
Kini Karan sudah berada didalam jet pribadinya. Dia tidak tahu kenapa rasanya dia tidak ingin jauh dari Angel, dia melihat Angel semakin hari semakin cantik walaupun saat ini perutnya mulai bertambah besar. Tapi sebelum naik jetnya, Karan menghubungi Marco untuk menjaga Angel.
***
Angel yang sudah terbangun, dari tidurnya kini merasakan dia sangat merindukan Karan. Dia bingung kenapa dia bisa seperti itu. Angel ingin mendengar suara Karan, lalu dia menghubunginya. Tapi nomor Karan belum bisa dihubungi.
"Mungkin dia masih dalam perjalanan. Lebih baik aku mandi dulu!" gumamnya. Setengah jam Angel sudah siap-siap. Tapi dia bingung mau melakukan apa.
"Lebih, baik aku sarapan dulu. Tapi ingin makan bubur, Lebih baik aku akan mencari sendiri saja!".ucap Angel.
Akhirnya Angel pun mencari sendiri buburnya. Kadang terbesit pikirannya tentang Karan, dia selalu mencoba menghubungi Karan. Tapi semuanya sia-sia, nomor Karan juga tidak bisa dihubungi.
***
Tak terasa waktu Karan pergi sudah mau jalan 1 bulan, tinggal beberapa hari lagi Karan pulang. Angel yang kini sangat merindukan suaminya sudah tidak sabar lagi kepulangan suaminya. Setiap waktu Angel selalu memberi kabar kepada Karan, apa saja yang dilakukannya. Selama Karan pergi, Angel ditemani dengan mertuanya dirumah itu karena Karan yang meminta mamanya.
Angel sangat senang Karan sudah memperhatikannya. Tapi kadang dia juga masih takut, Karan masih berhubungan dengan Bella, pacar dari suaminya.
***
"Bos, teryata pekerjaan kita lebih cepat dari yang kita perkirakan. Apa kita pulang sesuai jadwal atau kita pulang langsung, bos?" ucap Frans setelah mereka menyelesaikan pekerjaan mereka.
"Kita pulang malam ini juga! Siapkan semuanya! Aku tidak sabar ingin bertemu dengan istri, ku!" ucap Karan dengan senyum bahagia membayangkan wajah istrinya yang semakin cantik baginya.
Frans yang mendengar ucapan dari bosnya sangat senang, dan tidak terkejut mendengar ucapan dari Bos, nya. Karena semenjak mereka sampai di Jepang, dia tahu Karan selalu bahagia setiap Angel meneloponnya. Jika tidak ada kabar dari istrinya, pasti Karan selalu uring-uringan.
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan yang jauh, Karan sampai di apartemennya pagi subuh. perlahan lahan langkahnya menaiki tangannya menuju kamar. Dia ingin masuk ke kamar Angel, tapi dia tidak melihat sosok yang dirindukannya.
"Dimana dia?" gumam Karan, dengan langkah cepat dia membuka kamarnya berharap istrinya ada didalam. Saat dia membuka dia melihat seorang wanita yang dirindukannya. Pelan-pelan Karan meletakkan barang bawaannya dan setelah itu dia membersihkan wajahnya dan mengganti bajunya. Karan melangkah kearah kasurnya, dia melihat istrinya istrinya sangat nyenyak tidur, dengan merangkak pelan dia naik ketempat tidurnya. Dia meletakkan tubuhnya kearah samping dan tangannya sebelah kanan menopang kepalanya, sedangkan tangan kirinya mengelus wajah Angel dengan lembut. Karan sudah tidak tahan lagi melihat bibir mungil Angel, dia langsung mengecup bibir Angel. Lalu dia langsung merebahkan dirinya di samping Angel dan menarik Angel kedalam pelukannya. Tanpa sadar Angel membuat kepalanya di dada Karan dan membalas pelukan Karan. Karan langsung tersenyum, kemudian dia mencium kening Angel dengan lembut. Setelah itu dia ikut masuk ke dunia mimpi bersama Angel.
