
Karan melihat tubuh Angel yang berjalan didepannya tanpa baju satu pun, membuat gairahnya datang kembali, tapi dia berusaha mengendalikannya karena dia merasa kuatir dengan Angel karena melihat wajah Angel saat ini sudah sangat pucat.
"Apa yang telah aku lakukan?" gumam Karan dalam hatinya
Angel yang dikamar mandi membersihkan tubuhnya. Saat selesai dia membersihkan tubuhnya dia menatap dirinya di kaca, tampak di seluruh tubuhnya warna keunguan akibat ulah Karan. Air matanya yang dari tadi ditahannya sudah tidak bisa dibendungnya lagi, akhirnya Angel menangis dengan kencang mengingat perlakuan Karan padanya. Karan yang sudah memakai bajunya, mendengar suara tangis Angel. Mendengar tangisan Angel. Tidak tahu kenapa rasanya dadanya seperti ditusuk-tusuk.
Angel yang selesai mengeluarkan suara tangisannya. Angel langsung keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap. Saat dia keluar, Angel melihat Karan kini sudah memakai bajunya dan berdiri didepan pintu kamar mandi. Saat Karan mau mendekat padanya, Angel langsung mundur. Karan yang melihat reaksi Angel yang langsung mundur membuat dia menjadi merasa bersalah dan apalagi wajah Angel yang masih pucat dan juga mata Angel saat ini sangat bengkak karena menangis. Karan langsung menghentikan langkahnya dan ketika Karan berhenti melangkah, Angel melanjutkan langkahnya lagi. Angel memutuskan untuk keluar dari ruangan Karan. Karan hanya bisa menatap kepergian Angel sampai menghilang dari pandangannya.
***
Angel memutuskan langsung pulang dan dia memutuskan minta ijin ke Frans. Saat dia masuk keruangan Frans. Frans sangat kaget melihat wajah Angel sangat pucat.
"Nona apa kamu sakit?" tanya Frans dengan cemas.
"Maaf, pak. Saya minta ijin pulang. Saya lagi tidak enak badan" ucap Angel dengan lemas.
"Baiklah, nona" jawab Frans dengan cemas.
"Apa saya perlu supir antar nona saja?" ucap Frans lagi.
"Tidak perlu. Saya naik taxi saja" jawab Angel. Angel mengambil tasnya. Saat dia mengambil tasnya, Angel melihat Karan berdiri didepan pintu ruangan kantor Karan. Karan menatapnya, tapi Angel tidak peduli dengan kehadiran Karan. Angel langsung pergi, tapi sebelum Angel pergi Angel membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada Karan. Frans yang dari tadi mengikuti Angel keluar dari ruangannya langsung mendekati Karan setelah Angel pergi.
__ADS_1
"Bos sepertinya nona sedang sakit" ucap Frans sambil menatap Karan. Karan hanya diam saja mendengar perkataan Frans, pandangannya terus menatap punggung Angel. Setelah Angel sudah masuk dalam lift, Karan langsung masuk keruangan nya. Frans bingung melihat bosnya hanya diam saja.
"Apa terjadi sesuatu diantara mereka?" gumam Frans dalam hati.
"Apa yang kami dapat infonya?" tanya Karan ada Frans sambil berdiri dengan menatap luar kantornya dari jendela.
"Sudah, bos. Ternyata nona Angel saat ini sudah masuk data sebagai adik angkat tuan Marco. Marco sudah mengumumkan pada teman-temannya dan pengacara keluarganya." jelas Frans. Karan yang mendengarnya sangat terkejut.
"Berarti dia tidak berbohong." gumam Karan dengan pelan. Frans yang mendengar seperti Karan berbicara.
"Maaf, bos saya tidak dengar!" ucap Frans. Karan tidak menjawab Frans, dan dia langsung duduk di bangkunya.
"Kamu balik keruangan kamu saja" ucap Karan. Frans langsung menundukkan tubuhnya setelah mendengar perintah dari Karan kemudian dia pergi.
***
"Angel, kamu tidak apa-apa? Apa kamu sakit?" Angel yang dari tadi berjalan sambil melamun, langsung sadar karena tangannya dipegang. Angel langsung melihat kearah wanita itu dengan senyum yang dipaksakan.
