Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Rencana bulan madu


__ADS_3

Karan tidak sanggup melihat istrinya menangis seperti itu, Karan langsung menarik Angel kedalam pelukannya.


"Jangan menangis sayang! Aku tidak bisa tahan melihat kamu menangis! Kamu tenang saja sayang, wanita itu sudah aku pecat!" ucap Karan.


Mendengar ucapan suaminya, membuat Angel sangat terkejut. Dia langsung melepaskan pelukan Karan, dan memandang suaminya.


"Pecat?" ucap Angel dengan terkejut.


"Ia, sayang!" sambil menghapus air mata istrinya dari pipi Angel.


"Ya, ampun mas! Kasihan dia loh, mas! Kamu ini tega banget sih, mas! Baru sebentar dia berkerja, sudah jadi penganggur lagi!" ucap Angel yang heran melihat perbuatan suaminya itu.


Karan sangat bingung melihat istrinya yang tiba-tiba marah, karena dia memecat sekretaris nya, padahal dia menangis karena wanita itu.


"Kenapa kamu jadi marah, sayang?"


"Aku tidak marah. Aku hanya kasihan memikirkannya. Apalagi saat ini sangat susah mencari pekerjaan.!" ucap Angel.


Karan sangat kagum dengan istrinya, yang masih bisa memikirkan orang lain.


"Sudah, sayang! Tidak usah kita membahasnya. Lebih baik kita pulang!" ucap Karan pada Angel.


"Jagoan papa!" ucap Karan sambil merentangkan kedua tangannya pada Adelio. Dengan wajah bahagia, Adelio langsung keluar dari taxi dan memeluk papanya.


"Papa!" ucap Adelio sambil mencium papanya. Angel langsung mengambil tasnya dan membayar taxi nya dengan 5 lembar uang berwarna merah.


"Maaf, nyonya ini terlalu banyak!" ucap supir taxi itu, sebelum Angel melangkah jauh.


"Sudah sisanya untuk bapak. Maaf, kami telah membuat pekerjaan anda terganggu!" ucap Angel tersenyum


***


Karena permintaan Angel, akhirnya Karan tidak jadi memecat Chaca. Tapi ada syarat yang harus dipatuhi Chaca. Chaca tidak diperbolehkan lagi mengunakan baju yang sangat ketat dan mini ke kantor. Chaca sangat bersyukur, kalau Angel telah menyelamatkannya dari pengangguran, dia tahu kalau tidak jadi dipecat dari Karan sendiri.


***

__ADS_1


Waktu telah berjalan berlalu, tak terasa kini Adelio sudah berumur tiga tahun. Sewaktu Adelio berumur dua tahun, Karan menagih janji istrinya untuk pergi bulan madu. Tapi, karena Adelio tidak mengijinkan mama dan papanya pergi kemanapun, akhirnya mereka pun membatalkannya.


Seperti biasa di hari Minggu, merek semua tidak memiliki pekerjaan. Mereka, memilih menikmati kebersamaan dengan keluarga mereka.


Sedangkan hubungan Keira dan Faisal telah diresmikan dalam pernikahan Satu tahun yang lalu. Acara pernikahan mereka sangat meriah. Faisal memutuskan akan tinggal di negara X. Karena dia tidak mau membuat Keira kesepian di kota Jerman. Sedangkan usahanya yang di Jerman dia menyerah kepercayaannya yang menangani. Dia memutuskan membuka usaha baru bidang Otomotif. Keira mendukungnya, dia sangat senang melihat Faisal mau tinggal bersama nya di negara X. Mereka tinggal dirumah yang ditinggalkan orang tuanya Faisal.


Sewaktu mendekat pernikahan, Keira dan Faisal mengunjungi Marco di LA. Mereka mengundang Marco untuk datang ke acara pernikahan mereka. Tapi, mereka tidak berhasil bertemu Marco karena Marco selalu menolak dan mengatakan dia berada di luar negeri. Akhirnya, undangannya dititipkan dengan pembantu rumahnya.


Tapi, mereka senang sewaktu di hari spesial mereka, Marco dan Mike datang, walaupun hanya sebentar saja. Karena Marco langsung pergi, hanya Angel yang tahu bagaimana perasaan kakaknya saat itu. Meskipun sudah satu tahun, tapi Marco belum bisa move on.


Faisal dan Keira sudah dikarunia seorang putri yang sangat cantik seperti Keira, umurnya masih lima bulan. Mereka memberi namanya Merry.


"Aunty, apa adik Merry sudah bisa makan permen?" tanya Adelio sambil bermain dengan Merry yang berada dipangkuan Keira.


Kakek, nenek, Karan dan Faisal yang mendengarnya jadi ketawa melihat pertanyaan Adelio.


