Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Istri Bayaran


__ADS_3

Angel tidak langsung pulang ke apartemen Karan. Dia lebih memilih istirahat dirumahnya dan membersihkan rumahnya sebelum dia meninggalkan rumahnya.


Tak terasa dia membersihkan rumahnya jam 5 sore. Akhirnya dia siap-siap berangkat kerumah Karan dengan membawa barangnya yang sedikit. Karena dia membawa barang dia lebih memilih naik taxi online.


Sesampai dalam apartemen Angel langsung disambut seorang PRT, yang sudah mulai tampak keriput diwajahnya.


"Maaf, mau cari siapa?"


"Saya Angel, bi. Saya..." omongannya terpotong karena langsung disambar pembantu Karan.


"Owh, non Angel sepupunya tuan Karan, ya? Maaf, non saya tidak tahu!" ucapnya sambil wajah memelas karena takut dimarahi.


"Tidak apa-apa, bi. Bibi tahu dari mana saya sepupunya Karan?"


"Silahkan masuk dulu, non." Angle langsung masuk kedalam sambil membawa barangnya.


"Tadi, tuan Karan telepon saya memberitahu kalau sepupunya datang, non. Mari non Angel saya tunjukan kamarnya.


"Terimakasih, bibi."


Angel sangat kagum dengan kamarnya, terlalu luas bagi Angel, dan Angel langsung menyusun baju yang dibawanya dan barang-baranya nya yang lain. Saat dia masih rapikan barangnya, bibi pembantu datang padanya.


"Permisi, non. Saya ijin pulang dulu. Makan malamnya sudah saya masak, ya non."


"Baik, bi. Terimakasih bi" Pembantu Karan pun langsung melangkahkan kakinya, tapi langsung berhenti ketika Angel memanggilnya kembali.


"Bibi, saya mau bertanya, nama bibi siapa?"


"Bibi Yeni, non. Permisi ya, non" Angel tersenyum sambil menganggukkan kepala saja.


***


Jam 10 malam, Karan juga belum pulang, meskipun Angel dilarang jangan menunggu Karan tapi dia tetap melakukannya. Karena baginya sudah kewajiban seorang istri untuk selalu menunggu suaminya pulang. Angel pun juga belum makan malam, dia harus tahu apakah Karan sudah makan apa belum terlebih dahulu.

__ADS_1


Saat Angel masih sibuk memeriksa pembukuan cafe nya, terdengar suara pintu yang terbuka. Ternyata Karan yang masuk, Karan melihat Angel masih diruang tamu sibuk dengan pekerjaannya.


"Apa anda sudah makan?" tanya Angel ketika Karan lagi membuka sepatunya.


Karan hanya diam saja, dia tidak peduli apa yang dikatakan Angel.


Karan langsung masuk ke kamarnya, Angel yang melihat Karan yang cuek dengan nya hanya menghela nafasnya.


"Oh, Tuhan kuatkan lah aku" gumamnya dalam hati dengan wajah yang sedih. Karena Angel melihat Karan sudah pulang, dia langsung membereskan pekerjaannya dan memilih makan malam.


***


Pagi hari memilih bangun dengan cepat, dia langsung masak untuk sarapan mereka dan bekal siangnya. Selesai dia masak, dia langsung bersiap-siap untuk bekerja.


Saat Angel keluar dari kamar dengan pakaian kantornya, Karan juga keluar dari kamarnya dengan pakaian tidurnya.


Karan melihat Angel, tapi dia hanya diam saja. Karan turun kebawah dan Angel juga mengikutinya. Saat sampai ruang makan, Angel mengajak Karan untuk sarapan.


"Tidak, usah. Saya bisa membuatnya! Sudah saya katakan kamu jangan melakukan apa pun tugas seorang istri! Ingat kamu bukan istri pilihan saya yang sah, kamu hanya istri bayaran saja!"


Angel langsung mundur, Angel merasakan sakit di dadanya mendengar perkataan Karan, matanya sudah mulai berkaca-kaca tapi dia berusaha air matanya tidak keluar. Rasanya dia ingin keluar dan membatalkan perjanjian mereka, tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena surat cafe milik ayahnya bersama Karan. Angel langsung memilih masuk ke dapur untuk membuat bekal siangnya nanti dikantor.


