
Karena kesehatan Angel sudah lebih membaik, Karan mengajak keluarganya pulang. Orang tua Karan sangat senang, mendengar kabar kalau anak-anak dan cucunya pulang.
Bella dan Zaky kembali ke Paris, karena masa libur mereka sudah habis. Marco dan Mike juga ikut pulang bersama Karan dan Angel. Yang tinggal hanya Keira. Keira belum puas untuk mengenang masa indahnya selama di Jerman. Dia juga sudah memutuskan akan membuka cabang butiknya di Jerman.
Karan sebenarnya tidak setuju, tapi Keira tetap memaksa. Jadi Karan meminta Faisal untuk menjaga adiknya selama Keira di Jerman.
***
Akhirnya selama perjalanan yang panjang, mereka sampai di negara X di pagi menjelang siang. Mereka dijemput dengan supir Javi.
Sedangkan Marco lebih memilih naik taxi yang ada di bandara, karena dia ingin pulang langsung. Dia ingin langsung istirahat yang panjang. Karena besok dia harus bekerja kembali. Selama dia pergi ke Jerman, pekerjaan jadi menumpuk.
Akhirnya mobil yang di naikin Karan, Angel, Adelio dan Frans memasuki halaman rumah keluarga Karan. Mereka memang diminta orang tua Karan untuk mereka pulang kerumah orang tua Karan.
Saat mereka turun dari dalam mobil, mereka disambut dengan orang tua Karan.
__ADS_1
"Mama, papa!" ucap Angel sambil mencium tangan mertuanya, sebagai tanda hormat dia pada mertuanya. Karan pun juga melakukan yang sama pada orang tuanya.
Orang tuanya sangat kaget melihat Karan mau mencium tangan mereka, tapi mereka sangat senang melihat anaknya telah berubah lebih baik. Mereka bersyukur putra mereka mendapatkan istri yang sangat baik.
Mereka tahu putra mereka selalu mengabaikan istrinya, tapi kini melihat putra mereka sangat mencintai istri dan anaknya, membuat mereka senang.
"Akhirnya kalian sampai juga! Mama dan papa sudah kangen sama cucu kami! Sini cucu Oma sama Oma ya!" ucap Mayang sambil mengambil cucunya dari tangan Angel. Angel pun memberinya. Mayang dan Javi langsung mencium pipi cucunya.
"Ya, sudah kita masuk dulu!" ucap Javi setelah mencium pipi cucunya.
"Selamat ya, tuan muda dan nona Angel sudah menjadi orang tua" ucap seorang pembantu yang sudah lama bekerja dirumah keluarga Karan. Pembantu yang pernah dibantu Angel membawa barang belanjaannya.
"Terimakasih ya, bi!" jawab mereka bersamaan. Merekapun langsung duduk diruang tamu.
"Bi, tolong bawakan minuman untuk Karan dan Angel ya, bi!" perintah Mayang pada pembantunya itu.
__ADS_1
"Baik, nyonya!" jawabnya.
Javi dan Mayang sibuk bermain Dangan cucu mereka. Karan dan Angel sangat senang melihat kebahagian dari kedua orang tua mereka bersama anak mereka.
"Ma, pa!" panggil Karan.
"Ya, nak! Ada apa?" tanya Javi pada putranya, tapi pandangannya masih tetap kepada cucunya.
"Mulai hari ini kami akan pindah disini! Bolehkan, ma?" tanya Karan. Orang tuanya yang tadi lagi asik bermain bersama cucunya, tiba-tiba berhenti karena mendengar ucapan Karan. Mereka langsung menatap putra mereka dengan serius. Angel yang mendekat ucapan suaminya, hanya senyum saja. Karena Karan dari awal sudah memberitahukan niatnya untuk tinggal bersama rumah orang tuanya. Angel pun setuju, karena dia tahu mertuanya pasti sangat setuju.
"Apa kami tidak salah dengar?" ucap Javi dengan wajah bingung.
"Tidak, pa! Bagaimana, pa, ma?" tanya Karan lagi.
"Tentu saja, boleh nak! Kami sangat senang mendengarnya. Berarti kami bisa bermain terus dengan cucu kami yang tampan ini!" ucap Mayang sambil mencium pipi cucunya.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️