Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Membantu


__ADS_3

Kini Zoya sudah berada diruang UGD, memeriksa Angel. Setelah itu, Zoya menyuruh perawat untuk memindahkan Angel keruangan VVIP, karena dia sudah tahu siapa Angel.


"Pindahkan nona Angel keruangan VVIP" ucapnya, kemudian dia keluar ruangan. Disana dia melihat Karan yang sangat gelisah. Karan yang melihat Zoya sudah keluar dari ruangan, dia langsung mendekat pada Zoya.


"Bagaimana istriku?" tanya Karan dengan cemas. Frans yang berada dekat Karan sangat terkejut mendengar ucapan bosnya.


"Apa aku tidak salah dengar? Baru kali ini bos bilang kalau nona Angel adalah istrinya!" Gumam Frans dalam hatinya.


Zoya tersenyum melihat kearah Karan.


"Aku akan jelaskan tapi di ruangan, ku!" ucap Zoya. Zoya melihat kearah Frans yang dari tadi berdiri disamping Karan, Frans yang merasa dirinya diperhatikan Zoya jadi grogi. Mereka pun melangkah kan kaki mereka keruangan Zoya.


"Bos, saya akan menunggu disini saja!" ucap Frans. Karan pun hanya mengangguk kepalanya. Hanya Karan sajalah yang berada di ruangan Zoya, dan kini dia sudah duduk didepan meja Zoya.


"Kar, sepertinya Angel mengalami banyak tekanan, tadi dokter kandungannya juga sudah periksa kandungan Angel saat ini sangat lemah. Inilah yang menyebab kan dia pingsan. Apa kalian sedang ada masalah?" Karan yang mendengarnya sangat terkejut.


"Tidak ada. Apa yang harus aku lakukan?"


"Jangan buat dia banyak pikiran, buatlah suasana hati nya bahagia. Oh, ya dari pemeriksaan tadi juga sepertinya perutnya kosong, jadi itu juga salah satu yang membuat dia pingsan"


"Iya, tadi pagi dia tidak sarapan. Saat dia mau sarapan dikantor, dia langsung muntah-muntah. Apa dia punya maag?" tanya Karan yang sangat bingung melihat Angel terus muntah.


"Hahaha. Itu biasa bagi wanita hamil. Itu namanya morning sickness"


"Baiklah. Apa aku sudah bisa melihatnya?" tanya Karan.


"Bisa. Kami sudah pindahkan dia keruangan VVIP. Ingat jangan buat dia banyak pikiran!"


"Iya, terimakasih Zoy" Zoya pun hanya menganggukkan kepalanya saja dengan tersenyum.

__ADS_1


***


Bella yang kini berada di Singapura sedang melakukan pemotretan dengan seorang pria yang sangat tampan. Pria itu selalu melirik Bella, Bella yang tahu itu hanya diam saja. Bella tidak tahu kenapa saat pria itu dekatnya jantungnya sangat berdetak lebih cepat. Kini saatnya mereka beristirahat. Bella ingin pulang ke hotel tempat dia menginap, karena dia ingin istirahat karena besok dia ada pemotretan lagi. Saat dia mau pulang, pria yang pasangannya tadi menghampirinya.


"Hai, Kamu mau pulang?" tanya pria dengan senyum.


"Iya." ucap Bella dengan lembut.


"Boleh kenalan? Namaku Zaky" ucapnya sambil mengulurkan tangannya.


"Bella" ucap Bella.


"Mau makan malam bareng?" tanya Zaky. Zaky adalah seorang model. Sebenarnya Zaky memiliki usaha di bidang Entertainment, sudah banyak model yang diterbitkannya menjadi sangat terkenal. Banyak para model ingin mengincar supaya mereka dapat di bawah naungan milik Zaky. Tapi tidak ada yang tahu siapa CEO nya sebenarnya. Kalau kenapa Zaky juga jadi model, sebenarnya hanya ingin menuangkan hobinya saja. Bella sebenarnya bekerja dibawah naungan milik perusahaan Zaky. Tapi mereka tidak pernah ketemu, apalagi dipasangkan jadi pasangan dalam pemotretan. Zaky bekerja jadi model, kalau dia bosan dengan pekerjaannya.


