
Quetes : Langit telah mengeluarkan airnya. Seakan langit tahu apa isi hatiku saat ini. Aku akan menunggu kamu bangun dari tidur kamu yang panjang.
Bella sudah berjalan mendekat ke Karan. Dan tiba-tiba dia bersujud didepan Karan. Semuanya pada bingung kenapa Bella seperti itu. Keluarga Karan yang tadi tidak mengenal siapa Bella, mereka jadi teringat kalau Bella adalah perempuan yang ada difoto bersama anaknya, yang telah membuat menantu tersayangnya pergi. Karan yang tadi masih tiduran di pangkuan mamanya, jadi kembali duduk tegak sambil memegang kepalanya yang terasa berat.
"Bel, apa yang kamu lakukan?" tanya Karan pada Bella. Bella terus menangis sambil menundukkan kepalanya. Dia tidak berani menatap wajah Karan.
"Maaf, kan aku Kar! Ini salah ku!" ucap Bella, Bella berhenti sejenak berbicara.
"Maaf, kalau aku tidak melakukannya! Pasti Angel tidak seperti itu! hiks...hiks..hiks" ucap Bella.
"A..apa maksud mu?" tanya Karan tidak mengerti. Zaky langsung mendekati Bella. Zaky memutarkan wajah Bella untuk menghadap nya. Marco dan Mike yang tadi agak berjarak dengan mereka, langsung mendekati mereka.
"Sayang, apa maksud kamu?" tanya Zaky.
"Bukan salahnya. Itu salah aku, Angel hanya ingin menyelamati aku! Jadi tembakan itu mengenainya!" ucap Faisal tiba-tiba.
Bugh...
Tanpa aba-aba Faisal sudah terpental kelantai, karena Karan tiba-tiba memukulnya. Karan langsung mendekati Faisal dan memukulnya lagi. Kini Karan berada diatas tubuh Faisal. Faisal hanya diam saja, dia tidak ingin membalas. Anak buahnya yang tadi ingin membantunya dilarangnya dengan kasih tanda. Akhirnya anak buahnya hanya diam saja.
"Bre***** kamu! Ini semua karena mu istri ku berjuang antara hidup dan mati didalam sana!" Ucap Karan sambil memukul Faisal.
Marco langsung mendekati Karan untuk menghentikan Karan, karena dia melihat wajah Faisal sudah babak belur.
"Sudah hentikan! Kamu bisa membunuhnya!" ucap Marco sambil menari Karan. Karan memberontak, dia ingin terus memukul Faisal. Javi langsung mendekati putranya karena Karan sangat emosi.
"Tenang, nak! Sekarang kita harus berdoa supaya istrimu selamat!" ucap Javi sambil memeluk putranya. Mendengar itu, Karan yang tadi terus memberontak, tiba-tiba menangis.
"Papa istriku! hiks...hiks..hiks" ucap Karan.
Yang melihat keadaannya jadi merasa kasihan melihatnya. Bella terus menangis di pelukan Zaky. Dia tetap merasa bersalah.
"Tenanglah, sayang! Ini bukan salah, mu!" ucap Zaky sambil mengelus rambut Bella.
__ADS_1
Faisal dengan bantu anak buahnya untuk berdiri, dia meringis kesakitan karena wajahnya sudah babak belur.
Setelah beberapa jam, seorang dokter keluar dari ruangan operasi. Karan langsung mendekatinya.
"Dokter bagaimana dengan istri saya?" tanya Karan.
"Operasinya untuk mengeluarkan pelurunya berhasil, pak! Tapi saat ini keadaan istri anada masih kritis. Kami sudah berusaha melakukan yang terbaik. Jadi, istri anda mengalami koma. Kami tidak tahu kapan istri anda akan sadar. Maaf, pak!" ucap dokter itu.
"Istri anda akan kami pindahkan ke ruangan ICU. Kalian bisa melihatnya, tapi tidak bisa banyak-banyak. Saya permisi dulu!" sambung dokter itu lagi.
Setelah mendengar apa yang dikatakan dokter itu membuat Karan merasakan dunianya sudah porak poranda. Seakan kakinya tidak tahan menopang tubuhnya, membuat dia langsung jatuh. Sedangkan Bella, Mayang dan Keira langsung menangis. Mayang langsung memeluk mamanya. Sedangkan Keira dengan tiba-tiba memeluk Marco karena Marco berdiri disampingnya. Marco mengelus rambut Keira dengan lembut. Sebenarnya dia ingin menangis, tapi dia harus menahan tangisnya.
