
Angel tahu saat ini suaminya sangat gugup. Setelah Karan sudah berdiri di sampingya, Angel langsung menggemgam tangan suaminya, dan kemudian mencium tangan suaminya. Karan yang merasakan sentuhan bibir istrinya ditangannya, membuat dia sadar, kalau ini bukanlah mimpi.
Tanpa sadar air mata Karan jatuh, dengan cepat dia memeluk istrinya dengan erat.
"Kamu sudah sadar sayang? Aku tidak mimpikan?" ucap Karan pada Angel
"Tidak, mas! Ini aku sudah bangun, mas!" jawab Angel sambil menangis. Dia sangat merindukan suaminya. Di alam sadarnya sebenarnya dia merasa sedih kalau mendengar suara suaminya. Dia ingin sekali kembali ke suaminya, tapi karena dia masih kangen bersama mama dan papanya diurungkannya dia kembali.
Karan langsung melepaskan pelukannya dari istrinya. Dia memegang kedua pipi istrinya itu. Kemudian dia mencium kening istrinya dengan lembut.
"Terimakasih sayang kamu sudah bangun. Aku merindukan, mu!" ucap Karan.
"Ku mohon jangan pergi tinggalkan aku lagi. Aku tidak sanggup tanpamu! I Love you" ucap Karan lagi. Angel merasa tersentuh dengan kata-kata Karan, apalagi kini Karan mengatakan kata cinta untuknya, ungkapan yang selalu ditunggunya selama ini. Kini air mata Angel mengalir kembali. Karan yang melihatnya langsung menghapus air mata Angel.
"Jangan pernah menangis lagi, sayang! Mulai sekarang aku tidak akan membiarkan air mata kamu mengalir! Aku akan memberikan seluruh kebahagian pada mu dan anak kita" ucap Karan. Angel langsung memeluk Karan.
"Ini adalah air mata kebahagian, mas" ucap Angel dalam pelukan Karan.
"I Love you too, mas!" ucap Angel. Karan langsung tersenyum mendengar balasan ungkapan cintanya pada istrinya. Angel melihat sekelilingnya sedang menatap mereka sambil senyum-senyum, membuat Angel jadi malu. Dia lupa kalau bukan hanya dirinya dan Karan saja yang ada. Angel langsung melepaskan pelukannya. Karan melihat wajah istrinya kini jadi berubah warna merah.
"Kamu kenapa, sayang?" tanya Karan, dia sangat gemas melihat tingkah istrinya.
"Tidak apa-apa mas." ucap Angel,
"Ma, pa, Keira, Kak Marco, Kak Mike!" ucap Angel sambil melihat satu persatu keluarganya. Mayang langsung mendekati menantunya.
"Mama senang akhirnya kamu sadar, sayang!" ucap Mayang sambil membelai rambut Angel dengan penuh kasih sayang. Semua keluarganya bergantian memeluknya.
"Permisi, saya akan periksa nyonya Angel dulu!" ucap dokter, mereka datang karena Frans memanggil dokter itu.
"Keadaan nyonya Angel sangat baik. Tinggal hanya pemulihan saja. Tolong, nyonya lebih banyak istirahat, ya. Saya permisi dulu!" ucap dokter itu.
"Terimakasih dokter!" ucap Karan.
Marco langsung mencium pipi Angel, melihat itu Karan membentak Marco.
"Hei, tidak bisakah mulut mu itu tidak asal nyosor saja? Hanya aku yang berhak menciumnya!" ucap Karan pada Marco dengan teriak.
"Ha..ha..ha..Aku kakaknya! Jangan kamu lupakan itu!" ucap Marco sambil ketawa.
"Aku tidak, peduli. Seluruh tubuhnya adalah milikku! Jadi jangan ada yang menciumnya!" ucap Kaan lagi. Yang mendengarnya hanya ketawa saja.
"Mas, kamu apaan, sih!" Ucap Angel sambil memukul lengan suaminya. Dia jadi sangat malu dengan tingkah suaminya.
