Antara Cinta Dan Cinta

Antara Cinta Dan Cinta
Bonchap 3 ( Pesta pertunangan)


__ADS_3

Tara sejenak diam, baru ia menjawab pertanyaan Anton. "Tunggu satu tahun lagi, aja kita nikah nya, aku mau nabung dulu. Bagaimana?" Tara berucap dengan ragu-ragu. Takut Anton menolak usulannya.


"Iya, apapun keinginan kamu aku setuju. Jangan kan satu tahun. Dua, tiga, empat bahkan sepuluh tahun pun aku akan tetap menunggu," mata Anton berkaca-kaca saat mengucapkan kalimat ini. Bahkan nada bicara nya sedikit tertahan.


"Yakin mau nunggu sepuluh tahun? Nanti ngga terlalu tua kamu ya? Oke kalau gitu sepuluh tahun lagi aja nikah nya, ya!" Tara sengaja menggoda Anton.


"Bulan depan kita tunangan. Dan ngga usah mikir biaya atau apapun itu. Semua biar aku yang urus."


Tara pun meneteskan air mata. Pilihan nya jatuh kepada pria yang ada di hadapan nya ini seperti nya sangat tepat. Mereka punya satu keyakinan dan Anton juga sangat mencintai Tara dengan tulus.


" Hai, kenapa nangis?" Anton menghapus air mata yang sudah jatuh di pipi dengan ibu jari.


"Jangan sedih, kan cuma satu bulan, kalau kamu mau pertunangan kita di adakan besok, aku dengan senang hati mau, " lanjutnya.


"Bukan karena itu," Tara tertawa mendengar ucapan Anton.


"Kirain, kamu udah ngga tahan mau jadi istri ku. Ternyata bukan, apalah arti ku buatmu."


"Makasih ya,"


"Untuk apa?"


"Mau menerima ku. Mau memberi cinta yang tulus untuk ku. Untuk semua rasa yang kau berikan padaku. Makasih."

__ADS_1


Anton meraih tangan Tara. Ia genggam jemari wanita itu dengan erat. kemudian ia cium. "Aku yang harus nya bilang terima kasih."


Akhirnya penantian Anton pun terbayarkan. Mereka sebentar lagi bisa bersatu.


...----------------...


"Wah kamu cantik sekali sih," puji Salma saat melihat Tara.


Hari ini adalah hari pertunangan Tara dan Anton. Di gelar di salah satu hotel mewah di Jakarta. Banyak tamu yang datang karena keluarga Anton adalah keluarga kaya dan keluarga nya punya banyak teman bisnis.


" Makasih," jawab Tara


"Wah, calon suami lo tampan juga, ya. Tapi, lebih tampan suami gue."


Tak ketinggalan Merry serta Aini dan suami yang turut hadir dalam acara tersebut. Tapi hanya ada satu orang yang tidak hadir, dia adalah Awan.


"Mana lihat cincin nya dong!" pinta Salma.


"Ini," Tara menunjukkan cincin pertunangan nya dengan Anton.


"Wah, indah sekali. Pasti harganya mahal." Ucap Salma kagum.


"Mana dia tahu harga nya, kan juga tinggal pakai dia." Celetuk Merry.

__ADS_1


"Kok kamu tahu sih. Iya, aku ke toko perhiasan tanya harga ngga di jawab. Dari pihak toko nya yang datang ke rumah mama. Karena yang punya teman mama." Jawab Tara.


"Cie manggil nya udah mama ya?"


"Iya, ngga mau di panggil tante lagi."


"Sudah mari kita panjatkan puja dan puji syukur atas kebahagiaan sahabat kita dengan mengucap kata alhamdulillah." Ucap Merry.


"Iya, Puji Tuhan." Ucap Tara.


"Kalian pada bahas apa sayang?" tanya Anton yang menghampiri Tara.


"Lagi bahas cincin."


"Oh, yuk kita dansa!" Ajak Anton.


"Yuk,"


Tara dan Anton naik ke atas panggung, semua mata tertuju ke arah kedua nya. Pasangan yang sangat cantik dan tampan.


"Sayang, aku mencintaimu."


"Iya, aku juga mencintai mu."

__ADS_1


Tanpa aba-aba Anton langsung mencium kening Tara. Rasa syukur dan bahagia melingkupi hati Anton.


__ADS_2