***
Setelah Angel dipindahkan, Karan ditemani keluarganya masuk kedalam. Karan merasakan dadanya seperti teriris, melihat tubuh istrinya kena jarum apalagi istrinya bisa hidup hanya karena alat bantu pernapasan. Karan langsung mendekati Angel dan duduk disampingnya sambil menggemam tangan istrinya.
"Sayang, maafkan aku! Apa kamu mau mengerjai aku? Ayo sayang buka mata kamu! Putra kita sudah lahir sayang. Apa kamu tidak mau melihatnya? Sayang!" ucap Karan yang sambil mencium tangan istrinya dan menahan supaya air matanya tidak keluar.
Orang tuanya, Keira, Marco dan Mike tidak tahan mendengar ucapan Karan. Marco langsung mendekati Karan dan menepuk pundaknya untuk memberi kekuatan pada Karan.
"Lebih, baik kamu melihat anak kamu dulu! Aku yang akan menjaganya dulu!"
"Tidak, aku akan tetap menemani istri, ku!" ucap Karan. Marco hanya menghela napas mendengar jawaban Karan.
"Ya, sudah! Aku akan membawa keluarga kamu untuk cari hotel yang didekat sini!" ucap Marco. Karan hanya diam saja.
"Om, tante dan Keira lebih baik kalian istirahat saja dulu. Aku akan temani kalian cari penginapan dulu!" Orang tua Karan hanya mengangguk kepala saja. Karena mereka sudah merasa lelah. Bukan merek tidak ingin menjaga Angel, tapi mereka masih akal sehat, kalau mereka sakit, tidak akan ada yang bisa menjaga Angel dan Karan jadi semakin repot mengurus mereka.
"Nak, tetap jaga kesehatan, mu! Kami akan kembali lagi nanti!" Ucap Javi sambil menepuk pelan pundak Karan.
Setelah keluar dari ruangan Angel, mereka masih melihat yang lainnya masih berdiri didepan pintu, termasuk Faisal dan anak buahnya.
"Kak Marco kita cari makan dulu, ya. Dari tadi mama dan papa belum ada makan!" ucap Keira.
__ADS_1
"Baiklah" ucap Marco, Marco melihat ke arah yang lainnya.
" Lebih baik kalian gabung bersama kami saja untuk makan! Dan sekalian kita akan cari tempat penginapan yang terdekat untuk kita!" sambung Marco.
"A..aku mau lihat Angel dulu!" ucap Bella.
"Besok saja! Biarkan Karan bersama Angel dulu!" ucap Marco.
"Lebih baik kalian tinggal di hotel punya aku saja. Di samping rumah sakit ini hotel milik ku!" ucap Faisal. Semua langsung melihat ke sumber suara, mereka hanya diam saja. Faisal tahu kalau dari tatapan mereka, mereka tidak suka dengannya.
"Aku tahu kalian tidak menyukai aku! Tapi aku sudah menyesal. Aku minta maaf pada kalian!" ucap Faisal pada mereka. Mereka dapat melihat ucapan Faisal yang benar-benar sudah menyesal karena perbuatannya.
"Bella aku tahu karena perbuatan aku, membuat kamu jadi menderita. Maaf, kan aku! Aku benar-benar sudah menyesal, Bella!" ucap Faisal sambil berlutut didepan Bella.
Bella menatap dari mata Faisal yang tidak ada kebohongan.
"Aku sudah memaafkan kamu, Fai!" ucap Bella. Faisal langsung berdiri dan memeluk Bella. Zaky yang melihatnya langsung melepaskan pelukan mereka.
"Jangan ambil kesempatan kamu! Bella milik, ku!" ucap Zaky.
"Iya, aku tahu. Aku sudah lama tidak lagi menyukainya! Lagian aku tidak mau merebut milik orang lain lagi!" ucap Faisal. Bella tersenyum mendengarnya.
"Baiklah, kalian tinggal di hotel milik ku, saja! Kalian juga bisa makan di restoran yang di hotel ku!" ucap Faisal.
"Baik!" ucap Marco.
***
Karan terus menatap wajah istrinya yang sangat pucat, sambil menggemgam tangan nya dengan tangan kirinya dan tangan kanannya mengelus pipi Angel.
"Sayang, kamu tidak kasihan melihatku? Aku merindukan suara kamu sayang!" ucap Karan.
"Apa kamu mau menghukum aku, sayang?" sambung Karan lagi. Tapi dia melihat istri cantiknya tetap saja tidur. Karan terus menangis melihat keadaan istrinya.
__ADS_1
Karan sebenarnya ingin sekali tidur karena, dia sudah merasakan matanya yang sudah lelah. Tapi, dia berusaha tidak mau tidur karena dia takut kalau dia tidur, istrinya terbangun dari tidurnya.
☘️☘️☘️☘️☘️