
Seperti biasa Angel selalu melakukan kewajibannya sebagai seorang istri, Angel memasak sarapan untuk mereka. Saat dia sudah selesai masak, Angel langsung bersiap-siap untuk bekerja. Dan saat dia sudah bersiap-siap, Angel mau masuk kedalam kamar Karan. Dia melihat Bella ada didalam kamar Karan, dia melihat Bella sedang memasang dasi untuk Karan. Angel jadi tidak masuk kedalam, sebelum Karan dan Bella menyadari dia ada didepan pintu, Angel langsung cepat pergi. Saat sampai depan meja makan, Angel merasakan dadanya sangat sakit, kini matanya sudah mulai berkerja. Angel memilih tidak sarapan. Dia tidak ingin bertemu mereka berdua. Angel langsung mengambil tasnya, dan disaat dia mau pergi, Karan dan Bella sudah turun kebawah.
"Pagi Angel" sapa Bella. Karan hanya menatap Angel saja.
"Eh..Pagi juga mbak. Maaf saya pergi duluan!" ucap Angel sambil melangkah. Karan langsung menghentikan Angel.
"Tunggu, apa kamu sudah sarapan?" tanya Karan ada Angel yang kini sudah berhenti dari langkahnya. Angel tidak mau melihat kearah Karan.
"Saya makan diluar saja. Permisi!" ucap Angel dengan dingin, Karan langsung terdiam karena nada bicara Angel padanya. Akhirnya hanya Karan dan Bella saja yang sarapan.
"Sayang, masakan Angel sangat enak ya!" ucap Bella. Karan hanya senyum saja. Bella sangat lahap makannya.
"Apa kamu langsung balik ke Paris?" tanya Karan.
"Aku ke Singapore sayang, mungkin satu Minggu disana karena ada acar pemotretan!" ucap Bella.
"Baiklah, ingat hubungi aku bila terjadi sesuatu pada, mu!" ucap Bella.
"Iya, sayang!" ucap Bella dengan manja.
Sebelum Karan berangkat kantor, Karan mengantar Bella ke apartemennya.
***
__ADS_1
Angel langsung pergi kekantor. Selesai mengerjakan tugasnya kini Angel merasakan cacing-cacing diperutnya ingin minta makan. Karena Angel jadi tidak selera makan, jadi dia lebih memilih langsung bekerja saja. Wajah kini sudah terlihat sangat pucat.
"Ah, kenapa rasanya lemas semua ini badan?" gumam Angel. Tiba-tiba Angel ingin muntah. Karena sudah tidak bisa tertahan lagi, Angel langsung berlari ke toilet, saat dia berlari ke toilet, Karan dan Frans sudah diatas. Mereka melihat Angel berlari tergesa-gesa sambil menutup mulutnya.
"Bos kenapa dengan nona Angel?" ucap Frans dengan bingung. Karan yang melihat Angel seperti itu sangat cemas, apalagi tadi Angel tidak sarapan.
"Ambilkan air hangat dan belikan bubur sekarang!" perintah Karan.
"Baik, bos. Frans langsung memerintahkan OB" Karan sudah masuk kedalam ruangannya, dia terus menatap dari luar, setelah 10 menit Angel baru kembali kemejanya. Karan semakin cemas melihat Angel yang terus memegang perutnya. Karan terus memperhatikan Angel, akhirnya Frans datang membawa bungkusan dan minuman membawa kedalam ruangan Karan.
"Bos ini pesanannya!" ucap Frans yang sudah didalam ruangan Karan. Karan langsung mengambil semuanya dan membawa keluar. Frans bingung mau kemana bosnya pergi. Kini Karan sudah didepan meja Angel. Angel yang dari tadi menundukkan wajahnya sambil memegang perutnya, tidak sadar kalau Karan sudah didepannya.
"Makanlah, tadi kamu tidak sarapan!" ucap Karan. Angel langsung melihat kearah Karan yang kini sudah berdiri didepan mejanya. Karan sanagt terkejut melihat wajah Angel sangat pucat. Frans yang tadi dibelakang Karan juga melihat wajah Angel sangat pucat. Angel merasakan semakin sangat mual, dia langsung berlari lagi ke toilet. Dia tidak perduli apa yang dikatakan Karan. Karan langsung mengikuti Angel dan membawa minuman hangat, terlihat diwajahnya sangat kuatir, Frans sangat senang melihat bosnya sangat cemas dengan Angel.
