
Entah kenapa Karan, melihat kebahagian Bella bersama pria lain membuat hatinya sakit. Apakah karena dia masih mencintai Bella atau karena dia tidak pernah melihat kebahagian bersama dirinya.
"Bos apa anda baik-baik saja?" tanya Frans dengan hati-hati karena sejak dari tadi Karan terus diam saja.
"Karan!" panggil Frans dengan suara agak menekan, karena tidak mendengar jawaban dari Karan.
Mendengar suara Frans yang memanggilnya, Frans langsung sadar dan melihat kearah Frans melalui kaca spion mobil.
"Ya, Frans! Ada apa?" tanya Karan.
Frans melihat bosnya dari kaca mobil jadi cemas melihat bosnya seperti itu.
"Kar, apa kamu baik-baik saja?" tanya Frans lagi, kini Frans tidak memanggil Karan bos, tapi menggunakan namanya. Karan tidak marah, karena Frans memanggilnya dengan nama. Karena sebenarnya dari dulu Karan menyuruh Frans memanggilnya dengan namanya saja kalau tidak ada orang. Tapi, karena sikap profesional nya, dia memanggil Karan, bos.
Karan tahu kalau saat ini sahabatnya itu, sedang mengkuatirkan dirinya.
"Aku tidak tahu!" ucap Karan, karena dia memang tidak tahu perasaannya sendiri.
Saat Karan lagi memikirkan perasaanya, dia mendapat pesan.
📨 "Sayang, apa kamu punya waktu nanti malam?" pesan dari Bella.
📨 "Punya. Jam 9 malam, kita jumpa di cafe Xx Frans yang akan menjemput mu!" balas Karan.
Karan langsung memberitahu Frans kalau dia akan menjemput Bella dan membawa Bella keruang kerjanya. Frans sebenarnya ingin protes, dia tidak ingin terlibat dengan urusan Karan dan Bella lagi. Karena dia memikirkan bagaimana perasaan Angel kalau dia tahu Karan dan Bella bertemu. Tapi, karena profesional, Frans hanya bisa ikuti perintah saja.
***
Angel merasa bahagia karena seharian dia bersenang-senang sama Marco, Mike dan Keira. Angel memutuskan tinggal dirumah mertuanya, karena dia malas kalau sendiri di apartemen nya.
"Wah anak-anak mama belanja apaan saja?" tanya Mayang pada putri dan menantunya yang baru saja pulang sambil membawa paper bag.
"Biasa, ma. Hanya beli belanja baju saja" ucap Keira dengan senyum, bahagia.
__ADS_1
"Ya, sudah kita makan malam dulu ya! Marco dan Mike harus makan juga ya!" ucap Mayang, ketika Mike dan Marco baru saja masuk kedalam rumah.
"Baik Tante. Kebetulan Marco sudah lapar, apalagi kaki ku sudah lelah karena 2 wanita ini!" ucap Marco. Marco dan Mike sudah seperti bodyguard Angel dan Keira selama mereka berada di mall. Marco dan Mike sebenarnya ingin pulang karena lelah menemani mereka belanja, tapi setiap dia bilang mau pulang pasti Angel langsung ngambek.
Flass back
Angel dan Keira yang lagi sibuk memilih baju, dihampiri Marco dan Mike.
"Dek, sudah siap belum? Kalau belum kakak pulang duluan, ya!" ucap Marco dengan wajah yang lesu. Mendengar ucapan Marco, Angel langsung menatapnya tajam.
Melihat tatapan tajam Angel, Marco langsung mengerti dia tidak diijinkan pulang duluan. Marco dan Mike hanya mengikuti mereka dari belakang. Angel melihat baju hamil yang lagi diskonan. Angel langsung mengajak Keira untuk memilih baju untuknya.
Setengah jam lebih Angel dan Keira mencoba baju-baju yang ada di butik itu, Marco yang berdiri diluar butik sudah merasakan kakinya butuh istirahat. Dia mencoba memberitahu Angel sekali lagi, kalau dia mau istirahat.
Tapi sama saja dengan yang tadi, Angel langsung menatapnya tajam. Cobaan ketiga kalinya Marco Sampai kaget dengan hasilnya.
"Hiks...hiks..hiks...Kakak tega sama meninggalkan adik kakak yang lagi hamil ini? Hiks...hiks..." Angel menangis karena Marco mau bilang pulang duluan. Karena tidak tega dengan nangisnya Angel, Marco langsung memeluknya dan minta maaf. Dengan secepat kilat, Angel langsung senyum bahagia dan mengajak Keira untuk belanja pakaian dalam yang baru untuk mereka.