"Belum, sayang! Tunggu besar sedikit lagi, adiknya baru bisa makan permen" jawab Keira. Adelio terus memainkan tangan Merry sambil tersenyum. Semuanya sangat senang melihat Adelio sangat menyayangi Merry.


"Kar, sudah waktunya kalian memberikan adik untuk Adelio!" ucap mamanya.


"Ia, ma! Kami tidak mau nanti dia cemburu pada adiknya nanti!" ucap Angel tiba-tiba dari belakang sambil membawa potongan buah dan Kue. Faisal pun langsung mendekati keponakannya itu yang duduk disamping istrinya.


"Jagoan om, mau adik tidak seperti Merry? Supaya ada teman Adelio setiap hari disini. Kalau Merry kan tidak disini tinggalnya" bisik Faisal pada Adelio. Keira hanya senyum saja yang mendengarnya. Yang lainnya penasaran apa yang dibisikkan Faisal pada Adelio. Angel dan Karan takut Faisal akan mengajarkan anak mereka yang buruk.


"Mau, om!" ucap Adelio dengan senyum bahagia.


"Dimana Adelio bisa belinya?" tanya Adelio dengan polos. Faisal pun langsung ketawa dan mencubit pipi keponakannya dengan gemas.


"Minta saja sama papa dan mama mu sayang!" ucap Faisal dengan ketawa. Dengan penuh semangat


"Papa!" panggil Adelio. Karan pun langsung mengangkatnya kepangkuan Karan.


"Kenapa sayang?" tanya Karan.


"Papa, mama. Apa boleh Lio beli adik bayi seperti Merry?" tanya Adelio dengan polos. Karan dan yang lainnya ketawa mendengar pertanyaan Adelio. Karan dan Angel pun langsung tahu apa yang dibisikkan Faisal pada putra mereka.

__ADS_1


"Wah, cucu kakek mau adik?" tanya papanya Karan. Adelio pun langsung menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, papa dan mama akan memberi kamu adik!" ucap Karan.


"Ye...!" teriak Adelio dengan bahagia. Semua nya ketawa melihat tingkah Adelio seperti itu.


Saat mereka ketawa melihat tingkah Adelio, Karan mendapat pesan dari Bella. Karan membukanya, dan ternyata isinya undangan pernikahan Bella dan Zaky di LA. Tidak hanya Karan yang dapat, Faisal juga mendapat pesan dai Bella. Karan pun langsung memberikannya pada Angel.


"Apa kita pergi mas?" tanya Angel. Mereka sangat bingung, karena memikirkan putranya.


"Kenapa, nak?" tanya Mayang pada Angel, karena wajah menantunya tampak kebingungan. Angel pun memberitahunya.


"Sudah kalian pergi saja! Adelio mama dan papa yang akan jaga!" ucap mamanya.


"Kar, kami titip salam saja ya! Keira baru melahirkan, kami tidak mungkin meninggalkannya!" ucap Faisal.


"Sekalian saja, kalian disana berbulan madu!" ucap Papanya lagi.


"Bagaiman, sayang?" tanya Karan pada Angel.


"Aku ikut kamu saja, mas!" ucap Angel.


Karan langsung menyuruh Frans untuk mencari tiket, dan Mencari hotel di LA. Untuk sementara Frans lah yang mengantikan Karan pekerjaan Karan. Awalnya Adelio minta ikut pergi bersama orang tuanya, tapi karena Omanya memberitahu kalau mama dan papanya akan membawa adik untuknya, akhirnya Adelio mau tinggal sama kakek dan neneknya.


***


Angel tidak bisa tidur, dia masih memikirkan putranya yang akan ditinggalkan cukup lama. Karena Karan ingin menghabiskan waktu bulan madunya bersama istrinya selama 2 bulan. Karan ingin mengajak Angel berbulan madu di Paris. Dia ingin menciptakan memori indah bersama istrinya. Dia ingin menebus kesalahannya yang dulu saat mereka berbulan madu. Karan ingin 1 bulan di Paris dan 1 bulan lagi di LA. Karena Angel ingin tinggal bersama kakaknya, Marco.


"Sayang, apa tidak apa-apa Adelio tinggal sama mama dan papa?" tanya Angel. Karan yang sudah mulai terlelap, jadi terbangun karena istrinya.


"Tidak apa-apa sayang. Lagian, kita harus bisa membuat dia mandiri, dia tidak boleh terlalu tergantung pada kita. Percayalah, mama dan papa pasti akan memperhatikannya. Sekarang waktunya kita tidur. Besok pagi-pagi kita harus berangkat." ucap Karan, dan Karan pun langsung menarik istrinya kedalam pelukannya.


Angel setuju apa dikatakan Karan, putranya harus bisa mandiri. Angel pun langsung bergabung bersama Karan masuk kedalam dunia mimpi sambil memeluk suaminya.


***

__ADS_1


__ADS_2