Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Makan malam pertama diluar


__ADS_3

"Sayang hati-hati" ucap Karan, Kini Angel tersadar kalau tubuhnya diperlukan Karan, dan dia langsung masuk ke kamar mandi lagi. Dia sangat malu, apalagi saat itu dia masih hanya mengenakan handuk ditubuhnya.


Tok...tok..tok...


"Sayang kenapa masuk lagi? Ayuk cepat pakai baju kamu, nanti masuk angin sayang!" teriak Karan.


"Baju? Mas, Karan mengambil baju ku? Padahal aku tidak ada bilang padanya!" gumam Angel. Karena Karan terus mengetok pintunya, Angel membuka pintu kamar mandinya lagi, hanya tangannya saja yang dikeluarkannya.


"Kemari kan baju aku, mas!" ucap Angel. Karan pun langsung memberinya. Dan Angel pun langsung memakaikan bajunya. Tak butuh berapa lama, Angel keluar dari kamar mandi.


"Mas tidak mandi?" ucap Angel ketika melihat Karan duduk ditempat tidur sambil memainkan hp nya.


"Sudah, tadi aku mandi di kamar sebelah" ucap Karan. Karan melihat Angel yang semakin menggemaskan dan cantik, apalagi saat ini rambut Angel yang panjang lagi basah.


"Mas, ayo turun." ucap Angel yang sudah kelihatan rapi.


Angel dan Karan keluar kamar barengan, pas di tangga Karan langsung menggemgam tangan Angel. Angel kaget Karan kini menggemgam tangannya.


"Pagi ma, pa!" sapa Angel pada mertuanya yang kini sudah menunggu mereka dimeja makan.


"Pagi sayang. Ayo kita sarapan bareng. Mama dan papa bawa dari rumah tadi!" ucap Mamanya. Memang semenjak Karan pergi ke Jepang orang tuanya selalu membawa sarapan ke apartemen Karan supaya sarapan bareng dengan Angel. Angel duduk di samping Karan. Mereka sarapan dengan tenang.


***


Kini Karan berada dikantor ya, padahal rencananya dia ingin dirumah saja bersama Angel. Tapi karena Frans menelpon kalau ada yang sabotase perusahaannya memaksakan dia pergi ke kantor.


"Kenapa bisa seperti ini Frans?" teriak Karan sambil melemparkan berkas-berkas yang tadi diperiksanya.


"Maaf, bos! Sepertinya ini terjadi sewaktu kita ke Jepang, dia menyerang kita."


"Bereskan semuanya, cari siapa yang berani melawan, ku!" Ucap Karan dingin.


"Baik, bos!" Frans langsung keluar ruangan Karan.


Karan lansugung mengerjakan pekerjaannya, dengan serius. Sampai waktu menjelang malam, sekarang waktu sudah menunjukkan jam 8 malam. Karan juga belum menyelesaikan tugasnya. Karan berhenti mengerjakan pekerjaannya karena suara dering hpnya. Karan kaget melihat nama yang dilayar ponselnya, nama Angel. Karan langsung menekan tombol warna hijau.


"Hallo, mas! Apa kamu tidak pulang, mas?" ucap Angel. Karan tersenyum Angel bertanya tentangnya.

__ADS_1


"Maaf, sayang aku lupa waktu kalau sudah bekerja. Kamu tenang saja mas akan Samapi setengah jam lagi."


"Baiklah, mas" ucap Angel.


Karan langsung merapikan berkas-berkasnya. Seperti yang dikatakan Karan hanya setengah jam Karan sudah Samapi di apartemen nya. Karan melihat istrinya sedang duduk di sofa sambil menonton. Karan diam-diam mendekati Angel dan mencium pucuk kepalanya dari belakang. Angel yang tadi lagi serius menonton tersadar karena Karan menciumnya. Angel mengarahkan kepalanya keatas.


"Mas" cicit Angel. Karan langsung duduk kesamping Angel.


"Kamu sudah makan?" Angel langsung menggeleng kepalanya.


"Kenapa?"


"Aku mau makan bareng sama, mas!" ucapnya lagi sambil menundukkan kepalanya karena merasa malau. Karan tersenyum mendengarnya.


