
Angel langsung bertemu Marco, dihadapan Marco Angel berusaha tersenyum. Didalam mobil Marco, Marco melihat wajah pucat dari Angel.
"Dek, kamu tidak kamu tidak apa-apa? Kenapa wajah kamu pucat?"
"Tidak apa-apa kak. Mungkin karena Angel lapar kali. Hehehe" jawab Angel tersenyum sambil menampakkan giginya yang putih nampak.
"Kamu ini!" Marco mengacak rambut Angel.
Sebelum latihan Marco membawa Angel makan, setelah makan baru mereka latihan. Selama ini mereka latihan selalu di mansion Marco. Angel yang sudah bersiap dengan latihannya, Marco langsung membawa Angel ketempat latihannya.
"Baiklah, sekarang kakak mau menguji kamu. Kakak ingin tahu apakah yang kakak ajari kamu ingat apa tidak"
"Baiklah. Aku yakin aku bisa menang melawan kakak" ucap Angel penuh keyakinan.
Angel sangat semangat melawan Marco. Marco pun yang melihat perkembangan Angel dan sanggup menangkis pukulannya, membuat dia sangat senang.
"Stop!" ucap Marco menghentikan Angel yang ingin melawannya lagi. Marco langsung mendekati Angel dan merangkulnya.
"Sekarang kamu adik kak Marco ini sudah ada kemajuan. Besok kita akan lanjuti latihannya" ucap Marco. Angel yang wajahnya tersenyum, jadi cemberut lagi.
"Kenapa, adik kak Marco jadi cemberut?" tanya Marco karena melihat perubahan wajah Angel.
"Besok aku harus pulang, kak!"
"Owh, jam berapa kamu besok berangkat? Kakak akan ikut bersama, mu!"
"Kakak mau ke negara x? Jadi bagaimana usaha kakak disini?"
"Tenang saja, aku bisa ngurusnya. Tapi, kalau kita pulang bareng apa suami, mu itu mau?" ucap Marco yang mengingat ekspresi wajah Karan ketika kenalan dengannya.
"Dia sudah pulang duluan. Dia ada rapat di Singapore besok pagi" ucap Angel yang sudah duduk di kursi.
"Oh, ya sudah kakak ikut bersamamu. Sekalian kakak sudah lama tidak pulang kerumah kakak yang di negara X. Ya sekalian juga lihat perusahaan kakak disana" ucap Marco yang juga sudah duduk disamping Angel. Angel hanya senyum saja.
"Maaf, kak kalau tidak keberatan Angel ingin tahu semua tentang kisah hidup kakak! Angel sudah kasih tahu kisah hidup Angel. Jadi sekarang kakak harus cerita" ucap Angel tersenyum. Karan menghela nafas panjangnya, setelah itu dia melihat kearah Angel.
__ADS_1
"Baiklah, adik ku!" ucap Karan sambil mengacak rambut Angel.
"Kami sebenarnya dulu keluarga yang sangat bahagia dirumah ini, tapi semenjak ayah kami ketahuan selingkuh dengan seketarisnya membuat ibu kami pergi dan bercerai. Ibu tidak ingin membawa kami, kami tidak tahu alasannya. Setelah ibu kami pergi ayah juga pergi dengan selingkuhannya. Kami ditinggalkan diumur, aku 15 tahun sedangkan adik ku masih berumur 9 tahun. Aku menjadi tulang punggung adik, ku! Kami pergi dari rumah ini dan tidak ingin menerima bantuan dari ayah kami " Marco melihat Angel masih setia mendengarnya.
"Setelah 7 tahun kami hidup mandiri. Seorang pengacara ayah kami datang kerumah kami. Dia memberi surat wasiat dari ayah seluruh hartanya dan perusahaannya jatuh ke tangan kakak dan adik kakak. Kami baru tahu, ternyata ayah bukan selingkuh tapi karena penyakitnya makin parah yang membuat dia sandiwara seakan dia selingkuh, supaya kami membencinya dan membuat kami tidak merasa sedih. Jadi Semenjak itu rasa kebencian kami menghilang. Kami sangat menyesal tidak ada disampingnya saat dia menderita. Kami langsung meminta ketemu dengannya. Itulah hari terakhir kami bertemu ayah. Kalau ibu, kami dapat kabar dia sudah menikah lagi, dan dia hidup bahagia dengan suami barunya. Adik perempuan, ku sama seperti mu bernama Angel. Gadis yang paling cantik, tapi sayang dia telah cepat pergi karena kecelakaan" ucap Marco, tanpa sadar Marco meneteskan air mata. Angel yang melihatnya, langsung memeluk Marco.
