
Menunggu istrinya Karan duduk di sofa yang didekat kamar mandi sambil memainkan Hpnya.
Angel keluar dari kamar mandi dengan santainya memakai jubah mandinya. Dia berpikir Karan tidak ada dikamar, karena Karan tidak ada di kasur mereka.
Saat Angel mengambil bajunya dari lemarinya, 2 tangan kekar memeluk pinggangnya dari belakang. Angel langsung tahu kalau itu adalah tangan suaminya.
"Mas, apaan sih! Aku mau pakai baju dulu!" ucap Angel.
"Sebentar saja sayang seperti ini. Sayang, kamu tidak apa-apakan sendiri disini?" ucap Karan ditelinga Angel, karena posisi kepala Karan berada dibalik leher Angel.
Mendengar ucapan Karan, Angel sangat bingung, dan dia langsung membalikkan badannya. Kini mereka saling berhadapan.
"Maksudnya, mas?"
"Hari ini aku harus berangkat ke Jerman. Ada masalah dengan proyek hotel baru cabang dari hotel yang di Jerman sayang. Jadi mas, sangat takut kalau terjadi apa-apa dengan kalian. Apa kamu ikut saja dengan, mas?" Angel sangat senang Karan sangat mencemaskan nya. Kini Angel kedua tangan Angel langsung ke dua pipi Karan dengan tersenyum.
"Mas, aku baik-baik saja. Pergilah, mas! Aku akan menunggu kamu disini!" ucap Angel, Karan langsung memeluk Angel dengan erat.
"Pasti aku akan merindukan kalian" Angel tersenyum bahagia mendengar ucapan Karan.
"Ya, sudah kamu mandi dulu mas! Aku akan siapkan baju-baju kamu. Berapa hari kamu disana, mas?" ucap Angel sambil melepaskan pelukannya.
"Paling lama seminggu, sayang! Baiklah mas mandi dulu, ya"
Karan langsung membersihkan dirinya. Kalau Angel memakai bajunya dulu, lalu dia merapikan baju yang akan dikenakan Karan untuk bekerja di Jerman. Karan menghabiskan waktunya dikamar mandi selama setengah jam.
***
Karena Frans sudah datang menjemput Karan. Karan pun langsung memutuskan untuk pergi, Angel memutuskan mengantar Karan sampai depan pintu apartemen. Padahal Karan sudah menyuruh Angel untuk istirahat saja, tapi Angel tidak mau. Dia ingin sekali mengantar Karan, karena sebenarnya dia sangat berat Karan pergi. Tapi dia tidak mau memberitahu Karan perasaannya. Takut Karan tidak jadi pergi dan mengabaikan pekerjaannya. Sesampai depan pintu Karan langsung mencium kening Angel dengan lembut.
"Mas, pergi dulu ya sayang!" Angel langsung mengangguk kepalanya dengan tersenyum. Kini Karan langsung membungkukkan tubuhnya, dan tiba-tiba Karan langsung mencium perut Angel yang sudah kelihatan membesar.
"Boy, jaga mama ya! Jangan nakal-nakal ya boy!" ucap Karan sambil mengelus perut Angel. Angel sangat malu dengan perbuatan Karan, karena ada Frans dibelakang Karan.
Frans yang melihat tingkah bosnya, dia sangat senang. Tapi dia juga kuartir bosnya akan menyakiti Angel lagi, karena dia tahu bosnya belum memutuskan hubungannya bersama Bella.
__ADS_1
"Iya, papa!" Angel menjawabnya dengan meniru suara anak kecil. Karan langsung kembali berdiri tegak. Karan pun langsung memeluk Angel lagi, seakan dia ingin sekali tidak melepaskan Angel dalam pelukannya.
"Mas, nanti kamu telat! Pak Frans kasihan sudah menunggu kamu dari tadi!" ucap Angel. Karan pun langsung melepaskan pelukannya.
"Baiklah, sayang! Mas, pergi dulu ya! Kamu masuklah, ingat jangan terlalu lelah!"
"Iya, mas! Hati-hati ya, mas!"
***
Setelah Kepergian Karan, Angel langsung masuk kedalam kamarnya. Dia sangat susah tidurnya. Dia langsung merindukan suaminya saat ini. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia harus mengerti posisi suaminya.
Keesokan paginya, Angel merasakan kesepian di apartemen. Tiba-tiba Angel ingin sekali makan bubur ayam, tapi dia tidak tahu mencarinya dan minta tolong sama siapa. Dia kepikiran minta tolong sama Marco, tapi dia takut terlalu merepotkan kakaknya. Akhirnya dia masak sarapannya sendiri. Saat dia mau makan dia tidak terlalu berselera, dan dia melihat bangku yang biasa Karan duduk saat makan, terlihat dari wajahnya yang sedih karena Karan tidak ada disisinya.