"Kita makan diluar mau? Kita tidak pernah makan diluar bersama" Angel dengan cepat menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


"Ya, sudah kita bersiap-siap dulu ganti baju"


***


Karan menyuruh Angel untuk menentukan mereka makan dimana, ternyata Angel mengajak Karan makan dicafe miliknya. Ini pertama kali Karan datang makan dicafe milik istrinya. Dia sangat terkesan melihat cafe milik istrinya. Mereka memilih duduk di paling sudut. Seorang pelayan datang menghampiri mereka.


"Iya, sus. Mau kepingin makan malam disini" jawab Angel dengan lembut. Nama pelayan itu dari name tag nya tertulis nama Susi.


"Kalian semua sudah pada makan, kan?" tanya Angel lagi. Karan tersenyum, dia baru tahu kalau istrinya sangat lembut dan ramah pada pegawainya.


"Sudah, mbak" jawabnya


"Mbak mas ganteng ini siapa?" sambung pelayan itu lagi, karena ini pertama kali Angel datang bersama Karan. Karena biasanya Angel pasti datang bersama Marco dan Mike pria bule.


Angel sangat bingung mau menjawabnya. Karena dalam perjanjian tidak boleh ada yang tahu kalau mereka sudah menikah. Karan tahu saat ini istrinya lagi bingung.


"Saya suaminya Angel" Angel mendengarnya kaget dan langsung melihat kearah Karan.


"Wah, suaminya mbak Angel ganteng, ya. Tampak serasi!" ucapnya dengan senyum bahagia. Ini pertamakali bosnya membawa suaminya. Angel yang mendengar pegawainya memuji suaminya membuat dia jadi malu.


Setelah makanannya dipesan, Angel terus melihat kearah Karan. Karan tahu saat ini pasti Angel sangat bingung, karena jawaban dari Karan.

__ADS_1


"Kenapa lihat mas seperti itu? Mas ganteng, ya?" ucapnya dengan senyum.


"Gr, kamu mas!" ucap Angel dengan kesal, mendengar kenarsissan suaminya.


Hahaha


Karan ketawa melihat Angel yang sangat kesal padanya. Setelah beberapa menit pesanan mereka datang.


"Selamat makan, ya mbak, mas!" ucap pelayan itu, lalu meninggalkan mereka.


Kaan sangat menikmati makanan dari cafenya. Angel melihat kalau Karan sangat lahap makannya senang. Saat mereka lagi makan, seseorang pria datang menghampiri mereka.


"Kelihatannya makanannya sangat lezat!" ucap pria itu. Karan dan Angel langsung melihatnya. Wajah Angel melihat sangat bingung, karena dia tidak mengenal siapa pria itu. Berbeda dengan Karan, tampak wajah Karan saat ini seperti menahan amarahnya.


"Hai, Karan lama kita tidak berjumpa! Siapa wanita cantik ini?" ucap Pria itu sambil menyentuh dagu Angel, Angel sangat risih dengan perlakuan pria itu. Karan yang melihatnya langsung menarik tangannya.


"Jangan sentuh dia!" ucap Karan dengan menekan suaranya.


Hahahaha


Pria itu tertawa melihat tingkah Karan.


"OPS tenang! Jangan sampai seperti itu!" ucapnya. Karan langsung bangkit dari tempat duduknya dan menarik tangan Angel.


"Kita pulang saja!" ucapnya Saat mereka berjalan meninggalkan pria itu, Karan tidak bisa melanjutkan langkahnya karena Angel yang berhenti, kini dia beralih pandangannya ke Angel. Karan melihat dengan jelas kenapa Angel berhenti karena pria itu menarik tangan Angel.


"Lepaskan tangannya!" teriak Karan. Seluruh pengunjung dan pelayang cafe melihat kearah mereka.


"Aku tidak akan melepaskannya!" ucap pria itu dengan menekan suaranya. Karan langsung menarik tangan Angel dari pria itu.


"Jangan pernah menyentuhnya, kalau tidak kamu akan tahu akibatnya!" ancam Karan padanya. Pria itu hanya tersenyum mendengar ucapan Karan.


Karan langsung menarik Angel untuk pergi, tapi sebelum pergi Karan membayar makanan mereka. Walaupun itu adalah cafe milik istrinya, dia tetap membayar makanan mereka. Padahal Angel sudah bilang padanya tidak usah membayarnya.


Pria yang tadi berdebat dengan Karan, hanya bisa menatap kepergian Karan dan Angel.


"Kenapa dia bersama wanita itu? Apa mereka sudah putus?" gumamnya.

__ADS_1


***


☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2