Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Sadar...


__ADS_3

Keira dan Marco masuk ke dalam ruangan Angel, mereka terkejut kini Karan tersenyum pada orang tuanya.


"Kakak!" ucap Keira dan langsung berlari pada Karan untuk memeluknya. Karan pun membalas pelukan adik tersayangnya.


"Maaf, kakak sudah membuat kamu kuatir!" ucap Karan. Keira hanya mengangguk kepala saja. Setelah cukup pelukannya, Keira langsung melepaskan pelukannya.


"Kak, aku sudah membeli sarapan untuk kakak. Kakak makan dulu!" ucap Keira sambil menarik Karan untuk duduk.


Karan langsung memakan makanan yang dibawa Keira.


"Mar, dimana Zaky dan Bella?" tanya Karan karena dia tidak melihat mereka.


"Sebentar lagi mereka datang!" ucap Marco. Dan Karan hanya mengangguk kepala saja. Setelah beberapa menit Karan menyelesaikan makannya dan disaat itu juga, Frans datang membawa pesanan Karan.


"Kar, ini barang kamu inginkan!" ucap Frans sambil memberikan paper bag yang dibawanya.


"Terimakasih!" Karan pun langsung membersihkan dirinya. Tak butuh lama Karan membersihkan tubuhnya. Kini wajahnya kembali tampak segar. Setelah Karan membersihkan dirinya, Karan kembali duduk bersama istrinya. Dia menggemgam tangan istrinya.


"Sayang, aku sudah memenuhi janji ku. Aku akan menjaga kesehatan, ku dan menjaga putra kita. Sayang apa kamu tahu putra kita terlihat sangat tampan. Dia sangat mirip dengan diriku. Aku yakin, kalau kamu melihatnya pasti kamu sangat marah, karena dia mirip dengan ku, tidak dengan, mu! Kami akan tetap menunggu kamu!" ucap Karan sambil mengelus pipi istrinya.


Tiba-tiba air mata Angel mengalir, semuanya melihat dan tangan Angel seperti bergerak-gerak.


"Kei, cepat panggilkan dokter!" ucap Mayang. Mereka berharap Angel segera sadar. Akhirnya Dokterpun tiba. Yang lainnya memberi tempat untuk dokter supaya memeriksa Angel.


"Nyonya Angel sudah melewati masa kritisnya. Kita hanya tinggal kapan nyonya Angel sadar saja. Ini semua suatu mukjizat bagi nona Angel. Saya sarankan, teruslah ajak nona Angel untuk berbicara. Meskipun dia saat mereka ini belum sadar, tapi apa yang kita bicarakan, dia masih mendengarnya. Jadi, ajaklah dia terus berbicara. Saya permisi dulu!" ucap dokter itu.


"Baik, dokter!" ucap Karan. Karan langsung mencium kening Angel dengan lembut.


"Sayang terimakasih!" ucap Karan.


Bella dan Zaky sudah tiba didepan pintu saat dokter itu mengatakan tentang keadaan Angel. Mereka sangat senang mendengarnya.


Karan melihat kehadiran Bella dan Zaky.


"Hai, Bel, Zak! Kalian sudah datang?" tanya Karan pada mereka.


"Iya, Kar!" jawab Zaky. Bella hanya senyum saja kepada Karan. Bella mendekati Angel dan mencium pipi Angel. Karan yang melihatnya sangat tidak suka.


"Hei, ngapain kamu mencium istri, ku? Tidak ada yang boleh menciumnya!" ucap Karan. Yang mendengar jadi ketawa Mendengar ucapan Karan.


"Ya, ampun. Aku sudah menganggap Angel adik ku! Lihat saja, kalau dia sadar nanti aku akan memberitahunya." ucap Bella dengan kesal, karena Karan membentaknya.

__ADS_1


Semuanya jadi ketawa. Ketawa mereka berhenti karena Faisal masuk kedalam ruangan Angel secara tiba-tiba. Semuanya merasa tegang. Karena saat ini wajah Karan sudah tampak marah.


Faisal tahu kalau kehadirannya, membuat Karan yang tadi sudah ceria kini tidak lagi. Faisal memberanikan diri untuk mendekati Faisal, dia pasrah kalau Karan memukul wajahnya lagi. Dan tiba-tiba Faisal berlutut dihadapan Karan.


"Maaf! Aku sudah membuat istri kamu seperti itu. Aku siap menerima hukuman dari, mu. Kalau kamu mau menjebloskan aku kedalam penjara aku siap. Maaf!" ucap Faisal. Karan yang berdiri didepan Faisal langsung mengepalkan tangannya dan kini sudah bersiap melayang ke wajah Faisal. Semuanya sangat takut kalau Karan kembali brutal memukul Faisal.


Hal yang tidak diduga, tangannya yang sudah di udara dengan di kepal, tiba-tiba langsung mengulurkan tangannya kepada Faisal untuk membatu Faisal berdiri.


Faisal sangat kaget dengan respon dari Karan, padahal dia tadi sudah menutup matanya ketika tangan Karan sudah mau siap menuju wajahnya. Faisal yang tadi menundukkan wajahnya, kini menatap wajah Karan yang sedang melihat dirinya.


"Bangkitlah!" ucap Karan dengan lembut. Faisal agak ragu mengulurkan tangannya untuk menyambut uluran tangan Karan. Karan melihat Faisal sangat ragu, kemudian secara paksa dia menarik tangan Faisal.


"Ah, lama amat, sih!" ucap Karan sambil menarik tangan Faisal untuk membuatnya berdiri.


"Aku sudah memaafkan kamu. Lupakan semuanya. Yang penting kamu sudah menyadari kesalahan, mu!" Ucap Karan. Faisal pun langsung memeluk Karan.


