Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Pulang


__ADS_3

Siang hari, Karan baru berangkat ke kantor bersama Frans. Sedangkan Angel pergi kerumah kakaknya. Dia membuat kakaknya sibuk dan kesal karenanya.


"Kak, aku mau makan bakso!" ucap Angel pada Marco yang lagi sibuk memeriksa berkasnya.


"Ya, sudah kakak pesan dulu, ya!" ucap Marco.


"Tidak, mau! Kakak yang harus pergi belinya!" ucap Angel. Marco yang memang menyayangi Angel, langsung pergi. Setelah setengah jam Marco kembali dengan membawa pesanan Angel.


Saat di kembali, dimelihat Angel sudah tertidur di sofa. Marco pun langsung membangunkannya.


"Kenapa, sih kak?" tanya Angel dengan wajah kesal karena tidurnya diganggu dengan Marco.


"Yuk makan baksonya. Kakak sudah membawa nya!" ucap Marco.


"Nanti saja! Aku ngantuk banget!" jawab Angel, dan dia pun langsung tidur.


Marco jadi kesal.karean Angel tidak langsung memakan baksonya, padahal dia sudah pergi mencarinya. Marco pun langsung melanjutkan tugasnya, dia memperhatikan Angel tidur tanpa menggunakan selimut. Marco langsung menyelimuti Angel.


***


Karan pulang kerumah Marco, karena Marco dari awal sudah menghubungi Karan kalau Angel berada di rumahnya.


Saat dia masuk dia melihat, istrinya sedang tidur disofa. Sedangkan Marco masih sibuk dengan tumpukan berkas yang terletak di meja ruang tamunya, tidak ada tampak Cinta dan Mike di dalam.


"Apa dia sudah lama tidurnya?" tanya Karan, Marco melihat kearah Karan, dia sangat terkejut melihat Karan sudah di dalam rumahnya.


"Kapan pulang?" tanya Marco.


"Baru, saja! Apa dia sudah lama tidurnya?" tanya Karan lagi, yang kini sudah berdiri disamping Angel.


"Sudah!" jawab Marco. Karan pun langsung membangunkan istrinya.


"Sayang! Cup" Karan mencium pipi istrinya. Angel yang mendengar suara suaminya, langsung membuka matanya. Dia pun langsung bangkit dari tidurnya dan duduk. Karan pun langsung duduk disamping Angel.


Angel yang sudah merasakan rasa rindu sama suaminya, langsung memeluk Karan dengan erat. Karan langsung tersenyum melihat tingkah Angel yang sangat manja padanya.

__ADS_1


"Sayang, kita besok pulang ya! Ada rapat yang mas, harus hadir!" ucap Karan sambil memeluk Angel. Angel pun langsung mengangguk kepalanya.


Dia pun juga sangat rindu dengan keluarganya, apalagi dengan putra mereka. Marco yang mendengarnya, hanya diam saja.


***


Kini mereka berada di bandara, mereka diantar oleh Marco, Mike dan Cinta. Sebelum masuk kedalam, mereka saling berpelukan.


"Kak, ada yang ingin aku bicarakan dengan berdua!" ucap Angel sebelum memeluk kakaknya.


"Baiklah, kita kesana!" ucap Marco.


"Sayang, sebentar ya!" Angel minta ijin pada suaminya untuk bicara dengan Marco berdua. Karan pun langsung mengangguk kepalanya.


Mereka pun langsung sedikit menjauh dari yang lainnya.


"Baiklah, adik kakak ini mau bicara apa?" ucap Marco sambil mencubit pipi Angel. Angel pun langsung tersenyum, dia tidak marah dicubit pipinya.


"Kak, apa kakak sudah bisa melupakannya? Sebenarnya aku sudah lama ingin bertanya, tapi aku takut kakak akan marah!" ucap Angel dengan gugup. Marco pun langsung mencubit pipi Angel lagi.


"Dengar, kakak sudah melupakannya. Saat ini kakak ingin mendekati seseorang, tapi kakak tidak tahu apa dia juga menyukai kakak! Kakak takut kecewa lagi!" ucap Marco. Mendengar itu, Angel langsung membulatkan matanya, karena dia mendengar kakaknya menyukai seseorang.


