Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Perkenalan


__ADS_3

Qutes "Rasanya hatiku sakit melihatmu bersamanya tersenyum. Apakah senyum mu ada untuk ku?"


****


Karan melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia terus terbayang wajah senyum Angel bersama pria asing. Sampai di apartemen Bella saja wajahnya masih kelihatan kesal. Dia langsung membuka apartemen Bella, karena dia tahu password yang digunakan Bella adalah tanggal jadian mereka.


Bella langsung meluk Karan, Karan melihat wajah Bella dia amarahnya langsung memudar. Bella langsung membawa Karan jalan-jalan ke taman.


"Sayang kita jalan-jalan yuk. Aku ingin ingin bersamamu. Oh, ya sekalian kita jemput sepupumu untuk ikut bersama kita. Sebelum kalian balik Minggu depan." ucap Bella dalam pelukan Karan. Karan kaget mendengar kata sepupu yang diucapkan Bella. Dia takut kalau Bella mengetahui siapa sebenarnya Angel, dan dia takut Bella akan meninggalkannya karena apa yang telah dilakukannya pada Angel semalam.


"Eh, sayang. Tadi adik sepupu aku sudah pergi dengan teman yang kenalannya disini. Kita pergi sendiri saja ya"


"Baiklah. Yuk kita berangkat sekarang"


Karan dan Bella pergi mengelilingi kota Paris dengan bergandengan tangan. Sampai matahari mulai meredupkan cahayanya mereka menikmati kebersamaan mereka dengan canda tawa. Sampai akhirnya mereka ingin menikmati menara Eiffel. Merekapun juga lebih memilih makan di depan menara Eiffel. Saat mereka mencari tempat duduk, Karan melihat seseorang yang sangat dikenalnya duduk berdua dengan seorang pria dengan canda tawa. Karan berhenti dari jalannya menahan kemarahannya. Bella heran melihat Karan tiba-tiba berhenti. Dan dia juga melihat kearah Karan seperti melihat seseorang, dia melihat kearah pandangan Karan. Bella seperti melihat wanita yang dilihatnya sebagai sekretaris Karan di perusahaan Karan dan juga baru tahu dari Karan kalau dia adalah adik sepupu Karan.


"Sayang, bukannya itu adik sepupu kamu? Yuk kita jumpai" ucap Bella tersenyum sambil menarik Karan kearah duduk Angel. Ya wanita yang diperhatikan Karan adalah Angel, dan pria itu adalah pria yang dilihatnya sewaktu jemput Angel di hotel.


"Hai!" sapa Bella pada Angel. Angel dan Marco yang lagi ketawa berhenti karena mendengar seseorang menyapa mereka. Angel melihat kearah depannya, Angel terkejut melihat siapa yang berdiri didepannya. Angel merasakan susah menelan ludahnya sendiri. Marco yang tidak mengenal mereka hanya senyum saja.

__ADS_1


"Kamu masih ingat aku nona cantik?" ucap Bella dengan tersenyum manis. Sedangkan Karan hanya diam saja dan memandang Angel dengan tajam. Angel yang merasakan tatapan dari Karan sangat tajam, dia hanya menganggukkan kepalanya dan sedikit tersenyum. Marco yang dari tadi melihat kearah Karan dan Bella hanya diam saja.


Marco juga sadar dengan tatapan dari Karan pada Angel sangat tajam.


"Mas Karan dan kak Bella disini?" ucap Angel dengan memaksa senyumnya.


"Iya, kebetulan kami ingin menikmati suasana Paris disini. Oh, ya aku sudah tahu kalau kamu sepupunya Karan. Salam kenal ya. Semoga jadi berteman baik" ucap Bella sambil memeluk Angel. Angel agak sungkan membalas pelukan Bella dan senyumnya terpaksa. Dia melihat Karan hanya diam saja.


Marco hanya terus melihat apa yang terjadi antara Bella, Karan dan Angel.


"Oh, ya kamu pergi dengan siapa?" ucap Bella lagi Angel sambil memeluk lengan Karan dengan manja. Angel merasakan sakit di dadanya melihat Bella memeluk lengan suaminya sangat manja. Tapi dia berusaha mengendalikan suasana hatinya.


