ramping Salma.
"Iya ngga akan lagi. Lo juga harus jaga diri ya!"
Mereka bertiga berpelukan tangis tak kuasa mereka tahan. Bersama dua tahun bukanlah waktu yang sebentar. Dan kini Tara harus pergi dengan membawa luka hati. Ia kembali ke Surabaya dengan cerita cinta yang singkat dan juga penuh luka. Bukankah, hal paling sakit itu saat kita merasa berharap pada seseorang dan ternyata semua itu tidak bisa terwujud?
Berharap pada manusia adalah sebuah lelucon terbodoh. Dan aku katakan sekali lagi saat orang sedang jatuh cinta logikanya lumpuh ia hanya mengikuti kata hati. Dan pada akhirnya akan terluka karena sebuah harapan.
__ADS_1
"Sudah jangan nangis, gue pergi ya!" Pamit Tara.
Ia berjalan meninggalkan Merry dan Salma yang masih menangis. Dia tak menoleh sedikit pun ke belakang agar tidak melihat tangisan sahabatnya tersebut.
"Gue ngga nyangka kalau Tara beneran mau pergi. Kenapa orang baik selalu di timpa masalah? Tidak mendapatkan cinta dari orang tua dan bahkan dari cinta pria pun ia tak dapat. Sungguh nanti siapapun yang mendapatkan Tara akan beruntung karena dia punya hati yang tulus. " Ucap Merry.
" Sudah jalannya, Allah tahu kalau Tara itu kuat. Buktinya dia bisa lewati semuanya. Aku yakin suatu saat nanti dia akan bahagia." Ucap Salma dengan tulus.
" Aamiin." Jawab Merry.
" Udah yuk kita pulang! Kita masih bisa bertemu dengan Tara. Nanti kita kasih kejutan ke dia datang ke Surabaya." Ajak Merry.
" Ide bagus tuk yuk pulang!"
__ADS_1
Salma dan Merry akhirnya meninggalkan bandara.
Tanpa mereka ketahui Tara tidak menuju ke Surabaya. Ia akan pergi ke suatu tempat yang sudah ia pikirkan dari lama. Karena ada seorang teman yang meminta dia untuk bekerja bersama.