"Sini aku cium sayang! Aku harus menghapuskan jejak ciuman si Marco! cup..cup..cup..cup.." Karan mencium seluruh wajah istrinya.
Semuanya pada geleng kepala melihat tingkah Karan.
"Ma, aku ingin menggendongnya!" ucap Angel sambil menatap putranya. Mayang langsung memberikannya pada Angel. Angel mengelus wajah putranya. Anaknya langsung ketawa ketika Angel mengelus pipinya.
"Sepertinya dia sangat senang digendong mamanya!" ucap Mayang.
__ADS_1
"Halo anak mama! Maaf, ya sayang mama baru bisa menggendong mu!" ucap Angel sambil tersenyum dengan suaranya yang lembut. Angel langsung mencium kedua pipi putranya. Putranya hanya ketawa saja, seakan dia sangat bahagia didalam gendongan mamanya.
"Mas, kamu beri nama apa anak kita?" tanya Angel.
"Aku belum memberi dia nama sayang. Aku mau kita sama-sama memberi dia nama! Apa kamu sudah menyiapkan namanya sayang?"
"Aku ingin memberi dia nama Adelio, kalau kamu sayang?"
"Aku akan memberi dia nama Aaraf. Jadi namanya kita buat Adelio Aaraf Sanjaya! Bagaimana?"
"Bagus, mas! Arti namanya pangeran yang mulia dan bijaksana!" ucap Angel. Karan langsung memeluk istri dan anaknya.
" Papa suka dengan namanya! Karan mulai sekarang jagalah istri dan anak mu dengan baik!" ucap Javi.
"Iya, pa!" jawab Karan.
"Mama, senang kalian seperti ini. Mama sudah mendapatkan cucu yang ganteng dari kamu, jadi tinggal mendapatkan cucu dari Putri mama ini!" ucap Mayang.
"Ih, mama! Keira masih muda, ma! Kei masih mau mengejar karir Kei dulu!" ucap Keira. Marco dari tadi terus melihat Keira, dan dia langsung lemas ketika Keira belum ingin menikah. Tidak entah kenapa mendengar itu membuat Marco jadi sedih.
"Kak, sepertinya dia sangat mirip kamu, ya!" ucap Angel sambil bermain dengan Adelio.
"Iya, sayang. Kan, aku yang mencetaknya!" ucap Karan dengan bangga. Angel langsung mencubit perut suaminya itu karena ucapan suaminya yang terlalu gamblang.
"AW, sakit loh sayang!" ucap Karan meringis kesakitan karena cubitan Angel.
"Habisnya, sih itu bicara tidak disaring dulu!" ucap Angel dengan kesal.
"Kamu itu, ya! Jangan goda istri kamu terus. Sudah tahu istrinya baru sembuh!" ucap Mayang sambil memukul putranya sewaktu lari. Angel langsung ketawa karena suaminya dipukul sama mertuanya.
"Selamat siang, nyonya Angel waktunya makan!" ucap seorang perawat yang baru masuk. Suster itu langsung menaruh makanan Angel dimeja yang dekat Angel.
Karan, pun langsung mendekat kearah Angel. Dan bayinya diambil sama suster untuk diletakkan kembali keruangan bayi.
"Sayang kamu makan sekarang, ya! Aku yang suapi!" ucap Karan, yang kini sudah duduk disamping Angel. Angel pun mengangguk kepalanya sambil tersenyum.
Yang lainnya sudah duduk di sofa yang ada didalam ruangan Angel.
"Ma, pa! Kei, beli makanan untuk kita ya! Biar kita makan bareng disini saja!" ucap Keira.
"Baiklah, sayang!" ucap Mayang. Keira pun langsung bangkit dari duduknya. Saat dia melangkah, Kei berbalik lagi dan mendekati Marco. Marco sangat bingung karena Keira menghampirinya.
"Kak, yuk temani Kei beli makanan untuk kita!" ucap Keira sambil menarik tangan Marco. Marco hanya diam saja, ketika tangannya ditarik Keira. Mike pun juga ikut bangkit dari duduknya. Ketika mereka sudah diluar ruangan Angel, Keira tiba-tiba berhenti jalan, dan langsung menoleh kebelakang.