"Apa aku mengenalnya?" tanya Angel dengan semangat. Marco pun langsung mengangguk kepalanya. Angel, jadi tambah kaget, dia langsung memikirkannya siapa yang dimaksud Marco.


Padahal wanita yang dekat dengan Marco saat ini hanya satu orang, dan dia pun juga mengenalnya. Angel langsung melihat kearah Cinta.


"Apa dia kak Cinta?" tanya Angel dengan gugup. Marco hanya senyum saja, Angel yang melihat senyum kakaknya langsung mengerti.


Angel pun langsung memeluk Marco dengan bahagia. Dia sangat senang, kalau Marco bersama Cinta.


"Angel setuju! Kakak harus bisa mengejarnya! Apa perlu Angel yang bantu?" tanya Angel lagi. Marco pun langsung mengangguk kepalanya, dia sangat senang, Angel akan membantunya.


"Baiklah, Angel akan membantu kakak! Nanti aku akan kabari kakak!" ucap Angel. Mereka pun berpelukan kembali. Setelah itu, mereka langsung kembali bersama yang lainnya.


***

__ADS_1


Setelah mengantar Angel dan Karan pulang, Marco langsung kembali kekantor mereka. Didalam perjalanan kantor, Marco selalu memperhatikan Cinta yang duduk didepan bersama Mike.


Mike yang duduk didepan, memperhatikan tuannya dari kaca, selalu melirik kearah Cinta.


"Apa tuan, suka sama nona Cinta ya? Kalau, iya aku berharap nona Cinta membalas perasaan tuan Marco!" gumam Mike dalam hatinya. Dia berharap kali ini Marco tidak mengalami kegagalan lagi.


***


Didalam pesawat Karan terus memperhatikan Angel, dia melihat Angel sangat gelisah dengan tidurnya dan apalagi kali ini Angel banyak mengeluarkan keringat. Karan langsung memeriksa Angel, dia tidak merasakan panas ditubuh Angel. Karan pun langsung membangunkan Angel.


"Sayang, kamu sakit?" Angel pelan-pelan membuka matanya, dia merasakan badannya sangat lemas.


"Sayang, rasanya badanku sangat lemas?" ucap Angel dengan suara pelan.


"Apa ada badan mu yang sakit? Yang mana sakitnya sayang?" tanya Karan dengan panik. Angel langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak ada yang sakit, tapi rasanya tenagaku seperti tidak ada! woek.." Angel merasakan dia ingin muntah. Karan langsung membantu Angel untuk ke toilet.


Karan jadi semakin gelisah, melihat istrinya terus muntah dan di melihat keringat Angel sudah membasahi tubuh Angel. Setelah Angel mengeluarkan muntahan nya, Karan langsung menggendong Angel dengan style bridal. Angel sebenarnya menolak, tapi karena Karan memaksa, akhirnya Angel pun hanya diam saja. Untung saja mereka milih first class jadi tidak ada yang memperhatikan. Karena yang didalamnya hanya beberapa orang saja dan merekapun saat ini sedang tidur. Hanya Frans saja yang memperhatikan mereka.


Karan pun langsung menyuruh Angel untuk tidur. Karan memeluk Angel, karena permintaan Angel.


Setelah berjam-jam mereka sampai di kota Xx. Saat sampai Angel sudah tidak lagi tahan untuk berjalan. Tubunya memang saat ini benar-benar tidak ada lagi tenaga, dan dia juga merasakan sakit di kepalanya.


Karan langsung menggendong Angel, Angel yang sudah memang tidak punya tenaga lagi hanya bisa pasrah saja. Semua yang ada di bandara, langsung kagum dengan Karan. Menurut mereka, Karan sangat romantis.


Mereka sudah ditunggu oleh Keira dan Faisal didepan. Keira dan Faisal melihat Karan menggendong Angel, sedangkan Frans berjalan dibelakang mereka.


"Mas, kenapa dengan kak Angel?" tanya Keira pada suaminya.


"Tidak tahu, sayang!" jawab Faisal. Mereka pun langsung mendekati Karan dan Angel.


"Kakak, kenapa dengan kak Angel?" tanya Keira dengan kuatir.


"Aku tidak tahu, saat ini dia tidak memiliki tenaga. Sekarang kita kerumah sakit!" ucap Karan dengan panik.

__ADS_1


***


__ADS_2