Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Kabar Bahagia


__ADS_3

Didalam perjalanan, Karan memeluk Angel dengan erat. Terlihat wajahnya tampak sangat kuatir. Karan bisa melihat pelan-pelan mata Angel tertutup.


"Sayang, buka mata mu! Jangan buat Akau kuatir sayang!" ucap Karan, tanpa terasa air matanya mulai menetes.


"Kakak tenanglah! Kak, Angel pasti baik-baik saja, saat ini dia pingsan" ucap Keira yang duduk disamping Angel. Karena dia duduk dibelakang bersama Karan untuk membantu kakaknya, sedangkan Faisal duduk didepan disamping Frans yang mengemudikan mobil.


Karan memerintahkan Keira untuk menghubungi Zoya bahwa mereka dalam perjalanan rumah sakit.


***


Setengah jam lebih mereka akhirnya sampai, di rumah sakit milik keluarga Karan. Untung jalannya tidak macet, sehingga mereka bisa jalan dengan kecepatan tinggi.


Zoya dan beberapa perawat sudah menunggu di depan pintu. Setelah mobil mereka berhenti, Karan langsung menggendong Icha. Dan Icha pun langsung diletakkan di bangkar, mereka pun langsung membawa Icha kedalam.


Karan dan yang lainnya sudah sangat cemas, mereka tidak diijinkan masuk kedalam. Saat Zoya keluar, Karan langsung menghampirinya.


"Kenapa istri ku, Zoy?" tanya Karan dengan cemas. Zoya tersenyum melihat kepanikan Karan seperti itu.


"Hahaha. Tenang saja! Istri mu baik-baik saja! Mungkin karena perjalanan jauh, membuat dia lelah! Karena kandungan nya masih muda, membuat dia seperti itu! Saran, ku untuk saat ini kalian jangan dulu melakukan perjalanan jauh!" ucap Zoya. Karan mencerna ucapan Zoya.


"Tunggu! Kandungan? Maksud kamu istri ku hamil?" tanya Karan dengan ekspresi terkejut.


"Iya! Kalian belum tahu, kalau Angel lagi hamil?" tanya Zoya.


"Iya!" jawab Karan dengan masih belum percaya, kini istrinya telah hamil anak kedua mereka.


"Baiklah, setelah dia nanti bangun bawa dia periksa kandungannya!" ucap Zoya


"Baiklah! Apa aku bisa masuk?" tanya Karan.


"Boleh, kalian lansugung masuk saja keruangan ya. Angel sudah kami pindahkan langsung kedalam ruangan. Aku permisi dulu" ucap Zoya.


Zoya pun langsung pergi, Karan dan yang lainnya langsung masuk kedalam ruangan Angel. Hanya Frans saja yang masih diluar, di terus menatap kepergian Zoya. Dari tatapannya tampak ada yang dipikirkannya, entah apa itu.


***


Kini Karan sudah duduk disamping Angel, dia melihat wajah pucat istrinya. Karan pun langsung menggemgam tangan Angel, sedangkan Keira dan Zaky duduk di sofa yang didalam ruangan Angel. Saat mereka menunggu Angel sadar, suara anak kecil memanggil Karan dan Angel.


"Papa, mama!" teriak anaknya berlari mendekati Karan.

__ADS_1


Karan melihat putranya sudah didalam dan mama dan papanya berada dibelakang putranya. Karan pun langsung menaikkan Putranya ke pangkuannya.


"Pa, mama kenapa?" tanya Adelio dengan sedih melihat mamanya seperti itu.


"Mama tidak apa-apa sayang! Sebentar lagi mama bangun!" ucap Karan untuk menenangkan putranya.


"Kar, kenapa dengan menantu kami?" tanya Mayang dengan kuatir.


Saat Karan ingin menjawab mamanya, Karan mendengar suara Angel.


"Mas!" Angel memanggil suaminya dengan suara pelan.


Meskipun suara Angel pelan, Karan bisa mendengarnya. Karan meletakkan putranya duduk di tepi tempat tidur Angel dan dia langsung menggemgam tangan Angel, dan tangannya satu lagi mengelus rambut istrinya dengan lembut.


"Sayang kamu sudah bangun? Apa ada yang sakit?" tanya Karan.


"Mas, aku kenapa?" tanya Angel dengan bingung.


