Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Wajah yang cemas


__ADS_3

Sudah dua Minggu semenjak kepulangan Karan. Antara Angel dan Karan juga tidak ada perubahan. Karan selalu bersikap kasar pada Angel, kata-kata kasar Karan ada Angel membuat Angel merasakan sakit didadanya. Setiap Angel mau menangis dia pasti selalu menangis didalam kamar mandi atau dia akan menangis di pelukan Marco.


Angel yang sudah menganggap Marco adalah kakaknya, Angel menjadikan Marco tempat curhatnya. Marco tahu bagaimana perasaan Angel pada Karan dan dia juga tahu bagaimana hubungan mereka.


Angel selalu berharap Karan menyakiti fisiknya saja dari pada hatinya. Angel tidak mengerti dengan sikap Karan. Setiap Karan melihat Angel selalu diantar dengan Marco dan Mike pasti Karan menyakiti Angel bukan melalu kata-katanya tapi dia selalu menyiksa Angel dengan hubungan suami istri setiap malam. Angel selalu berharap Karan melakukannya dengan penuh cinta, tapi itu hanyalah angan-angan saja. Karena nyatanya Karan selalu melakukannya dengan kasar.


Dan hari itu adalah hari yang paling terburuk bagi Angel. Karan yang dari awal sudah ada diresto untuk makan siang, melihat kedatangan Angel bersama pria. Angel makan siang bersama Marco dan Mike di resto dekat kantor mereka. Angel tidak tahu kalau Karan dan Frans juga ada disana, karena mereka makan di ruangan VIP. Karan melihat Angel selalu ketawa didepan mereka.


"Aku ingin semua data siapa pria yang bersamanya sekarang juga" ucap Karan yang lagi menahan emosinya yang kini tampak tangannya sudah dikenal kuat sambil menatap kearah Angel dibalik kaca. Frans yang duduk didepan Karan sangat bingung dengan bosnya. Apalagi melihat kemarahan Karan ketika melihat Angel bersama pria lain.


"Apa kamu tidak mendengar?" ucap Karan sambil menatap Frans, karena Frans tidak menjawab perintahnya tadi.


"Baik, bos!" ucap Frans dengan tegang, karena wajah Karan yang kini sudah mulai tampak emosi.


"Aku butuh 10 menit dari sekarang infonya sudah ada dimeja ku!" ucap Karan sambil bangkit berdiri dari tempat duduknya. Karan dan Frans pun pergi dari resto. Saat keluar dari ruangan, Karan tidak melihat kearah Angel tapi terus berjalan ke depan. Saat Karan berjalan keluar, Mike melihat Karan.


"Nona sepertinya itu suami nona" ucap Mike. Angel dan Marco langsung melihat kearah pintu yang dibelakang Angel. Tapi saat Angel melihat kebelakang, Karan dan Frans tidak ada lagi.


"Dimana, kak?" tanya Angel.

__ADS_1


"Dia sudah jalan keluar" jawab Mike. Yang tadi wajah Angel tersenyum, langsung berubah dengan wajah yang cemas. Karena belakangan ini Karan selalu menyakitinya setiap Karan melihat dia bersama Marco atau Mike. Padahal Angel sudah menjelaskan kalau Marco adalah kakak angkat bagi Angel. Marco melihat perubahan wajah Angel. Marco langsung mengelus rambut Angel.


"Tenang, semuanya akan baik-baik saja" ucap Marco pada Angel untuk menenangkan Angel. Angel pun langsung menatap Marco, Angel memaksa dirinya tersenyum. Tapi, dibalik senyum di hatinya masih tetap cemas. Setelah menyelesaikan makan siangnya, Marco dan Mike langsung mengantarkan Angel kembali ke kantornya.


***


Angel langsung mengerjakan tugasnya kembali setelah makan siang. Saat dia lagi mengerjakan tugasnya, Frans keluar dari ruangan Karan dan langsung menghampiri Angel.


"Nona Angel kamu dipanggil bos, masuklah!" ucap Frans.


"Baik, pak!" jawab Angel. Setelah Angel menjawab, Frans kembali keruangan nya.