"Boleh" jawab Bella. Zaky sebenarnya sangat menyukai Bella dari sejak awal Bella masuk kedalam perusahaannya. Kenapa dia bisa ada di Singapura, itu semua adalah rencananya. Dia sudah tidak tahan lagi memendam cintanya untuk Bella. Dia ingin sekali dekat dengan Bella.


Kini mereka sudah didalam restoran. Tampak wajah bahagia dari Bella saat ngobrol dengan Zaky. Dia tidak pernah ketawa bebas kalau bersama Karan. Kalau sama Karan dia selalu menunjukkan sisi sikap dewasanya didepan Karan. Selesai makan malam, Zaky mengantar Bella ke hotel dimana Bella nginap. Ternyata mereka satu hotel.


***


"Bos, sudah waktunya makan siang!" ucap Frans karena dia melihat jam sudah menunjukkan jam 12 siang. Ya, dari tadi Angel juga belum sadar. Dia masih saja menutup matanya.


"Aku belum selera, kamu kembalilah ke kantor. Semuanya ku serahkan ditangan mu sementara. Jika ada yang mendesak hubungi aku!" ucap Karan yang kini masih setia menatap wajah Angel yang sangat pucat.


"Tapi, bos." perkataannya langsung terpotong karena Karan yang memotong.


"Tidak ada bantahan!" ucap Karan dengan tegas.


"Baik, bos. Saya permisi dulu" ucap Frans. Sebenarnya Frans tidak tega melihat Karan seperti itu. Dia tahu saat ini pasti Karan masih merasa bersalah.

__ADS_1


Karan terus menatap Angel dengan wajah sedih.


"Maaf, aku sudah membuat kamu seperti ini" gumam Karan sambil menggemgam tangan Angel. Karan merasakan tangan Angel mulai bergerak, Karan langsung melihat Angel. Pelan-pelan mata Angel sudah mulai terbuka. Angel melihat cahaya lampu dan dinding yang serba putih.


"Kamu sudah bangun?" ucap Karan sambil mengelus wajah Angel dengan lembut dengan tangan sebelah kirinya, sedangkan tangan sebelah kanannya masih menggemgam tangan Angel.


Angel langsung melihat kearah sumber suara. Angel melihat wajah Karan dengan sayu. Angel tidak menanggapi pertanyaan Karan, dia masih diam saja.


"Apa kamu masih merasakan sakit? Apa kamu lapar?" tanya Karan lagi.


"Tidak ada. Aku hanya lapar saja, mas!" ucap Angel dengan suara yang masih lemah.


"Baiklah, aku akan menyuapi kamu makan. Sekarang sini aku bantu kamu duduk dulu!" ucap Karan yang kini langsung membantu Angel untuk duduk. Angel sangat bingung dengan tingkah Karan yang sangat lembut padanya. Angel tiba-tiba teringat dengan kemesraan Karan dan Bella tadi pagi.


"Aku bisa makan sendiri" ucap Angel sambil mengambil sendok dari tangan Karan, padahal Karan sudah mulai menyuapinya.


"Tidak bisa, kamu masih sakit. Aku yang akan membantu kamu" ucap Karan dengan tegas dan langsung mengambil sendoknya lagi dari tangan Angel. Angel pun jadi pasrah saja, karena Angel melihat mata Karan yang tajam padanya. Akhirnya Karan pun menyuapi Angel makan, sedikit demi sedikit Angel memakannya. Setelah selesai Angel makan, Karan langsung membersihkan Angel minum dan membersihkan mulut Angel.


"Maaf, mas bisakah kamu tolong panggilkan suster?" ucap Angel dengan pelan. Karan langsung melihat ke Angel.


"Apa kamu perlu sesuatu?"


"Ehm. Aku mau ingin ke toilet, mas!" jawabnya dengan gugup.


"Aku yang akan membantu kamu!"


"Tapi, mas!" Angel tidak melanjuti protesnya karena Karan langsung menggendong Angel.


"Aku akan meninggalkan kamu, tapi kalau kamu mau perlu sesuatu panggil aku!" ucap Karan dan langsung melangkah keluar. Angel jadi semakin bingung dengan Karan. Akhirnya Angel selesai dari toilet, saat dia membuka pintu toilet, Karan masih berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"Mas!" panggil Angel. Karang langsung memutarkan tubuhnya kebelakang. Dia melihat Angel sudah berdiri depan pintu. Tanpa aba-aba dia langsung menggendong Angel menuju kasurnya Angel. Angel Marasa sangat malu.


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2