Di toilet Karan melihat Angel selalu muntah mengeluarkan cairan bening dari mulutnya. Frans langsung memijit leher Angel, Angel sebenarnya ingin menolak Karan tapi karena dia sangat lemas diurungkannya.
"Apakah sudah mendingan? Lebih baik kamu minum dulu" ucap Karan sambil memberi Angel minum, Angel langsung mengambil dari tangan Karan, tapi Karan tidak memberinya.
"Sini biar aku yang bantu saja!" Karan pun langsung memberi Angel minum dari tangannya, dan tangannya satu lagi mengelus punggung Angel. Entah kenapa saat Karan mengelusnya rasa mual nya mulai reda. Dan Karan pun langsung mengelap peluh dari dahi Angel dengan sapu tangannya. Untung saja dilantai atas tidak ada pegawai yang bisa naik, tanpa perintah dari Karan. Angel yang kini sudah mulai tenang, ingin kembali ke mejanya. Tapi dia merasakan kakinya sangat lemas, Karan melihat Angel yang sudah tidak berdaya langsung mengendong Angel dan membawa Angel masuk keruangan nya.
Angel sebenarnya ingin memberontak, tapi dia tahu saat ini tenaganya tidak ada. Akhirnya dia hanya pasrah saja. Saat Karan membawanya keruangan Karan dan masuk kedalam ruangan kamar yang ada di ruangan Karan. Membuat dia teringat bahwa tempat itu adalah tempat yang buat dia seperti ****** bagi bosnya sendiri. Angel jadi semakin takut dan kini keringat diwajahnya semakin bercucuran. Karan meletakkan Angel ditempat tidurnya dengan pelan-pelan. Karan melihat wajah ketakutan di mata Angel, dan kini dia sangat bingung Angel langsung memeluk kakinya dengan erat.
"Kenapa dia seperti sangat ketakutan?" gumam Karan. Karan langsung mengambil tangan Angel, dan betapa terkejutnya Karan tangan Angel sangat dingin.
__ADS_1
"Kamu kenapa? Kenapa tangan sangat dingin?" tanya Karan dengan cemas. Karan langsung duduk didepan Angel sambil menggemgam tangan Angel.
"Katakan pada, ku! Kamu kenapa?" Angel melihat wajah Karan didepan wajahnya.
"Ku..mohon ja ngan sa kiri a ku! Hiks...hiks" ucap Angel dengan menangis sambil menarik tangannya dari Karan dan melipat tangan nya seperti memohon. Karan dan Frans semakin terkejut dengan apa yang dilakukan Angel.
"Ku..mo..hon!" ucap Angel dengan menangis. Karan yang melihat Angel seperti itu rasanya dadanya sangat sakit. Karan langsung ingat apa yang dilakukannya pada Angel diruangan kamar pribadinya ini. Karan langsung memeluk Angel sangat erat.
"Tenanglah, aku tidak akan menyakitimu!" ucap Karan sambil memeluk Angel.
"Jangan sakiti ku!" ucap Angel terus sambil menangis diperlukan Karan. Tiba-tiba suara nangis Angel tidak terdengar lagi. Karan melihat Angel yang pingsan diperlukannya.
"Angel bangunlah!" ucap Karan sambil memukul pelan pipi Angel dan dia merasakan tangan Angel masih dingin tapi dia berkeringat. Karan sangat cemas.
"Bos, lebih baik kita bawa nona kerumah sakit!" ucap Frans. Karan pun langsung menggendong Angel menuju parkiran yang khusus untuknya. Jadi satu pegawai pun tidak ada yang tahu apa yang dilakukan bos mereka. Karan meletakkan kepala Angel di pahanya.
"Frans lebih cepat!" Perintah Karan. Frans pun melajukan mobilnya dengan cepat. Dalam 15 menit akhirnya mereka sampai di rumah sakit. Karan langsung menggendong Angel memasuki ruangan rumah sakit.
"Dokter! Cepat tolong aku!" teriak Karan. Dokter pun langsung membantu Karan. Karan menyuruh Frans untuk panggil Zoya.
"Panggil Zoya, suruh dia periksa Angel" perintah Karan.
☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1