
Setelah Zoya memeriksanya, Zoya menatap Angel dengan lembut.
"Keadaan kamu sudah benar-benar pulih. Usahakan kalian periksa ke bagian oxbigin, ya." ucap Zoya. Zoya langsung melirik Karan dengan tajam. Dan langsung menghampiri Karan dan menepuk bahunya.
"Jaga istrimu baik-baik!" ucap Zoya, Karan langsung melihat kearah Zoya. Dan Karan hanya menganggukkan kepalanya saja.
***
Setelah kepergian Zoya, suasana menjadi terasa hening. Karan bangkit dari tempat duduknya dan mendekat kearah Angel. Angel tahu saat ini Karan mendekatinya. Angel langsung memunggungi Karan. Dia tidak ingin melihat Karan saat ini. Karan tahu saat ini Angel tidak ingin melihatnya. Tapi dia harus menyelesaikan masalah mereka, sebelum semakin rumit.
"Gugurkan saja dia!" ucap Karan pada Angel. Angel yang mendengar ucapan Karan bingung. Karena Angel tidak tahu saat ini dia lagi hamil.
"Apa maksud kamu, mas? Gugurkan? Apa yang digugurkan?" ucap Angel dengan raut wajah yang bingung.
"Yang ada didalam kandungan kamu!" Ucap Karan dengan dingin.
"Kandungan? A..apa aku hamil?" tanya Angel. Karan hanya diam saja. Angel langsung mengerti dari diamnya Karan. Berarti benar saat ini dia lagi hamil. Anak dari Karan. Angel jadi semakin menangis. Apalagi dia merasakan sakit di dadanya mendengar ucapan Karan kata gugurkan anaknya.
"Pergi! Pergi!" teriak Angel pada Karan sambil menangis. Karan sangat bingung jadinya.
"Ah.." teriak Karan frustasi karena Angel menangis dan mengusirnya. Karan pun pergi dari ruangan kamar rawat Angel. Setelah setengah jam Angel baru bisa tenang. Angel memutuskan dia pergi periksa kandungannya sendiri. Angel sangat senang melihat Adah mahluk hidup yang hadir didalam kandungannya. Saat dia melihatnya, air matanya mengalir. Dia berdoa dalam hatinya semoga anaknya selalu sehat didalam rahimnya.
__ADS_1
"Nyonya, kandungan anda saat ini memasuki 2 Minggu dan masih sangat rentan. Usahakan suasana hati ibu selalu bahagia dan jangan sampai stress. Saya akan kasih ibu vitamin supaya janinnya sehat." ucap Dokter kandungan yang berada dirumah sakit dia dirawat.
Setelah memeriksa kandungannya, Angel meminta Zoya mengijinkannya pulang. Akhirnya Angel diijinkan pulang setelah dibujuk Angel. Angel dijemput dengan Marco. Karena Angel tidak membawa Hp dia meminjam telepon rumah sakit untuk menelpon Marco. Tidak ada satupun yang tahu kalau Angel sudah pulang. Didalam perjalanan pulang Angel menceritakan semuanya. Marco sangat marah, Marco ingin sekali memukul Karan. Tapi karena Marco sudah janji tidak akan berbuat apa-apa pada Karan akhirnya dia hanya bisa menahan amarahnya. Marco mengantar Angel sampai ke apartemen Karan. Sesampai dalam Apartemen Angel, Mike dan Marco tidak satu orangpun yang ada didalam.
"Dek, kamu yakin disini? Apa tidak lebih baik tinggal dirumah kakak saja?" ucap Marco dengan gelisah, mengingat perilaku Karan kasar pada Angel.
"Tidak apa-apa kak. Kakak dan kak Mike pulang, lah. Terimakasih sudah mengantar Angel pulang." ucap Angel tersenyum.
"Baiklah. Telepon kakak kalau kamu perlu sesuatu" ucap Marco sambil. Angel pun mengangguk kepalanya dengan senyum. Marco dan Mike pun pulang.
***
Setelah Karan merasakan ketenangan, dia kembali kerumah sakit untuk berbicara pada Angel. Saat dia masuk keruangan, Karan melihat ruangan itu sudah kosong, dan dia melihat perawat didalam lagi membersihkan tempat Angel tidur semasa dia dirawat.
"Oh, nyonya Angel tadi sudah pulang, pak" ucap salah satu perawat.