"Terimakasih, bisakah kita seperti dulu lagi jadi seorang sahabat?" tanya Faisal.


"Tentu saja!" ucap Karan. Kini merekapun langsung berpelukan lagi ala khas pria. Semuanya tertawa bahagia.


***


Sudah 2 Minggu Angel koma, Karan selalu setia menjaga Angel. Dia tidak pernah pergi jauh dari Angel. Dia hanya pergi keruangan bayi saja, untuk melihat perkembangan putranya.


Meskipun papanya yang urus perusahaannya, Karan tetap memantau semuanya dari laporan yang dikirim Frans padanya. Frans tetap bersama Karan di Jerman.


Marco dan Mike juga masih tetap di Jerman. Sedangkan Bella dan Zaky sudah kembali ke LA seminggu yang lalu. Bella melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. Tapi, dia selalu bertanya bagaimana perkembangan keadaan Angel pada Keira. Karena sebelum mereka balik, Bella minta nomor Keira supaya dia bisa menghubungi Keira.


Sedangkan Faisal dia tetap di Jerman. Karena dia mengurus hotelnya yang di jerman. Kalau dia tidak sibuk dengan pekerjaannya, dia pasti kerumah sakit melihat keadaan Angel.


Karan dan keluarganya sangat senang karena putranya Karan dan Angel sudah bisa keluar dari inkubator. Mayang dan Javi langsung terbang ke Jerman setelah mendengar diri Keira.


Mereka tidak sabar ingin menggendong cucu mereka, selama ini mereka hanya bisa melihatnya dari kaca saja. Mereka menunggu suster untuk membawa cucu mereka keruangan Angel.


"Maaf, pak Karan ini putra anda?" ucap suster itu. Karan pun langsung menggendong putranya.


"Terimakasih suster!" ucap Karan. Karan langsung mencium pipi putranya yang sangat mengemaskan baginya.


"Sayang, mama ingin menggendong cucu mama!" rengek Mayang.


"Eits, tunggu dulu kakeknya yang duluan menggendongnya!" ucap Javi sambil mengambil alih cucunya. Mayang sangat kesal pada suaminya.

__ADS_1


"Kan aku duluan yang minta!" ucap Mayang.


"Sabar sayang, aku hanya ingin memeluknya sebentar!" ucap Javi.


Javi langsung mencium cucunya dengan gemas. Kemudian dia memberikan pada istri nya.


"Mas, cucu kita benar-benar sangat ganteng ya!" ucap Mayang sambil mengelus wajah cucunya.


"Sayang, ini aunty Keira!" ucap Keira dengan senyum sambil memainkan jemari keponakannya.


"Karan, kamu sudah memberikan nama untuk anak kamu?" tanya Javi.


"Aku akan memberikan nama untuknya saat istri aku sadar pa! Aku punya firasat sebentar lagi dia kaan bangun dari tidurnya." ucap Karan sambil melangkah mendekat kearah Angel dan mencium kening Angel.


Tiba-tiba putra Karan dan Angel menangis. Mayang berusaha menenangkan cucunya. Mereka berusaha membuat supaya anaknya Karan dan Angel diam.


Sedangkan Angel di alam sadarnya, dia tampak senyum bahagia dipangkuan mamanya dan papanya terus mengelus rambutnya. Tampak wajah bahagia di wajahnya, tapi setelah mendengar suara tangis bayi, Angel langsung bangkit berdiri.


"Ma, sepertinya anak Angel menangis ma!" ucap Angel panik. Mama dan papanya mendekati Angel.


"Sayang sudah waktunya kamu pulang! Suami dan anak kamu sangat membutuhkan kamu! Kami sangat senang melihat putri kami baik-baik saja. Pulang, lah nak!" ucap Mamanya.


"Tapi, ma. Angel masih kangen bersama kalian!" ucap Angel menangis.


"Sayang benar kata mama, mu! Mereka sangat membutuhkan kamu sayang! Pulang, lah!" ucap papanya.


Kemudian Angel memeluk papa dan mamanya. Dan mamanya telah menghilang dari hadapannya.


"Mas, anak ku! Aku pulang!" ucap Angel dengan menangis.


***


Melihat anaknya terus menangis, Karan langsung mengambil alih anaknya dari tangan Keira. Berharap anaknya kembali tenang. Dan dengan tiba-tiba putranya langsung diam.


"Ternyata cucu oma ingin digendong sama papanya!" ucap Mayang sambil mengelus pipi anaknya Karan.


Mereka tidak sadar, kalau Angel sudah terbuka matanya. Angel melihat semuanya sangat sayang pada anaknya. Dan dia tersenyum ketika anaknya berhenti menangis saat Karan yang menggendong anaknya.


Angel bisa terbangun, karena mengikuti sumber suara tangis anaknya. Dia melihat suatu cahaya dan dari cahaya itu dia mendengar jelas suara anaknya.


"Mas!" ucap Angel dengan suara yang pelan. Mereka yang tadi pada ketawa langsung terdiam mendengar suara. Meskipun suara Angel pelan, mereka masih bisa mendengarnya. Karan merasakan detak jantungnya berdetak lebih cepat. Dia langsung melihat kearah tempat tidur istrinya.

__ADS_1


Karan sangat terkejut melihat istrinya kini sudah sadar kembali. Tidak hanya Karan yang kaget, tapi semua yang didalam juga kaget. Mayang langsung mengambil alih cucunya dari tangan Karan. Karan berjalan mendekati Angel dengan gugup. Dia takut apa yang dilihatnya saat ini hanyalah sebuah mimpi.


☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2