Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Menyadari


__ADS_3

Kini Angel berada dirumah sakit jadwalnya untuk periksa kandungannya dan USG dengan ditemani Marco. Angel dapat melihat bayinya dari monitor.


"Selamat ya nyonya, dari hasil pemeriksaan anak anda berjenis kelamin laki-laki nyonya! dan dia sangat baik-baik saja" Angel sangat bahagia mendengar dari dokter kandungannya.


"Terimakasih dokter!" jawab Angel.


"Ingat ya anda tidak boleh terlalu banyak pikiran dan terlalu lelah" ucap dokternya.


"Iya, dok"


Kini Angel sudah berada didalam mobil bersama Marco dan Mike. Marco melihat Angel selalu menatap foto USG anaknya.


"Boleh kakak, lihat?" tanya Marco. Angel pun langsung memberinya, dan Marco langsung memfotonya diam-diam saat Angel lagi sibuk menelpon asistennya tanah dicafe nya. Kemudian Marco mengirim foto itu ke Karan.


📨 " Ini hasil USG anak kalian hari ini, anak kalian sehat-sehat saja dan kamu tahu anak kalian laki-laki"


"Kak kemari fotonya tadi, Angel ingin menyimpannya bagus" ucap Angel tersenyum setelah selesai menelpon. Marco sempat terkejut, mendengar suara Angel tiba-tiba. Tapi dia langsung mengendalikan dirinya.


***


Karan kini berada dikantornya, saat dia lagi rapat dia melihat hp nya bergetar, karena hp nya mode Silent dibuat. Karan tersenyum melihat hasil gambar yang dikirim Marco. Sepanjang rapat dan kembali keruangan ya Karan tampak sangat bahagia. Semua pegawai yang melihat bosnya senyum seperti sangat bingung. Karena ini pertama kalinya Karan senyum seperti itu. Frans tahu kenapa saat ini kenapa bahagia, karena dari tadi sepanjang rapat dia melihat Karan tersenyum setelah dapat pesan.


"Bos, saya mau beri tahu besok bos ada rapat ke Jepang!" ucap Frans setelah mereka kembali keruangan Karan.


"Apa tidak bisa ditunda?" Entah kenapa saat ini Karan berat sekali melangkah.


"Tidak bos"


"Baiklah siapkan semuanya. Berapa lama kita disana?" tanya Karan.


"Satu bulan, bos!" Karan langsung tak semangat.


"Baiklah. Nanti malam kita berangkat. Aku pulang sekarang!"

__ADS_1


***


Kini Karan lebih dulu sampai di apartemen, saat dia masuk dia hanya melihat pembantunya yang ada dirumah.


"Bi, apa Angel belum pulang?" tanya Karan.


"Belum, tuan"


"Owh. Bi, hari ini bibi bisa pulang sekarang"


"Tapi, tuan saya belum masak makan malam"


"Nanti kami makan diluar, bi. Bibi pulang saja!"


"Baiklah, tuan. Terimakasih tuan."


"Iya, bi!" Karan pun langsung masuk ke kamarnya. Dia langsung membersihkan dirinya. Setelah dia membersihkan dirinya, Karan langsung turun ke bawah untuk menyiapkan makan malam dirinya dan Angel.


Saat Kaan lagi masak, Angel pulang. Angel sangat terkejut saat sampai didapur dia melihat Karan lagi masak.


"AW.." jerit Karan Sambil menekan tangannya. Angel yang melihatnya langsung berlari. Dia sangat cemas, darahnya terus mengalir.


"Mas..." jeritnya sambil berlari mendekat kearah Karan. Dia langsung menarik tangan Karan, setelah itu dia mengambil obat P3k dari laci yang ada didapur. Karan hanya memperhatikannya. Angel langsung membersihkan luka Karan dengan alkohol, setelah itu membalut luka Karan. Karan sangat senang melihat Angel sangat kuatir padanya.


"Lain kali hati-hati mas! Untung lukanya tidak dalam." entah kenapa rasanya dada Angel sangat sakit melihat tangan Karan terluka. Tanpa rasa air mata Angel keluar. Karan kaget melihat Angel menangis karena dia terluka.


"Kenapa menangis?" tanya Karan lembut sambil menghapus air mata Angel yang mengalir di pipinya. Angel melihat kearah Karan. Dia hanya diam saja, kemudian melangkah meninggalkan Karan. Dengan cepat Karan langsung memeluk Angel dari belakang.


Angel sangat terkejut Karan memeluknya, jantungnya kini berdetak lebih cepat. Karan meletakkan dagunya dibagi Angel. Dia bisa mencium aroma rambut Angel, yang sangat harum menurutnya.