"Siapa yang jemput?"
"Katanya sih, kakak dari nyonya Angel" Karan langsung tahu siapa yang jemput Angel. Karena dia sudah tahu kalau Marco sudah sah menjadi saudara angkat Angel. Karena Angel sudah dimasukkan Karan kedalam kartu keluarganya. Karan langsung pergi, dan melajukan mobilnya kearah apartemen miliknya. Dia berharap Angel berada disana. Sesampai disana Karan langsung berlari memasuki apartemen nya. Saat dia membuka pintu, Karan melihat Angel sudah duduk di sofa ruang tamu mereka. Angel menatap Karan dengan tajam. Sedangkan Karan dia melihat mata istrinya saat ini sangat dingin padanya. Karan duduk di sofa dekat istrinya.
"Kenapa kamu sudah pulang, seharusnya kamu masih dirawat" ucap Karan dengan lembut pada Angel. Angel terus menatap Karan dengan tajam, dia tidak mau menjawab pertanyaan Karan.
__ADS_1
"Maaf, aku sudah menyuruh kamu untuk menggugurkannya!" ucap Karan dengan menyesal. Tapi Angel tetap diam saja. Setelah Beberapa menit kemudian dia
"Aku sudah memutuskan aku tidak akan pernah meminta kamu bertanggung jawab atas anak, ku. Meskipun dia sudah ada perjanjian kita akan tetap jalan. Dia akan ikut bersama, ku. Aku akan melakukan tanggung jawab, ku sebagai seorang istri sampai waktunya tiba. Dan jika mama dan papa bertanya dan menyuruh mas, menemani aku periksa kandungan ku, aku akan yang jawab mereka. Aku janji tidak akan memberitahu pada pacar kamu, mas ini latar belakang anak ini" ucap Angel dengan dingin. Karan yang mendengarnya dia merasakan sakit di dadanya. Dia tidak tahu kenapa di saat Angel mengatakan kata "anak ku" seakan dia tidak terima. Setelah mengatakan semuanya Angel melangkahkan kakinya masuk ke kamarnya meninggalkan Karan yang masih setia duduk.
Angel langsung menutup kamarnya, dan dia langsung menidurkan tubuhnya dan dia menutup wajahnya dengan selimutnya. Didalam selimut dia menangis meluapkan kesedihannya. Karan yang ditinggalkan Angel, memilih masuk kedalam ruang kerjanya. Dia duduk di kursinya sambil menatap langit-langit kamarnya. Karan menatapnya dengan pandangan kosong. Sudah hampir satu jam, Karan seperti itu. Dia sadar karena telepon dari mamanya.
"Nak, mama didepan apartemen kamu buka pintunya sekarang!" ucap Mayang dengan kesal dan langsung mematikannya sebelum Karan menjawabnya. Karan langsung bangkit dari tempat duduknya. Saat Karan membuka pintu, Karan kaget melihat Mamanya dan papanya ada didepan pintunya.
"Ma, pa" ucap Karan dengan gugup..
"Kamu itu, ya. Kenapa tidak beritahu kami kalau menantu kami sudah pulang ?" ucap Mayang sambil menjewer kuping anaknya sambil berjalan keruang tamu. Karan meringis kesakitan akibat perbuatan mamanya. Saat Mayang menjewer kuping Karan, Angel datang dari atas. Angel sangat kaget ternyata mertuanya sudah didalam.
"Ma, pa!" ucap Angel dengan senyum setelah dia sudah mendekat. Angel langsung memberi salam pada mertuanya.
."Sayang, kamu kenapa pulang? Seharusnya kamu masih dirawat!" ucap Mayang sambil memeluk menantunya. Angel sangat terharu mertuanya sangat mengkuatirkan dirinya.
"Angel bosan disana, ma!" ucap Angel dengan lembut.
"Oh, ya nak bagaimana cucu kami? Kalian sudah periksa, kan?" tanya Javi. Karan mendengar ucapan papanya sangat kaget, soalnya dia lupa membawa Angel periksa kandungan Angel.
"Sudah, ma. Kami sudah periksa. Semuanya baik-baik saja, ma!" ucap Angel. Karan yang mendengar ucapan Angel sangat bingung.
__ADS_1
"Apa dia pergi sendiri tadi ?" gumamnya dalam hati.
☘️☘️☘️☘️