"Kak, kenapa juga ikut bangkit?" tanya Keira karena Mike mengikuti mereka dari belakang.
"Biarkan saja dia ikut! Dia yang akan membawa mobilnya!" Marco yang menjawab pertanyaaan Keira. Keira pun hanya diam saja.
"Baiklah!" jawab Keira. Mereka pun langsung kembali berjalan. Keira terus memegang tangan Marco Samapi depan mobil. Marco pun hanya diam saja, dia ingin melompat ketika Keira terus memegang tangannya.
Mike yang berjalan dibelakangnya senyum-senyum saja.
__ADS_1
"Semoga nona Keira yang bisa membuat bos merasakan jatuh cinta!" gumam Mike dalam hatinya.
"Kenapa rasanya aku ingin waktu berhenti sekarang saja! Aku ingin dia terus menggenggam tangan ku seperti ini? Perasaan apa ini?" gumam Marco.
***
Kret..
Suara pintu ruangan Angel terbuka.
"Fai, kamu datang?" ucap Karan pada Faisal, ketika Faisal masuk keruangan Angel.
Angel melihat Faisal yang tersenyum padanya, dan dia juga mendengar kini suaminya bicara santai pada Faisal.
"Iya. Aku langsung kemari setelah mendengar istrimu sudah sadar!" ucap Faisal santai.
"Siang om, Tante!" sapa Faisal pada orang tua Karan
"Siang, Nak!" jawab Mayang dan Javi serentak.
"Hai, Angel! Senang melihat kamu sudah baikan!" ucap Faisal sambil melangkah mendekati Angel.
"Stop disitu saja kamu berdiri!" ucap Karan tiba-tiba karena melihat Faisal semakin mendekati Angel. Faisal sangat bingung, dengan Karan.
"Ya, ampun Kar! Kamu tenang saja, aku tidak akan menyakiti istri kamu lagi!"ucap Faisal Dia merasa Karan masih takut kalau dirinya akan menyakiti Angel. Sedangkan orang tua Karan hanya senyum saja, karena mereka tahu kalau Karan saat ini sangat posesif sama istrinya.
"Aku tahu! Tapi kamu tidak boleh mendekati istri ku! Nanti kamu memeluknya pula lagi!"Ucap Karan. Mendengar itu Angel jadi malu, karena tingkah suaminya.
Faisal yang mendengar perkataan Karan langsung menepuk jidatnya sendiri.
"Ya, ampun Karan! Jangan bilang kamu sudah bucin sama istri kamu, ya?" tanya Faisal pada Karan.
"Biarin, bucin. Aku tidak mau istriku disentuh sama yang lain!" ucap Karan.
"Hahaha. Baiklah." ucap Faisal.
"Oh, ya Angel. Maafkan, saya sudah membuat kamu seperti ini! Saya sudah menyesal!" ucap Faisal dengan tulus. Angel mendengar ucapan Faisal yang tulus langsung tersenyum.
"Angel tahu kakak orang baik. Angel sudah memaafkan kakak!" jawab Angel pada Faisal dengan lembut.
Mendengar jawaban dari Angel dan tersenyum manis padanya, membuat dia secara reflek berlari mendekati Angel dan langsung memeluknya. Karan yang melihatnya, langsung berteriak dan menarik Faisal menjauh dari istrinya.
"Kya... Aku sudah bilang, jangan peluk istriku!" Karan langsung menarik Faisal menjauh, dan dia langsung memeluk istrinya dengan erat seakan Angel ingin direbut orang darinya.
Melihat Itu Faisal jadi ketawa, melihat tingkah sahabatnya itu yang terlalu berlebihan.
"Hahahaha. Sorry, tadi aku hanya reflek saja!" ucap Faisal dengan ketawa. Orang tua Karan pun juga ketawa.
☘️☘️☘️☘️☘️
**Hug, rasanya author sudah capek. Sudah berapa bab yang author up satu hari ini. Tapi author sangat senang, kalian masih setia membaca karya author.
__ADS_1
Terima kasih ya...🙏🏻**