"Maaf, kak Angel sudah membuat kakak mengingat kisah sedih kakak" ucap Angel dengan merasa bersalah telah membuat pria itu jadi bersedih.
"Tidak apa-apa" jawab Marco sambil membelai kepala Angel dengan penuh kasih sayang.
Berhubung Angel dan Marco pulang bersama, Marco meminta Angel untuk tidur di mansion ya. Marco menemani Angel mengambil kopernya. Angel dan Marco lebih memilih makan di rumah saja, karena Angel ingin memasak makanan untuk Marco.
Angel sudah memasak makan malam mereka. Marco yang sudah bersih-bersih turun kebawah dan melihat Angel dibantu pembantunya menyusun makanan dimeja makan.
"Wah, banyak sekali kamu masaknya dek!" Marco melihat banyak makanan yang sudah tersusun.
"Disini, kan banyak orang kak, ini untuk semua yang ada dirumah. Lagian ini kan hari terakhir aku disini sebelum kembali ke negara ku!" ucap Angel sambil duduk didepan Marco.
"Baiklah!" . Marco menikmati makan malamnya.
"Bos, saya..." pria itu berhenti bicara karena melihat bosnya sedang makan dengan bahagia bersama Angel. Sebenarnya Marco semenjak adiknya meninggal 3 tahun yang lalu senyum diwajahnya tidak pernah kelihatan lagi. Marco yang mendengar ada suara tidak asing baginya. Marco dan Angel melihat sumber suara.
"Mike kamu sudah datang?" ucap Marco. Marco langsung menghampirinya.
"Angel, pekenalkan ini asisten kakak namanya Mike. Dia akan mengurus kepergian kita dengan jet pribadi, kakak!"
"Marco ini Angel, adik baru aku yang paling cantik. hahahaha"
"Salam nona Angel" ucap Mike sambil mengulurkan tangannya. Angel membalas uluran tangannya.
"Salam tuan Mike"
Panggil saja saya Mike nona karena anda sudah seperti adik bos Marco. Saya senang akhirnya senyum tuan Marco muncul lagi. Pantesan saja sejak beberapa hari ini tuan Marco selalu senyum."
"Terimakasih. Tapi saya ingin tahu kak Marco selama ini bagaimana wajahnya"
__ADS_1
"Asal nona tahu wajahnya selama ini seperti es balok. Sangat tidak enak dipandang" Saat dia menjelaskan kepala Mike diketok sama Marco yang sudah berdiri disampingnya.
"AW. Maaf, bos!" ucap Mike sambil senyum
Melihat tingkah kakak angkatnya dengan asisten kakaknya membuat Angel ketawa.
"Sudah, kak. Kasihan Mike kalau kakak terus memukul kepalanya. Mike silahkan duduk. Ayuk kita makan malam bersama"
"Baik nona, terimakasih bos, nona" Mike mengambil makanannya dengan lahap.
"Hei, kamu makannya pelan-pelan saja. Seperti tidak pernah makan saja" ucap Marco dengan geleng kepala karena melihat Mike makan dengan cepat.
"Habis enak, bos. Tumben masakan disini lezat bos!"
"Angel yang masak!" ucap Marco sambil melirik Angel. Mike langsung melihat kearah Angel.
"Wah, masakan nona Angel sangat hebat." Angel sangat senang Mike menyukai makanannya juga.
"Terimakasih" jawab Angel tersenyum.
"Mike, jam berapa kita besok berangkat?" Tanya Marco.
"Jam 8 pagi, bos!"
"Kak, Angel naik pesawat biasa saja. Soalnya Angel punya tiket" ucap Angel sambil menatap Marco.
"Tidak usah. Kamu tetap sama kakak naik jet pribadi kakak. Kakak ingin mengantar kamu pulang ketempat kamu, supaya kakak bisa tahu kamu tinggal dimana" jelas Marco, dia sangat cemas kepada Angel. Karena Angel selalu saja melamun kalau sendiri.
"Tapi, kak..." ucapnya terpotong karena Marco.
"Tidak ada bantahan Angel!" ucap Marco sambil menatap Angel dengan tegas.
"Baiklah."
Selesai makan, Marco menyuruh pembantunya untuk membagi makanan yang ada dimeja ke seluruh pekerja yang ingin makan. Angel langsung istirahat karena perintah dari Marco, padahal dia ingin membantu membersihkan piring makan mereka. Mike memilih pulang kerumahnya, karena bajunya belum dibawanya.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️