Dia tidak ingat kalau dia tadi pingsan. Dia hanya ingat sewaktu di bandara, tubuhnya seperti tidak punya tenaga sama sekali, dan Karan langsung menggendongnya masuk dalam mobil. Setelah itu dia tidak ingat sama sekali.


"Kamu tidak baik-baik saja, sayang! Kata dokter tadi kamu hanya kecapekan saja, itu hal biasa karena usia kandungan kamu masih muda, jadi itu yang membuat kamu seperti ini." jelas Karan dengan senyum.


"Iya, sayang! Kamu lagi hamil!" ucap Karan. Angel pun langsung mengelus perutnya, dan tak terasa air matanya keluar.


Karan langsung mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang.


"Wah, akhirnya kita dapat anggota baru lagi, pa! Selamat ya sayang!" ucap Mayang dengan bahagia.


"Selamat ya, nak!" ucap Javi sambil menepuk bahu Karan.


"Terimakasih ma, pa!" ucap Karan dan Angel serentak. Dia melihat putranya duduk disampingnya.


"Sayang mama kemari!" ucap Angel sambil merentangkan kedua tangannya. Adelio pun langsung mendekati mamanya dan langsung memeluk mamanya.


"Ma, apa mama baik-baik saja?" tanya Adelio sambil memeluk mamanya.


"Mama baik-baik saja sayang. Mama hanya capek saja!" ucap Angel.


Adelio langsung melepaskan pelukannya dari mamanya, ketika sudah mendengar jawaban mamanya. Karan langsung mengangkat Adelio dan diletakkan di pangkuannya.

__ADS_1


"Sayang, sebentar lagi kamu akan jadi seorang kakak. Mulai sekarang Lio harus menjaga mama dan adik bayi Lio di dalam perut mama!" ucap Karan.


"Adik? Jadi Lio akan punya adik?" tanya Adelio dengan antusias.


"Iya, sayang! Lio bisa bantu papa kan? Untuk jaga mama dan adik bayi di dalam perut mama?" Tanya Karan, dengan cepat Adelio langsung mengangguk kepalanya.


"Lio janji! Akan, jaga mama dan adik bayi!" ucap Adelio.


Semuanya sangat senang mendengar jawaban dari Adelio.


"Selamat untuk kalian ya, kak!" ucap Keira sambil memeluk Angel.


Sedangkan Faisal langsung memeluk Karan dan mengucapkan selamat pada Karan.


***


Karena sudah malam, Adelio pulang bersama kakek dan neneknya. Sedangkan Keira dan Faisal pulang kerumahnya. Hanya Karan saja yang menemani Angel dirumah sakit.


Sore tadi mereka memutuskan akan langsung memeriksa kandungan Angel. Mereka sangat senang, kandungan Angel baik-baik saja. Janinnya pun kuat, hanya Angel butuh istirahat. Dan mereka sangat senang, kandungan Angel sudah berjalan satu bulan.


"Sayang apa kamu ingin sesuatu?" tanya Karan, sambil menggemgam tangan Angel.


"Em... Sebenarnya sih ada, mas!" ucap Angel, tampak ragu-ragu dia mau mengatakannya.


"Katakan lah, sayang. Aku ingin saat ini, aku merasakan kalau jadi suami yang siap siaga. Aku menyesal, dulu aku tidak pernah memenuhi keinginan mu saat putra kita dalam kandungan!" ucap Karan dengan menyesal.


"Sudahlah, mas! Yang dulu tidak perlu lagi diingat!" ucap Angel sambil tersenyum.


"Iya, sayang! Sekarang katakan, kamu mau apa sayang?"


"Em... Sebenarnya aku mau kamu peluk aku sampai aku tidur, mas!" ucap Angel dengan malu.


Karan ingin sekali ketawa melihat ekspresi wajah Angel yang masih malu-malu padanya. Tapi, diurungkannya karena takut Angel akan marah padanya. Sebenarnya Karan sangat senang Angel yang bermanja-manja padanya. Karan pun langsung naik ketempat tidur dan langsung memeluk istrinya dengan erat.


"Mas, akan selalu memeluk kamu seperti ini! Karena mas, bisa mencium aroma tubuh istrinya mas ini yang selalu menjadi kesukaan mas!" ucap Karan.


"Sekarang tidurlah, sayang! I Love you my wife!" ucap Karan sambil mengecup kening Angel dengan lembut.


****

__ADS_1


__ADS_2