Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Mengantar Marco


__ADS_3

Angel turun kebawah, dan dia melihat mama mertuanya sedang menyusun makanan di meja makan. Angel pun langsung menghampiri mertuanya, dan meminta ijin akan pergi kerumah Marco untuk mengantar Marco ke bandara. Angel memberitahu bahwa kakaknya pagi ini akan kembali ke LA, mertuanya pun mengerti.


***


Kini Angel, Marco, Mike, Cinta dan Adelio sudah berada di bandara. Angel sangat sedih Marco yang seperti kakak kandung sendiri, akan pergi jauh darinya. Padahal selama ini Marco memang selalu pergi, tapi kali ini berbeda, Marco akan pergi jauh darinya, tidak ada yang tahu kapan Marco akan kembali lagi.


"Jagoan om ingat ya, jaga papa dan mama mu! Jangan nakal ya sayang!" ucap Marco pada Adelio yang berada dalam gendongannya. Adelio yang sudah mengerti apa yang dikatakan Marco, langsung menganggukkan kepalanya.


"Baik om!" ucap Adelio sambil memeluk Marco. Setelah berbicara pada keponakannya, Marco pun langsung menurunkan Adelio dari gendongan nya. Lalu Marco langsung melihat kearah Angel, dia melihat Angel terus menangis.


Marco pun langsung menarik Angel kedalam pelukannya.


"Malaikat kakak jangan seperti ini. Kalau seperti ini, pasti cantiknya akan hilang!" ucap Marco dengan canda. Mendengar ucapan Marco, Angel langsung memukul dada Marco dengan tangannya.


"Kak Marco!" ucap Angel dengan kesal, karena Marco meledeknya.


"Hahahaha. Tenang sayang! Kakak akan selalu memberi kabar pada mu dan Kita pasti akan berkumpul lagi!" ucap Marco sambil mengelus rambut Angel dengan lembut dan tersenyum. Angel pun hanya bisa mengangguk kepalanya saja. Setelah tenang, Angel pun melepaskan pelukannya dari Marco, dan langsung memeluk Mike.


"Kak Mike jaga kesehatan, kakak ya! Dan aku minta tolong jaga kak Marco! Kalau ada waktu, kami akan datang mengunjungi kalian!" ucap Angel


"Baik, nona!" jawab Mike, Mike membalas pelukan dari Angel. Setelah mengucapkan apa yang dikatakannya pada Marco dan Mike, kini Angel ingin mengatakan sesuatu pada Cinta. Karena belakangan ini hubungan mereka jadi semakin dekat, mereka selalu saling bertukar cerita. Angel langsung mengambil tangan Cinta dan menggemgam nya.


"Aku senang mbak ikut bersama mereka. Aku ingin menitipkan kakak ku pada mbak. Kalau merek berbuat kesalahan, tolong kabari aku. Jangan pernah kasih mereka minum alkohol berlebihan" ucap Angel. Cinta pun langsung memeluk Angel.


"Tenang saja, aku akan memberitahu pada mu, apa saja yang mereka lakukan setiap hari!" ucap Cinta.


Akhirnya, mereka pun langsung berpamitan pada Angel dan Adelio.

__ADS_1


***


Keira melihat kakaknya turun sendiri dari kamarnya. Setelah kakaknya sampai dimeja makan, Keira ingin bertanya pada kakaknya dimana kakak iparnya dan keponakannya.


"Kak, dimana kak Angel dan Adelio?"


"Mereka sudah dari tadi pergi!" jawab Marco santai.


"Pergi kemana?" tanya Keira bingung.


"Mengantar Marco ke bandara!" jawab Karan yang sambil menikmati makanannya.


"Balik? Kenapa tidak ada yang kasih tahu sama Kei? Kei ingin ketemu sama kak Marco juga loh, kak!" ucap Keira kesal. Marco hanya diam saja, dia saja pun juga bingung. Tiba-tiba saja Marco Reus Ngin kembali ke LA, dan lagi dia juga tidak boleh tahu kalau dia k kembali ke LA.


***


Setelah mengantar Marco ke bandara, Angel bersama putranya, memilih pergi kekantor suaminya.