"Aku senang kamu kuatir melihat, ku! Bisakah untuk saat ini jangan pergi dari, ku? Bisakah kamu jangan menolak, ku malam ini? Kumohon untuk malam ini aku mau masak untuk mu dan calon anak kita, sebelum aku berangkat" ucap Karan. Angel sangat mendengar ketika Karan mengatakan "calon anak kita".


"Apakah dia sekarang mau menerima anak ini? Berangkat? Mau kemana mas Karan?" gumam Angel dalam hati.

__ADS_1


"Apa kamu mau menemaniku memasak?" tanya Karan lagi. Tanpa ragu-ragu Angel langsung menganggukkan kepalanya. Karan sangat senang dengan jawaban Angel.


"Baiklah, kamu duduk dulu. Aku akan masak makanan yang sangat lezat dan bergizi untuk kalian" ucap Karan sambil membawa Angel duduk di kursi, kemudian dia jongkok dibawah Angel.


"Jagoan papa tunggu sebentar, ya. Muach" Angel sangat kaget dengan perilaku Karan. Kini detak jantungnya semakin kencang, karena Karan berbicara pada bayinya dan mencium perut Angel dengan lembut. Kini wajah Angel semakin memerah, Karan melihat itu. Dia ingin sekali mencium wajah Angel yang memerah seperti itu. Tapi, dia harus bersabar.


Karan pun melanjutkan masaknya. Dia sangat senang wanita yang kini dicintainya menunggunya untuk masak. Angel selalu memperhatikan Karan, dan tanpa sadar saat ini dia tersenyum bahagia melihat Karan masak untuknya.


Setelah setengah jam, kini Karan sudah menyelesaikan masaknya. Dan dengan cepatnya Karan menyusun semua makanan yang dimasaknya di meja.


"Baiklah, saatnya kita makan. Oh, ya tunggu sebentar" Karan langsung berlari ke dapur, kemudian dia membawa susu untuk Angel.


"Baiklah sekarang kita makan!" Karan membuat makanan ke piring Angel. Setelah itu dia baru duduk disamping Angel untuk makan.


"Apakah enak?" tanya Karan setelah Angel memakan makanannya. Angel tersenyum kearah Karan.


"Mas, masakan kamu sangat enak" ucap Angel bahagia. Dia baru tahu kalau Karan ternyata pintar masak. Setelah makan, mereka bersama-sama membersihkan bekas makan mereka. Sebenarnya Karan melarang Angel membantunya, tapi Angel bersikeras membantu Karan akhirnya Karan mengijinkannya. Setelah membersihkan bekas makan mereka, Karan menyuruh Angel untuk langsung istirahat. Karan mengantar Angel masuk kamarnya.


"Tidur, lah! Aku harus bersiap-siap pergi!" ucap Karan pas mereka sampai depan pintu kamar Angel. Angel yang mendengar Karan akan pergi, sangat kaget.


"Pergi? Kamu mau kemana,mas?" tanya Angel dengan wajah terkejut.


"Kenapa terkejut seperti itu? Apa kamu tidak mau jauh dari, ku?" goda Karan. Kini wajah Angel kembali merona, dan Angel langsung menundukkan wajahnya. Karan melihat Angel sangat malu karena digodanya.


"Aku senang saat ini melihat kamu seperti ini. Ayuk aku antar kedalam" Angel langsung naik ketempat tidurnya dan Karan langsung menyelimutinya. Setelah itu Karan menjatuhkan kedua lututnya dibawah tempat tidur Angel dan kini Karan menggemgam tangan Angel. Angel saat ini semakin deg-degan dengan perbuatan Karan.


"Aku akan di ke Jepang selama 1 bulan. Ada proyek yang harus aku tangani. Selama 1 bulan aku disana, maukah kamu memberi kabar mu dan anak kita kepada, ku?" Angel langsung mengangguk kepalanya dengan cepat. Karan langsung tersenyum, padahal sewaktu dia bertanya seperti itu sangat gugup, takut Angel menolaknya.


"Baiklah, kamu tidur lah! Aku akan merindukan, mu nanti disana. Cup" Karan langsung mencium kening Angel dengan lembut. Angel semakin tambah gugup karena mendengar ucapan Karan dan kini Karan mencium keningnya dengan kasih sayang.


Kini Karan mengelus perut Angel yang sudah tampak besar.


"Boy, jangan nakal ya. Jaga mama, mu!" ucap Karan, kemudian mengecup perut Angel. Lalu dia bangkit berdiri dan tersenyum melihat Angel.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2