***
Angel kini mulai terbuka matanya, dia merasakan perutnya terasa berat, pelan-pelan Angel membuka matanya. Angel sangat terkejut pria yang dirindukannya kini telah memeluknya.
Dia ingin melepaskan dirinya, tapi dia merasakan pelukan itu semakin kencang. Karan yang merasa terganggu dengan tidurnya jadi terbangun. Dia melihat kini Angel sedang memandangnya.
"Kamu sudah pulang mas?"
"Ehm" ucap Karan dengan menatap Angel.
"Mas, aku ingin masak sarapan dulu!" Kini Angel sudah jadi grogi karena Karan memandangnya terus.
***
Tok...tok...tok...Karan dan Angel terbangun karena suara ketukan pintu kamar. Angel ingin bangkit dari tidurnya, kemudian Karan menarik tangannya.
"Angel" Mereka mendengar nama Angel dipanggil.
"Biar aku saja yang membukanya." ucap Karan langsung.
Karan membuka pintu nya dan dia melihat mamanya yang datang.
__ADS_1
"Mama!" ucap Karan bingung.
"Sayang kamu kapan pulang?" tanya Mayang melihat putranya kini didepannya.
"Tadi jam 2 pagi aku sampai, ma. Mama baru datang?"
"Ehm. Baiklah cepat kalian turun kebawah dulu sarapan. Sudah jam 10"
"Baik, ma" Setelah kepergian mamanya, Karan naik lagi ketempat tidur. Dan Karan langsung memeluk Angel dari belakang, dan wajahnya diletakkan diatas bahu Angel. Kini jantungnya seperti lomba berlari, dia berharap Karan tidak mendengarnya.
"Aku kangen dengan kalian, sayang!" Wajah Angel langsung memerah karena Karan memanggilnya sayang. Karan bisa melihat kini wajah Angel memerah. Karena dengan gemasnya Karan langsung memutar tubuhnya jadi menghadap Angel. Dan secara tiba-tiba Karan langsung me***** bibir Angel. Mata Angel langsung membulat karena terkejut. Karan merasakan Angel seperti tidak menolak ciumannya. Lama kelamaan ciumannya yang lembut semakin lama menjadi menuntut untuk lebih dalam lagi. Kini yang tadi Angel hanya diam saja kini dia membalas dan mengimbangi ciuman Karan. Karan sangat senang, Angel membalas ciumannya. Karan langsung menarik pipi Angel supaya ciumannya semakin mendalam.
Sampai 15 menit Karan terus me***** bibir Angel. Seperti mereka saling melepas kerinduan mereka.
"Karan, Angel sayang cepat nak turunnya!" teriak Mayang. Angel yang mendengar mama mertuanya memanggil mereka, langsung mendorong tubuh Karan. Wajah Angel saat ini tampak memerah, Angel sangat malu menatap Karan. Karan tersenyum melihat istrinya malu menatapnya.
"Aku mandi dulu, mas. Mama sudah dan papa sudah menunggu!" ucap Angel dan langsung berlari ke kamar mandi.
Karan tersenyum melihat tingkah Angel. Dan dia pun langsung bangkit dari tempat tidurnya.
Setelah 15 menit Angel siap dari mandinya, Angel baru sadar kalau dia tidak membawa bajunya.
"Ais kenapa sampai lupa. Ini kan kamar mas Karan! Gimana, nih? Apa mas Karan mau membantu? Coba saja, deh!" gumam Angel. Angel mengeluarkan kepalanya sedikit. Dia melihat Karan tidak ada ditempat tidur.
"Kemana mas Karan?" gumamnya.
__ADS_1
"Apa kamu merindukan aku, sayang?" ucap Karan dibalik pintu kamar mandi. Angel yang kaget melihat Karan dibalik pintu membuat Angel hampir jatuh. Untung Karan langsung menangkap tubuhnya, karena posisi mereka sangat dekat sehingga dia bisa menangkap tubuh Angel.