"Oh, iya kak kenalkan ini kak Marco" ucap Angel, Marco langsung mengulurkan tangannya pada Bella dan Karan. Mereka membalas uluran tangan Marco.


Saat pulang, Karan mengajak Angel untuk pulang bersamanya. Angel pun minta ijin sama Marco.


"Kak, aku pulang sama mas Karan ya" ucapnya


"Baiklah, malaikat ku. Kalau sudah sampai kabari kakak ya" ucapnya sambil mengacak rambut Angel. Angel hanya menganggukkan kepalanya dengan tersenyum. Karan sangat kaget panggilan Marco untuk Angel, tapi dia membuat dirinya seperti tidak peduli. Bella juga diantar pulang dengan Karan.

__ADS_1


Angel langsung masuk duduk dibelakang mobil Karan, dan Bella yang duduk didepan samping Karan. Mereka lebih dulu mengantar Bella ke apartemennya. Sesampai ditempat Bella, Karan lebih turun dan memutar mobil langsung membuka pintu untuk Bella. Diluar mobil Bella dan Karan berpelukan dan Karan mencium kening Bella.


Angel yang didalam mobil melihat mereka, merasakan sakit di dadanya. Dia tidak tahan melihat Karan memperlakukan Bella sangat manis, dan berbeda dengannya. Setelah Bella masuk, Karan langsung masuk kedalam mobilnya, Karan melihat dari kaca spion mobilnya wajah Angel saat ini tidak ada lagi senyum. Padahal selama ada Bella dalam mobil, wajah Angel selalu tersenyum setiap berbicara dengan Bella. Angel tidak ingin berpindah duduk ke depan, dia tidak ingin Karan akan melakukan tindakan kasar lagi. Karan yang dari tadi sudah menahan amarahnya sama Angel karena dengan pria lain, jadi semakin marah karena wajah Angel tidak ada senyum saat bersamanya.


Selama perjalanan ke hotel hanya ada kesunyian, Karan terus memperhatikan Angel. Angel yang tersenyum mendapat pesan dari Marco.


📨 "Kakak, sudah sampai. Kalau malaikat kakak sudah sampai kabari kakak. Oh, ya kakak tahu Karan itu bukan sepupumu tapi suamimu yang kamu ceritakan. Wajahnya ganteng sih, tapi sayang wajah sangat menakutkan. Berbeda dengan kakak mu ini sudah ganteng, tapi wajah ku sangat mengemaskan. Hahahaha"


Angel tersenyum membacanya melihat kepedean Marco yang sudah menjadi kakaknya itu.


📨 " Hahaha. Iya, deh kak Marco sangat mengemaskan" balas Angel dengan tersenyum.


Sesampai didepan hotel Karan mengerem mendadak membuat Angel terkejut. Karan langsung turun dari mobilnya, Angel melihat Karan turun dia juga langsung turun. Maya mengikuti Karan dari belakang. Didalam lift mereka hanya diam saja, sampai mereka masuk kedalam kamarnya. Karan yang sudah berdiri didepan Angel langsung berputar menghadap Angel. Angel hanya menundukkan wajahnya dengan ketakutan. Karan yang sudah sangat emosi, langsung mencengkram wajah Angel dengan kuat. Angel merasakan kesakitan dengan perlakuan Karan.


"Sakit, mas. Lepas!" ucapnya sambil menangis.


"Kenapa kamu menangis didepan, ku? Tapi sama orang lain kamu selalu senyum! Sekarang aku katakan senyum!" teriak Karan. Karena Angel terus menangis membuat Karan semakin marah. Karan menarik Angel ke kamarnya. Angel sangat takut saat ditarik Karan ke kamar. Dia teringat kejadian semalam.


"Mas, lepas! Kamu telah menyakiti, ku! Ingat kita menikah hanya sebuah perjanjian!" teriak Angel. Karan melihat kearah Angel, Karena Angel sudah berani berteriak padanya.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️


Teman-teman jangan lupa kalau sudah mampir tinggalkan jejaknya ya seperti di-like dan difavoritkan. Terimakasih🙏🏻


__ADS_2