Marco dan Mike sangat bingung melihat tingkah Angel kali ini. Ini pertama kalinya Angel belanja baju sangat banyak.
"Iya, aku tahu. Lagian, aku memang tidak tega melihat adik ku menangis seperti itu"
Setelah puas dengan keliling mall, barulah Angel dan Keira minta pulang.
"Kakak, yuk kita pulang! Kami sudah puas!" ucap Angel dengan senyum bahagia. Mendengar kata pulang, membuat Marco dan Mike tersenyum bahagia, malahan kalau itu tempatnya sepi mungkin Marco dan Mike pasti akan berteriak kebahagian. Seakan mereka bebas dari penderitaan.
Flass back end
"Hahaha. Sorry ya, kak! Kami tadi buat kakak capek!" ucap Angel dengan merasa bersalah.
"Iya, kak. Maaf ya!" ucap Keira dengan wajah sedih.
Melihat wajah sedih dari dua wanita cantik yang didepannya, membuat dia merasa kasihan. Marco langsung merangkul dua wanita itu.
__ADS_1
"Sudah, tidak apa-apa" ucap Marco sambil menatap Angel dan Keira secara bergantian. Tapi entah kenapa disaat dia menatap mata Keira, jantungnya Marco berdetak lebih cepat. Dia dengan cepat menagihkan pandangannya kearah lain dan melepaskan rangkulannya dibagi Keira. Hanya Angel saja yang masih dia rangkul. Keira yang melihat Marco masih merangkul Angel, merasa sedih.
"Ya, sudah kita makan dulu. Papa sudah nunggu kita" ucap Mayang sambil melangkah keruang makan. Merekapun langsung mengikuti Mayang dari belakang.
"Angel tidur disini saja ya, sayang!" ucap Mayang yang masih menikmati makanannya.
"Iya, ma. Tadi Angel sudah memang punya rencana untuk tidur disini. Oh, ya bisa tidak Angel nginap disini sampai Karan pulang?" tanya Angel.
"Ya, boleh sayang! Kami senang kamu tinggal disini" ucap Mayang dengan wajah bahagia.
"Benar, nak. Kami juga bisa tenang kalau kamu disini" ucap Javi.
"Kakak, tidur sama Keira ya! Keira dari dulu ingin sekali punya kakak perempuan supaya ada teman cerita-cerita sebelum tidur" ucap Keira sambil bergelut manja ditangan Angel dengan senyum bahagia.
Marco yang melihat tingkah manja Keira membuatnya jadi sport jantung lagi. Sehingga dia mengalihkan pandangannya supaya tidak melihat kearah Keira.
Angel sangat senang keluarga dari suaminya menerima, apalagi mertuanya memperlakukannya sangat baik seperti anak kandung sendiri.
"Marco dan Mike juga mau tidur disini?" tanya Mayang.
"Tidak, Tante. Kami pulang saja, besok saya harus pergi ke Singapore ada urusan bisnis. Saya jadi tenang setelah mendengar adik saya tinggal disini. Jadi, sewaktu saya pergi saya bisa tenang." ucap Marco.
"Berapa hari kakak disana?" tanya Angel dengan sedih.
"Hanya 3 hari. Tenang saja, kalau ada yang kamu butuhkan dari kakak, hubungi kakak segera" ucap Marco, karena dia tahu kini Angel sangat sedih karena dia pergi. Angel pun hanya mengangguk kepala saja.
***
Karan kini sudah berada didalam restoran yang sudah di tentukan nya. Tak butuh lama, wanita yang ditunggunya sedang berjalan kearahnya ditemani Frans dari belakang.
Karan langsung berdiri dari kursinya, untuk menyambut Bella. Ya, wanita yang ditunggunya tadi adalah Bella. Saat Bella mau mendekat, tiba-tiba Bella keseleo dan membuat dia hampir jatuh. Dan dengan cepat Karan menangkap pinggang Bella. Kalau orang melihat mereka seperti mereka sedang berpelukan. Frans yang melihatnya, sempat terkejut tapi dia hanya diam saja. Dan tanpa sadar merka, seseorang telah mengambil foto mereka. Karan langsung membantu Bella untuk duduk.
"Maaf, ya sayang!" ucap Bella dengan lembut. Orang, itu juga mengambil foto Karan yang sedang membantu Bella duduk.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️
Maaf, ya baru bisa Up...🙏🏻