"Angel tidak apa-apa kak. Hanya saja Angel saat ini merasa lelah. Angel balik duluan ya kak" ucap Angel dengan lemah.
"Baiklah. Kamu istirahat saja!" ucapnya. Angel hanya menganggukkan kepalanya saja dengan tersenyum, lalu dia pergi meninggalkan wanita itu. Wanita itu hanya bisa menatap Angel dengan prihatin. Semua orang pada melihatnya, apalagi pegawai pria yang terpesona dengan kecantikan Angel meskipun wajahnya kini terlihat pucat tapi tidak memudarkan kecantikannya, datang menghampirinya untuk menawarkan bantuan padanya. Tapi semua ditolak Angel. Angel yang kini sudah didalam taxi hanya diam saja sambil menatap diluar dari balik jendela. Pikirannya masih mengingat perbuatan Karan padanya.
__ADS_1
"Kenapa dia melakukan itu pada diriku setiap dia tahu kalau aku jalan sama dengan kak Marco?" gumam Angel. Angel yang dari tadi terus melamun, sampai tidak sadar kalau dia sudah sampai.
"Bu, kita sudah sampai!" ucap supir taxi nya. Angel langsung sadar, kalau dia sudah sampai di apartemen milik Karan. Angel pun langsung keluar setelah membayarnya. Saat dia masuk ke gedung, semua para tamu melihat wajah Angel. Tapi mereka sangat kagum dengan kecantikan Angel meskipun wajahnya pucat. Setiap pria yang lewat selalu menyapa Angel, Angel sudah terbiasa dengan itu semua karena setiap Angel keluar pasti selalu saja ada saja pria yang minta kenalan padanya. Angel selalu saja berjalan dengan pandangan yang kosong. Sampai dalam apartemennya Angel langsung disapa.
"Nak, tumben kamu pulang cepat?" ucap Mayang. Angel yang mendengar suara mertuanya langsung sadar.
"Ma..mama" ucap Angel dengan gugup. Karena kedatangan mertuanya tiba-tiba, dan Angel juga melihat papa mertuanya juga ada.
"Papa!" ucapnya lagi. Mayang yang sudah didepan menantunya, sangat terkejut melihat Angel sangat pucat. apalagi saat ini kening Angel sudah dipenuhi peluh. Mayang langsung menarik Angel untuk duduk dekatnya. Tidak hanya Mayang yang terkejut tapi papa mertuanya juga terkejut. Mayang yang memegang tangan Angel semakin terkejut saat ini tangan Angel sangat dingin.
"Sayang kamu sakit?" tanya Mayang dengan cemas.
"Angel hanya saja lagi masuk angin, ma. Setelah Angel istirahat, pasti Angel sudah pulih kembali" ucap Angel dengan tersenyum. Dia tidak ingin membuat kuatir mertuanya.
"Ma, pa Angel naik keatas dulu. Angel mau istirahat sebentar" ucap Angel dengan ragu.
"Baiklah, nak. Kamu istirahat dulu." ucap Javi.
"Iya, sayang istirahatlah" sambung Mayang lagi. Angel menganggukkan kepalanya. Angel langsung bangkit dari tempat duduknya. Saat Angel bangkit dia merasakan kepalanya sangat sakit. Tapi dia berusaha menahannya, takut mertuanya akan tahu kalau dia lagi sakit. Angel berusaha naik keatas dengan sisa tenaganya. Javi dan Mayang hanya bisa menatap kepergian Angel dengan cemas. Setelah Angel naik keatas, Mayang langsung duduk bersama suaminya sambil menonton.
Sedangkan Angel yang sudah diatas langsung masuk kedalam kamar Karan, karena dia tidak ingin mertuanya tahu kalau dia masih pisah tidur dengan Karan. Sesampai didalam kamar, kini sakit kepala Angel semakin menjadi. Angel merasakan saat ini kakinya seperti tidak tahan lagi menopang tubuhnya, dan pandangannya kabur. Dan dalam hitungan detik Angel langsung jatuh dan tidak sadarkan diri. Satu orang pun tidak ada yang tahu bagaimana keadaannya.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️