Sesampai mereka dilantai yang paling atas, ruangan Karan. Angel tidak menemukan siapapun di ruangan Karan.


"Sayang, sepertinya papa lagi ada rapat!" ucap Angel pada putranya yang berada di gendongnganya.


"Papa!" ucap Adelio. Angel mengerti saat ini putranya ingin bertemu suaminya. Angel pun langsung menghubungi suaminya, tapi Karan tidak juga mengangkat nya. Berkali-kali Angel mencoba menghubungi suaminya. Karena tidak juga dijawab, Angel pun meneruskan akan menunggu suaminya dituangkan suaminya.


"Baiklah, kita akan menunggu papa disini!" ucap Angel. Angel dan Adelio pun masuk keruangan Karan.


Angel dan Adelio pun bermain di ruangan Karan. Tak terasa waktu sudah menunjukkan jam 1 siang. Suaminya sampai sekarang belum kembali keruanganya. Angel pun melihat putranya yang sudah kelihatan lelah. Angel yang sudah memberikan putranya makan sambil bermain tadi, jadi tidak merasa kuatir kalau putranya mau tidur.

__ADS_1


"Sayang kamu mau tidur?" tanya Angel yang duduk disebelah putranya. Adelio langsung naik kepangkuan mamanya.


"Lio mau papa!" ucap Adelio pada Angel. Angel pun hanya menghela nafasnya.


"Papa masih sibuk sayang! Kita bobok dulu, ya. Tenang saja kita bobo disini, sambil nunggu papa!" ucap Angel. Adelio pun mengangguk-angguk kepalanya.


Angel pun ke kamar pribadi milik suaminya yang dikantornya. Tak butuh waktu yang lama, Angel dan Adelio sudah masuk ke alam mimpi.


***


Karan, Frans dan seorang perempuan yang bajunya kelihatan tampak sexi baru memasuki perusahaan. Semua mata tertuju pada mereka karena Ini pertama kali Karan masuk ke perusahaan melewati loby perusahaanya, padahal biasanya Karan selalu melewati parkiran yang khusus untuk CEO dan langsung masuk lift menuju ruangannya.


Mereka langsung menundukkan kepalanya sebagai tanda hormat mereka pada CEO mereka.


Banyak dari para pegawai yang bertanya-tanya siapa wanita yang disamping CEO mereka. Sedangkan wanita yang berjalan bersama mereka hanya senyum-senyum sendiri. Dia merasa senang, semua orang iri padanya karena berada di samping Karan.


Mereka pun langsung masuk ke lift yang dikhususkan untuk dirinya. Sesampai dilantai atas, Karan langsung masuk ke ruangannya dengan diikuti Frans dan wanita itu. Karan pun langsung duduk di kursi kebesarannya.


Karan belum menyadari kalau istri dan anaknya berada di ruangannya. Seperti biasa Karan selalu dengan wajah dinginnya menatap wanita yang tadi mengikutinya. Wanita itu tidak takut dengan wajah dingin Karan, dengan percaya diri dia menatap Karan.


"Ah senangnya melihat wajah tampannya. Aku harus bisa mendapatkannya. Kenapa dia melihatku seperti itu? Apa dia tertarik pada ku?" gumam wanita itu.


"Hai nona saat mulai hari ini kamu akan menjadi sekretaris CEO kita!" ucap Frans yang berdiri disamping Karan. Wanita itu langsung menatap Frans dengan tersenyum.


"Baik, pak! Ruangan saya dimana pak?" tanya wanita itu dengan lembut.


"Meja anda didepan ruangan Tuan Karan! Jika anda ingin bertanya sesuatu tanyakan saja pada saya. Dan ingat sesuai wawancara tadi, apa saja yang saya beritahu tadi. Jangan pernah ada yang masuk keruangan CEO. Dan anda tidak boleh masuk kesini, sebelum perintah dari CEO!" ucap Frans lagi.

__ADS_1


"Baik, pak! Saya permisi dulu!" ucap wanita itu. Wanita itupun langsung keluar ruangan Karan dan duduk di kursinya, dia melihat papan nama kecil yang tertulis sekretaris. Wanita itu sangat bangga yang telah berhasil jadi CEO perusahaan besar. Apalagi atasannya sangat tampan.


***


__ADS_2