"Cari tahu apa hubungan mereka!" ucap Karan dan langsung mematikan sambungan teleponnya.


Tok...tok..tok..


Karan yang baru saja mematikan hpnya, mendengar seseorang mengetok pintunya ruangan kerjanya.


"Masuk!"

__ADS_1


Ternyata Angel yang yang datang. Angel langsung masuk kedalam dengan wajah yang takut.


"Apa yang akan dilakukannya lagi kali ini?" gumam Angel dalam hati.


Angel melihat wajah Karan yang sudah sangat marah. Karan langsung mendekat kearah Angel. Tanpa sadar Angel melangkah mundur dengan gemetaran.


"Apa kamu takut pada ku? Kenapa dengan pria lain kamu bisa ketawa? Jawab!" bentak Karan. Angel yang sudah tersudut karena langkahnya terhalang dengan tembok, sudah semakin takut.


"Maaf, mas" jawab Angel gemetaran.


"Sekarang aku akan menghukum, mu!" ucap Karan ditelinga Angel dengan pelan. Angel langsung meluruskan pandangannya kearah Karan.


"Jangan, mas. Ini adalah kantor. Jangan sakiti aku!" ucap Angel gemetar, karena mendengar apa yang dikatakan Karan. Angel tahu hukuman apa yang akan diterimanya. Karan malah tersenyum kecut setelah mendengar ucapan Angel. Karan langsung menarik Angel ke kamar pribadinya yang didalam ruangan kantornya. Angel langsung memberontak pada Karan, dia berusaha melepaskan tangannya. Sesampai didalam kamar pribadinya, Karan langsung mendorong Angel ketempat tidur. Saat ini Angel jadi semakin takut, wajahnya pun juga semakin pucat, seperti darahnya tidak ada mengalir.


Karan yang masih berdiri menatap Angel dengan senyum kecut. Karan melepas satu persatu melepaskan bajunya, setelah hanya tinggal celana pendeknya yang tersisa, Karan naik ketempat tidur. Angel menangis sambil menggeleng kepalanya. Seolah memohon pada Karan jangan menyakitinya. Karan langsung menari kaki Angel, sehingga Angel saat ini berada dibawah tubuh Karan. Angel selalu memberontak supaya lepas dari Karan. Angel semakin menangis, disaat Karan menyatukan tubuhnya dengan Angel dengan cara kasar. Angel sudah pasrah dengan apa yang terjadi padanya saat ini, karena dia tahu dia tidak akan bisa melawan tenaga Karan.


Karan melakukannya dengan Angel sampai berkali kali Samapi dua jam. Karan tidak pernah puas setiap dia melakukannya bersama Angel. Seperti sudah candu baginya. Dia tidak tahu entah kenapa dia selalu saja ingin menikmati tubuh Angel. Padahal kalau disetiap dekat Bella, Karan tidak pernah bergairah seperti itu, untuk mencium bibir Bella saja dia hanya sekedar saja. Tapi kalau sudah dekat Angel dia selalu saja ingin menikmatinya dan dia juga selalu ingin menikmati bibir tipis Angel. Karan yang sudah terasa lelah, langsung merebahkan tubuhnya disamping Angel. Tampak di seluruh tubuh mereka sudah penuh peluh.


Karan langsung menatap wajah Angel yang berada disampingnya. Karan sangat Kaget saat ini wajah Angel sudah sangat pucat sekali. Karan langsung memeriksa dahi Angel. Saat dia meletakkan tangannya di dahi Angel, Angel yang merasakan sentuhan Karan di dahinya dan Angel pun langsung menghempaskan tangan Karan dengan kasar. Karan sangat kaget Angel menolak disentuh olehnya. Angel berusaha bangkit dari tempat tidurnya, walaupun saat ini dia merasakan tubuhnya seperti mau remuk. Angel melangkah gontai menuju kamar mandi dengan tanpa sehelai baju pun ditubuhnya. Dia tidak peduli Karan menatap tubuhnya, karena Karan sudah melihat seluruh tubuhnya. Dia merasakan saat ini dia seperti ****** dihadapan Karan.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2