Ting..Ting...
Angel mendengar suara bel apartemen nya, dia langsung membukanya.
"Halo malaikat, ku!" ucap Marco dengan senyum.
"Pagi nona Angel!" sapa Mike.
"Hei, kasih dulu kami masuk!" ucap Marco karena dari tadi Angel tidak mempersilahkan mereka masuk.
"Oh iya kak, maaf lupa! Ayo masuk, kak!" Mereka pun masuk kedalam, mereka langsung menuju meja makan. Marco dan Mike sangat senang, Angel belum sarapan.
"Syukurlah kamu belum makan, dek! Yuk kita makan bersama! Kakak bawa bubur ayam"
"Bubur ayam?" cicitnya. Dia tidak menyangka kakaknya datang membawa bubur untuknya.
Dengan semangat Angel langsung mengambil bungkusan yang dibawa Marco dan duduk disamping Marco.
"Wah, kak Marco tahu saja saat ini ingin sekali makan bubur ayam!" ucapnya dengan wajah bahagia, seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah.
"Hahaha. Itu dari suami, mu! Dia tadi menelpon menyuruh aku bawakan bubur ayam untuk, mu!" Angel yang tadi sibuk menyiapkan bubur ayamnya ke piring langsung berhenti karena ucapan Marco.
__ADS_1
"Karan?"
"Iya, sepertinya anakmu dan papanya punya ikatan kuat" ucap Marco. Angel sangat senang mendengarnya. Dengan wajah bahagia dia memakan bubur ayam itu.
***
Karan menginap di hotel miliknya, hotel yang sama tempat Bella menginap. Karan dan Frans sarapan di restoran bawah yang ada di hotel.
Bella dan Zaky juga lagi sarapan tempat yang sama. Bella yang posisinya kearah pintu masuk, melihat jelas kalau Karan masuk kedalam restoran tepat dia sarapan. Bella sangat terkejut kedatangan Karan.
"Karan" cicit Bella saat Karan dekatnya. Karan dan Frans yang mendengarnya langsung menoleh kearah suara. Karan bersikap tenang, karena dia tahu dari awal Bella tinggal di hotel miliknya. Karena sampai sekarang dia selalu menerima laporan tentang Bella.
"Hai, Bella!" ucap Karan dengan santai, padahal Bella sangat gugup, apalagi saat ini Zaky bersamanya. Karan langsung melihat kearah pria yang duduk bersama Bella. Bella yang mengerti kearah mana Karan melihat, langsung memperkenalkan Karan dengan Zaky.
"Kar, perkenalkan ini Zaky. Zaky ini Karan!" ucap Bella. Zaky dengan senyum langsung mengulurkan tangannya pada Karan. Bella sangat gugup Karan tidak menyambut tangan Zaky.
"Hai Zaky" ucap Zaky. Karan masih berdiam, kemudian dia langsung membalasnya.
"Karan" ucapnya sambil membalas uluran tangan Zaky. Bella sangat terkejut Karan menyabut uluran tangan Zaky.
"Kalian mau sarapan? Kita duduk bareng saja!" ucap Zaky. Mendengar ajakan Zaky pada Karan, membuat Bella semakin gugup.
"Terimakasih" ucap Karan. Karan langsung duduk disamping Bella, sedangkan Frans duduk disamping Zaky.
Tak, butuh berapa lama sarapannya datang, karena sebelum Karan turun dia sudah memberitahu manager hotel untuk menyiapkan sarapannya.
"Kalian kenal dari mana?" tanya Zaky, Bella sangat cemas jawaban apa yang akan dikatakan Karan
"Oh, kami dulu satu kampus!" ucap Karan. Bella merasakan lega karena jawaban Karan.
Karan dan Frans menikmati makanannya, sedangkan Zaky selalu saja membuat lelucon. Bella selalu ketawa mendengarnya, sedangkan Karan dan Frans hanya senyum-senyum saja.
Tak butuh lama, Karan dan Frans sudah menyelesaikan sarapannya.
"Baiklah, kami duluan pergi ya. Karena saya ada kerjaan."
__ADS_1
"Baiklah, kalau tidak sibuk nanti malam kita makan bersama lagi ya!" ucap Zaky. Karan hanya menganggukkan kepalanya saja sambil tersenyum. Setelah kepergian Karan, Bella merasakan kelegaan.
☘️☘️☘️☘️☘️