Angel kembali kemeja makan setelah Karan naik kembali keatas masuk kamarnya. Angel langsung sarapan dan membersihkan meja makan. Selesai semuanya dengan beres, Angel langsung pergi tanpa pamit ke Karan.


***


Saat Angel keluar dari pintu, dan melewati ruangan apartemen yang lain dan naik lift semua mata pria melihatnya dengan senyum menggodanya. Tapi, Angel hanya diam saja. Begitu juga satpam yang jaga gerbang menyapanya.


"Pagi, mbak. Penghuni baru, ya?"


"Pagi, pak. Iya pak"


"Lantai, berapa mbak?"

__ADS_1


"Owh, saya tinggal bersama sepupu saya, pak. Mas Karan"


"Owh, maaf mbak saya tidak tahu"


"Tidak apa-apa pak. Lagian saya baru semalam tinggal disini. Maaf, pak saya permisi takut telat"


"Baik, mbak"


Angel berjalan kaki dari komplek apartemen Karan ke tempat halte bis. Butuh waktu setengah 15 dia sampai ke halte bis. Dari semalam dia sudah mengatur waktunya, karena sebelum sampai ditempat Karan, dia melihat situasi tempat tinggalnya sekarang.


Sesampai di kantor, Angel merasakan capek, akibat dia berjalan kaki dari tempat tinggalnya sampai ke halte bis. Tapi karena waktunya mepet, Angel langsung melakukan tugasnya seperti biasa.


KARAN POV


Saat sarapan pagi, aku menolaknya untuk melayani, ku. Bagi aku dia bukanlah siapa-siapa. Aku sempat melihat wajahnya yang sedih setelah mendengar apa yang aku katakan padanya dan dari matanya tampak seperti berkaca-kaca. Aku tidak peduli padanya meskipun dia sakit hati karena perkataan aku.


Tapi dari meja makan, aku masih bisa melihat apa saja yang dilakukannya didapur. Aku melihat dia membuat bekal siangnya. Aku bingung padanya, kenapa dia membawa bekal.


Aku bertanya-tanya pada diriku, apakah dari awal dia membawa bekal siangnya padahal dikantor ada kantin.


Saat aku keluar dari kamar aku melihat rumahku sudah sepi, aku langsung tahu kalau dia sudah pergi. Saat aku keluar dari apartemen aku, aku selalu mendengar dari beberapa penghuni pria yang bergosip mereka ketemu sekarang wanita yang sangat cantik. Dan yang paling membuat aku kaget saat aku mau keluar dari gerbang apartemen, aku satpam depan jaga mengatakan pada, aku.


"Pak, kirim salam ya, sama sepupunya yang cantik jelita" ucapannya dengan senyum-senyum pada, ku.


Aku langsung mengambil kesimpulan berarti penghuni apartemen tempat ku bergosip tentang wanita yaitu wanita yang jadi istri bayaran aku. Aku hanya senyum saja menjawab satpam itu.


Author POV


Sudah 2 Minggu Angel menjadi istri dari Karan, tapi perasaan Karan tidak pernah berubah pada Angel. Angel selalu mendapat makian dari Karan, karena Angel selalu ingin melayaninya saat Karan mau makan, menyiapkan bajunya. Meskipun dia sering dapat hinaan dari suaminya, Angel tetap melakukannya, ya walaupun apa yang disiapkannya tidak pernah disentuh Karan. Setiap malam Angel selalu menangis dalam tidurnya. Angel merasakan kalau dia sudah mulai jatuh cinta pada Karan. Dia berharap Karan juga bisa jatuh cinta padanya.


Saat dikantor, Karan mendapatkan telepon dari mama dan papanya Karan akan berkunjung untuk makan malam bersama mereka di apartemen Karan. Karan yang mengingat kalau barang Angel dikamar sebelahnya dia langsung menyuruh Angel untuk memindahkan barang Angel dikamar Karan.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


__ADS_2