
Karena dan Angel sudah didalam kamar Karan. Karan langsung mendorong tubuh Angel ketempat tidur. Angel semakin takut melihat wajah Karan yang saat ini matanya Karan sangat menatapnya tajam. Angel yang ditempat tidur, mundur ke sudut tempat tidur. Karan yang sudah didepan Angel, juga naik ketempat tidur.
"Kenapa kamu takut pada, ku? Bukannya kita suami istri? Seharusnya kamu sebagai istriku harus bisa menjaga dirimu. Jangan dekat dengan pria lain!" bentak Karan. Angel semakin menangis dan ketakutan.
"Dengar mas, kita menikah hanya karena sebatas perjanjian. Kamu saja dekat dengan perempuan lain, kenapa aku tidak bisa?" Angel berusaha membalas kata-kata Karan. Karan langsung menarik Angel. Angel yang sudah dibawah tubuh Karan. Angel berusaha mendorong tubuh Karan dengan kedua tangannya, tapi apalah daya karena tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Karan. Membuat Karan berhasil melucuti baju Angel satu persatu. Angel berusaha memberontak, tapi semuanya sia-sia. Akhirnya malam panjang itu terulang lagi. Karan berhasil menyatukan tubuhnya dengan tubuh Angel. Berkali-kali Karan melakukannya dengan Angel. Angel yang sudah sangat mencintai Karan hanya bisa diam saja.
***
Saat pagi hari Karan terbangun dari tidurnya, Karan sangat kaget melihat Angel berada disampingnya kemudian teringat dia melakukannya lagi kepada Angel.
"Ah, sial kenapa melakukannya lagi!" ucapnya dengan kesal. Karan mengambil bajunya yang sudah berserakan dilantai dan langsung masuk ke kamar mandi.
Ternyata Angel sudah bangun, dari awal. Setelah bangun Angel langsung melihat wajah Karan, tidak tahu apa yang membuat Angel jadi mengeluarkan air matanya melihat wajah Karan. Angel ingin menyentuh wajah Karan, tapi karena Karan tiba-tiba mengerakkan tubuhnya seperti ingin bangun. Angel kembali menutup matanya, dia pura-pura tidur. Angel meneteskan air mata mendengar perkataan Karan. Saat pintu kamar mandi tertutup, Angel langsung bangun dari tidurnya. Dia mengambil bajunya yang berserakan dilantai. Dia langsung berlari ke kamarnya. Sesampai didalam kamar Angel langsung mandi. Hanya didalam kamar mandi dia bisa menangis dengan mengeluarkan suaranya. Dia tidak ingin Karan melihatnya menangis. Angel didalam kamar mandi menatap pantulan dirinya dari kaca. Kemudian dia menatap perutnya yang masih rata. Angel mengelus perutnya dengan lembut.
"Jika kamu hadir didalam rahimku, aku tidak menyesal. Aku akan sangat mencintaimu nanti, meskipun nanti ayahmu tidak menginkan kamu hadir." ucap Angel seolah perutnya telah berisi.
Angel yang sudah siap mandi, langsung keluar dari kamarnya. Dia melihat Karan sudah depan tv. Angel hanya diam saja dan langsung ke dapur. Angel langsung masak untuk sarapan.
Karan yang didepan tv sekali-kali melirik Angel. Dia melihat Angel sangat sibuk dengan aktifitasnya memasak. Setengah jam Angel sibuk didapur, akhirnya sarapan untuk dirinya dan Karan sudah siap. Angel tidak menyesal apa yang terjadi padanya, dia hanya merasakan sakit di dadanya karena Karan sangat kasar dengannya. Yang seharusnya mereka lakukan disaat Karan benar-benar sudah jatuh cinta padanya.
Karan pura-pura fokus ke tv disaat Angel berjalan kearahnya.
__ADS_1
"Mas, sarapan dulu! Aku sudah menyiapkan semuanya" ucap Angel dengan lembut.
"Hem" jawab singkat Karan dengan pandangan masih kearah tv. Angel berjalan kearah meja makan, disaat mendengar jawaban dari Karan. Karan melihat punggung Angel dengan tatapan yang tidak bisa diartikan.
