Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Tentang Faisal


__ADS_3

Flass back


Faisal dan Karan adalah sahabat baik semasa kuliah di LA. Faisal menyukai seorang wanita yang sangat digilai dikampus mereka. Wanita itu adalah Bella, mahasiswi yang cantik, lumayan pintar. Tapi, sayang dia malah lebih tertarik pada Karan. Faisal sangat marah, karena Bella lebih memilih bersama Karan sahabatnya. Pria yang tidak apa-apa dibandingkan dirinya.


Mereka mengenal kalau Karan adalah pria yang miskin, bekerja dicafe sebagai pelayan untuk memenuhi segala kebutuhannya, kalau untuk biaya kuliahnya dari beasiswa. Karena Karan adalah pria yang pintar, jadi dari awal dia kuliah, dia memakai beasiswa untuk biaya kuliahnya. Karan memang tidak ingin memakai fasilitas dari orang tuanya dan memakai nama belakang papanya.


Faisal selalu berusaha ingin mendapatkan Bella, dia tidak peduli kalau Bella sudah pacaran dengan Karan, sahabatnya sendiri. Karan tidak tahu kalau Faisal menyukai Bella, karena Faisal tidak pernah memberitahunya.


Yang membuat Karan marah besar pada Faisal adalah, sewaktu Faisal ingin menodai Bella. Waktu itu Bella bersama temannya pergi ke club', ternyata Faisal juga ada di club' yang sama dengan Bella.


Ternyata Faisal membayar pelayan club' untuk masukkan obat perangsang kedalam minuman Bella.


Sebelum obatnya beraksi, Faisal membawa Bella secara paksa kedalam ruangan yang ada di club'. Bella berusaha ingin membebaskan dirinya. Tapi apalah daya, tenaganya tidak sebanding dengan Faisal. Karan sudah berjanji menjemput Bella pulang, tapi dia melihat kalau Bella tidak ada bersama teman-temannya. Tapi, dia melihat tas Bella masih ada bersama temannya. Jadi dia bertanya pada pegawai yang ada di club'. Dari setiap pegawai yang ditanya nya tidak ada yang tahu, Karannsemakin cemas dengan Bella. Karan tidak putus asa bertanya kepada orang-orang yang ditemuinya di club'. Karan merasa lega, ada yang melihat Bella, tapi ketika mendengarnya Karan jadi semakin cemas. Dengan cepat Karan melangkah kearah ruangan Bella.


"Hiks...hiks...Lepaskan aku" ucap Bella dengan meronta dari Faisal.


"Tidak akan pernah! Kamu harus milikku!" teriak Faisal.


Bruk...Karan mendobrak pintu ruangan itu karena dia mendengar suara tangis Bella, dan betapa terkejutnya Karan melihat Bella berada dibawah Faisal.


Bugh..bugh..


Karan menarik Faisal dan langsung memukulnya tanpa ampun.


"Breng*** kamu Fai!" teriak Karan sambil memukulnya.


Karena tidak menerima pukulan dari Karan, Faisal membalas Karan. Mereka beradu kekuatan, Karan lah yang menang. Bella terus menangis.


"Kar..." ucap Bella, dia berusaha memanggil Karan. Mendengar namanya dipanggil, Karan langsung mendekati Bella dan langsung memeluknya.


"Maaf, sayang. Kamu tidak apa-apa?" tanya Karan pada Bella. Bella hanya menganggukkan kepala saja.


"Ayuk kita pergi!" ucap Karan sambil menuntun Bella.


"Mulai hari ini persahabatan kita putus. Aku akan membalas, mu!" ucap Karan dengan dingin pada Faisal.


"Hahaha. Aku menunggu balasan, mu! Ingat sebelum kamu membalas aku, aku akan mendapatkannya." ucap Faisal tertawa, sambil mengusap darah yang dari ujung bibirnya.


Dalam perjalanan pulang, Karan membawa pulang. Tapi, tiba-tiba Bella mengatakan seluruh tubuhnya panas, dan Bella mau membuka seluruh bajunya. Tapi, Karan dengan sigap mengikat tangan Bella supaya dia tidak bertindak lebih jauh. Dan dia langsung membawa Bella kerumah sakit, supaya ditangani. Syukurnya obat yang diminum Bella tidak terlalu banyak. Jadi masih bisa ditangani dengan dokter.


Karan melaporkan Faisal kepada polisi. Karena bukti-bukti Faisal memang bersalah, akhirnya Faisal di tahan. Kampus mengetahui apa yang dilakukan Faisal, akhirnya Faisal dikeluarkan dari kampus.

__ADS_1


Akibat dari itu, mamanya Faisal jadi sakit-sakitan dan akhirnya meninggal. Sedangkan papanya bunuh diri karena perusahaannya jatuh bangkrut, karena papanya tidak tahan hidup miskin. Itulah yang membuat Faisal membalas kepada Karan, dia ingin melihat Karan menderita.


Flass back end


Karan yang mendengar perkataan Faisal membuat dia gelisah. Dia langsung menghubungi Angel. Berkali-kali dia menghubungi Angel, tapi Angel tidak mengangkatnya, Karan jadi semakin panik. Dia takut Angel meninggalkannya.


Akhirnya Karan menghubungi Marco, dia berharap Angel bersamanya.


"Hallo, Marco apa Angel bersama, mu?"


"Tidak. Aku sekarang ada di Singapura urusan bisnis, ku. Apa terjadi sesuatu? Aku juga menghubunginya tidak diangkatnya dari tadi." Karan yang mendengarnya jadi semakin takut.


"Karan jawab! Apa terjadi sesuatu?" teriak Marco karena Karan tidak menjawabnya.


Karena Marco berteriak memanggilnya, Karan langsung sadar. Karan menceritakan semuanya, berharap Marco dapat membantunya.


"Coba hubungi keluarga, mu! Kemarin aku meninggalkannya dirumah orang tuamu!" ucap Marco. Karan langsung mematikan Hpnya, tanpa menjawab Marco. Dia pun langsung menghubungi adiknya.


"Syukurlah kakak menelpon, dari tadi kami mencoba menelpon kakak!" ucap Keira.


"Maaf, Ada apa Kei?" tanya Karan.


"Kak, apa yang kakak lakukan sama perempuan itu? Apa kakak tidak memikirkan perasaan kakak ipar?" Keira sangat kesal pada Karan.


"Sekarang kakak pulang! Aku tidak akan memberitahu pada kakak lewat telepon." Jawab Keira dan langsung mematikan sambungan teleponnya tanpa mendengar jawaban dari Karan.


"Ah...Sayang aku harap kamu tidak pergi!" gumam Karan dengan sedih.


"Frans..." teriak Karan. Mendengar namanya dipanggil dengan keras, membuat pria tampan itu langsung berlari kearah ruangan kerja bosnya itu.


"Ya, bos!"


"Kamu..."


drt...drt...drt..


Karan mendapat pesan berupa video tentang Bella yang tidak lagi sadarkan diri dan Faisal mengelus seluruh tubuh Bella. Frans juga melihat video itu.


"Kar, bukannya itu Bella?" kini Frans tidak memanggil Karan bos.


"Ah, sial! Apa yang harus aku lakukan?" teriak Karan kesal sambil memukul mejanya.

__ADS_1


drt...drt...drt...


Karan mendapatkan pesan lagi. Karan dan Frans semakin tercengang menonton video itu.


"Ah" teriak Karan sambil menumbuk dinding kantornya, sehingga tangan Karan berdarah.


"Karan!" teriak Frans ketika tangan Karan berdarah. Frans menuntun Karan untuk duduk.


"Tenanglah. Tolong katakan kenapa Angel disekap? Siapa mereka?" tanya Frans. Karan hanya tampak diam saja sambil menahan amarahnya.


Ternyata video yang dilihat mereka adalah tentang Angel. Dari video yang dikirim, Angel disekap dalam satu ruangan kecil dengan tangan diikat dan matanya tertutup. Dia melihat wajah ketakutan dari Angel dan dia mendengar suara tangis Angel sambil meminta tolong dilepaskan.


"Bereng***!" teriak Karan sambil melempar barang ada terletak dimeja yang di depannya.


"Dokter, cepat datang ke hotel sekarang juga!" perintah Frans kepada dokter yang dikenal mereka di Jerman.


"Kamu tenang dulu. Kamu tahu siapa yang merencanakan ini?" tanya Frans sambil menatap Karan dengan tajam.


"Aku yakin ini semua perbuatan Faisal!" jawab Karan dengan dingin.


drt...drt..drt..


Karan melihat nomor asing yang menghubunginya dan dengan cepat Karan mengangkatnya karena itu no yang dipakai Faisal menghubunginya.


"Apa yang kamu lakukan pada istriku? Apa salah istri, ku?" tanya Karan dengan emosi.


"Hahaha. Kamu sangat pintar Karan. Kamu mau tahu kenapa aku melakukannya? Dengarkan aku, aku mau melihat kamu menderita, aku mau kamu juga merasakan penderitaan ku ketika orang yang terpenting dalam hidupku meninggalkan, ku!" ucap Faisal dengan dingin.


"Dengar, istriku tidak ada masalah dengan mu!" teriak Karan.


"Hahaha. Memang benar, istrimu tidak ada masalah dengan, ku! Tapi, setelah aku tahu kamu gelisah ketika istrimu akan pergi meninggalkan, mu. Aku langsung tahu kalau istrimu adalah orang yang sangat kamu cintai saat ini, bukan Bella. Jadi, aku mengubah rencana, ku! Aku menyuruh anak buahku mencuri istri, mu ketika istrimu pergi dengan membawa kopernya. Tapi yang membuat aku terkesan adalah, istrimu sangat pintar dan jago, sehingga anak buah ku kualahan membawanya padahal dia lagi hamil besar. Hahahaha


Aku ingin tahu, siapa yang akan kamu selamatkan Bella yang sebagai pacarmu, atau Angel sebagai istrimu?" ucap Faisal dengan dingin, padahal dia tadi sempat tertawa.


"Apa maksud, mu? Sekarang katakan dimana mereka kamu buat?" teriak Karan.


Tut...Tut...Tut...


Faisal langsung mematikannya secara sepihak. Karan jadi semakin kesal karena Faisal mematikannya.


"Ah, brengsek kamu Faisal!" teriak Karan sambil mengacak rambutnya. Frans hanya diam saja.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️


Maaf ya, baru bisa Up..🙏🏻


__ADS_2