Karan pun langsung bergabung dengan Angelo dimeja makan. Angel menyiapkan makanan Karan di piringnya. Karan hanya diam saja, melihat Angel melayaninya. Angel langsung duduk didepan Karan, dan dia mengambil makanannya sendiri. Sehabis makan, Angel langsung membersihkan bekas makannya dan Karan. Selesai membersihkan semuanya Angel lebih memilih masuk ke kamarnya dia langsung kearah balkon kamarnya. Dia langsung duduk sambil menatap langit.
Ternyata Karan yang selesai makan, masuk ke kamarnya dan duduk di balkon kamarnya sambil menatap kota Paris. Saat terdengar suara pintu yang terbuka, Karan langsung menatapnya. Dia melihat terus Angel duduk sambil menatap langit. Karan terus menatapnya, dan dia merasakan sakit di dadanya saat dia melihat wajah Angel sangat sedih.
"Kenapa rasanya sangat sakit melihat dia seperti itu?" gumamnya dalam hati.
"Ah, sial kenapa memikirkannya? Lebih baik aku periksa kerjaan ku" gumam Karan. Karan langsung mengambil laptopnya dan memeriksa laporan Frans. Saat dia lagi memeriksa laporan Frans handphonenya berdering.
"Halo Frans, ada apa?"
"Baiklah. Siapkan helikopter untuk ku sekarang!" perintah Karan.
Karan langsung melihat kearah Angel yang masih setia duduk santai.
"Aku akan pulang hari ini! Aku ada rapat penting besok. Besok kamu pulang sendiri saja seperti jadwal yang sudah ditentukan" ucap Kran. Angel yang mendengar suara Karan langsung mencari sumber suara. Angel sangat kaget Karan berdiri di samping balkon kamarnya.
"Apa dia dari tadi disitu?" gumamnya dalam hati.
__ADS_1
"Apa kamu mendengar, ku?" ucap Karan lagi karena Angel tidak menjawabnya. Mendengar suara Karan membuat Angel menjawabnya.
"Baik." jawab Angel dengan gugup.
"Aku ke Singapore selama beberapa hari. Sesampai kamu di Indonesia, kamu harus masuk kerja seperti biasa. Lakukan pekerjaanmu!" ucap Karan lagi. Karan langsung pergi sebelum mendengar jawaban dari Angel.
Karan langsung menyusun barangnya, saat dia bersiap-siap. Karan mendapat pesan dari Frans kalau helikopternya sudah tiba diatas gedung hotelnya. Karan langsung menghubungi Manager hotel kalau dia pulang sekarang. Saat Angel keluar kamar, pintu kamar mereka diketuk. Angel langsung membukanya. Angel melihat ternyata Manager hotel yang datang.
"Maaf, nona helikopternya untuk pak Karan sudah tiba."
"Sebentar, pak saya akan panggilkan mas Karan" Angel tidak terkejut kalau helikopter yang jemput Karan. Karena dia tahu kalau Karan pergi rapat keluar, pasti selalu naik helikopternya sendiri atau naik jet pribadi keluarganya.
Saat Angel ingin mengetok pintu kamar Karan, Karan membuka pintunya. Karan kaget melihat Angel depan pintu kamarnya.
"Mas pak manager sudah menunggu!" ucap Angel. Karan hanya diam saja, dan meninggalkan Angel yang masih berdiri. Angel hanya menatap Karan pergi. Setelah Karan pergi, Angel masuk kedalam kamarnya. Saat dia ingin tidur saja, karena dia merasakan seluruh badannya masih sakit akibat perbuatan Karan. Dia mendengar telepon genggamnya berbunyi. Angel melihat nama Marco tertera dilayar hp nya. Angel langsung menekan tombol hijaunya.
"Halo, kak"
"Angel, kakak dibawah hotel tempat mu. Kakak mau membawa kamu makan siang dan latihan"
"Baiklah, kak tunggu sebentar" Angel langsung mematikannya. Sebenarnya Angel sangat malas keluar karena badannya masih terasa sakit. Tapi dia tidak ingin memberitahu Marco apa yang terjadi dengan dirinya.
__ADS_1
Angel pun langsung bersiap-siap.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️