
Selama 4 hari Angel dirawat dirumah sakit, Karan lah yang selalu menjaganya. Angel sangat senang melihat perubahan Karan. Tapi dia takut kebaikan Karan hanya sementara saja. Jadi dia selalu menjaga hatinya untuk tidak terlalu berharap. Saat Angel didalam toilet, Karan melihat dua orang pria datang sangat tergesa-gesa.
"Siapa kalian?" tanya Karan bingung. Dua pria itu mengenal siapa Karan.
"Hai adik ipar!" ucap Marco dengan senyum. Ternyata pria itu adalah Marco. Mike mendapat info dari orang yang selalu disuruhnya untuk memantau Angel diam-diam, bahwa Angel masuk rumah sakit. Sebenarnya dari kemarin mereka ingin pulang, tapi karena pekerjaan mereka yang mendesak membuat mereka menunda kepulangan mereka. Karan sangat bingung, karena Marco menyebutnya adik ipar.
Kenapa Marco menyapa Karan dengan baik, karena dia tahu, selama Angel dirawat Karan yang selalu menjaganya. Meninggalkan pekerjaannya, makanya Marco agak lebih tenang karena Karan merawat adik angkatnya itu. Tiba-tiba sosok yang dikuatirkan mereka keluar dari toilet, Angel melihat kalau kakak angkatnya datang.
"Kak Marco" ucap Angel bahagia, dan dia langsung berlari ke pelukan Marco.
"Oh, malaikat ku sayang" ucap Marco membalas pelukan Angel. Karan yang dari tadi memperhatikan tingkah istrinya sudah mulai kesal, karena memeluk pria lain didepannya.
Angel melihat Mike disamping Marco, dan dia langsung melepaskan pelukannya dari Marco.
"Hai, kak Mike" ucap Angel sambil memeluk Mike.
"Nona syukurlah anda baik-baik saja!" ucap Mike sambil membalas pelukan Angel. Karan yang sudah sangat kesal mendekati Angel dan menarik istrinya dari pelukan Mike.
"Sudah cukup. Tidak usah lama-lama pelukannya! Kamu harus istirahat" ucap Karan dan langsung menggendong Angel. Angel sangat terkejut dengan perilaku Karan, dia hanya pasrah saja. Tidak berani memberontak, karena wajah Karan saat ini sangat marah padanya. Karan meletakkan Angel di kasur dengan pelan-pelan, lalu menyelimuti Angel. Mike dan Marco yang melihat perilaku Karan hanya senyum saja.
"Bos, sepertinya dia mulai menyukai nona Angel!" bisik Mike pada Marco. Marco hanya senyum saja. Marco langsung mendekati Angel dan membelai pipi Angel, dia tidak peduli tatapan Karan yang sangat tajam padanya.
"Bagaiman sekarang keadaanmu, dek? Apa kamu perlu sesuatu?" Karan langsung menghempaskan tangan Marco dari pipi Angel.
"Tidak usah sentuh-sentuh, dia baik-baik saja!" ucap Karan dengan ketus. Angel sudah mulai kesal dengan perbuatan Karan.
"Apa-apaan sih kamu, mas! Jangan seperti itu dengan kak Marco. Kamu tidak punya hak melarang dia menyentuh,ku!" ucap Angel dengan kesal. Karan semakin sangat kesal, karena Angel membentaknya. Marco hanya senyum-senyum saja. Karan langsung keluar dari ruangan Angel. Angel hanya menatap kepergian Karan. Begitu juga Marco dan Mike.
Setelah kepergian Karan, Marco duduk disamping Angel.
"Jangan memarahinya, dek! Dia itu seperti itu pasti karena cemburu" ucap Marco, Angel langsung menatap Marco.
" ck... Cemburu? Itu tidak akan pernah terjadi, kak. Dia hanya mencintai Bella saja. Ingat, kak. Sewaktu dia tahu aku hamil, dia meminta aku supaya menggiurkan kandungan, ku. Aku tidak akan pernah melupakannya" ucap Angel yang kini matanya sudah mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
Dibalik pintu, seorang pria mendengar semuanya apa yang dikatakan Angel.
"Bos, kenapa anda diluar?" ucap Frans. Ternyata pria itu adalah Karan. Karan rupanya tidak pergi, dia hanya memenangkan dirinya didepan pintu Angel. Saat dia mau masuk lagi, Karan mendengar semuanya. Mendengar ucapan Angel membuat dada Karan seperti sangat kaget. Dia teringat dimana dia menyuruh Angel menggugurkan kandungannya. Padahal itu adalah calon anakanya sendiri. Karan kaget melihat Frans ada didepannya.
"Kamu sedang apa disini?" ucap Karan dingin.
"Bos ada rapat yang sangat penting yang harus bos tangani sendiri!" ucap Frans.
"Baiklah, Ayuk kita pergi" ucap Karan dan langsung melangkah pergi. Frans sangat bingung melihat bosnya yang langsung pergi saja, tanpa memberitahu Angel. Padahal beberapa hari ini Karan selalu berat meninggalkan Angel.
"Bos apa tidak sebaiknya kita beritahu sama nona Angel?" ucap Karan. Karan yang mendengarnya langsung menghentikan langkahnya, dan tampak dia sedang berpikir.
"Tidak , perlu. Dia tidak membutuhkan aku!" ucap Karan. Sebenarnya dia sangat ingin melihat Angel dulu, tapi dia tahu kalau Angel sampai saat ini belum mau memaafkannya. Frans jadi semakin bingung dengan bosnya. Dia hanya bisa mengikuti kata bosnya saja.
***
Sudah beberapa hari ini Bella selalu jalan bersama Zaky. Bella yang selama ini selalu memberi kabar pada Karan, tapi dia seakan lupa dengan sosok pria yang selama ini disisinya. Dari wajahnya selalu terpancar senyum.
***
Karan menyibukkan dirinya dalam pekerjaannya, dia berusaha tidak mengingat apa yang dikatakan Angel.
Saat dia lagi rapat, Karan menerima foto Bella berjalan dengan pria lain di Singapura. Tapi, kini Karan mengabaikannya. Dia hanya masih terganggu dengan Angel.
***
"Kak, kenapa dia belum kembali?" Angel dari tadi gelisah karena Karan belum kembali keruangan ya.
"Hahaha. Jadi dari tadi kamu gelisah karena suami, mu belum pulang?" ledek Marco. Angel yang merasa di ledeki Marco langsung menatapnya tajam. Tidak hanya Marco yang ketawa, tapi Mike juga ketawa.
"Hei, tadi kamu marah-marah padanya, sekarang mencarinya. Hahaha" ledek Marco lagi, Marco merasakan suasana yang dingin, dia langsung melihat Angel yang sudah menatapnya tajam, dan diapun langsung diam, begitu juga Mike terdiam karena Angel menatapnya tajam juga.
"Baiklah, jangan marah adek kak Marco yang cantik, ini. Mungkin dia lagi ada urusan sebentar. Kami akan pergi setelah dia datang." ucap Marco.
__ADS_1
"Sekarang tidur lah dulu" ucap Marco. Angel pun langsung menutupi matanya.
Waktu pun sudah menunjukkan jam 10 malam, Mike dan Marco juga sudah beristirahat diruang Angel dirawat. Mereka tidak ingin pulang, karena Karan juga belum pulang. Angel yang dari tadi gelisah, dia terus memikirkan Karan.
"Kenapa dia belum juga datang? Apa dia marah karena aku tadi?" gumamnya.
Angel sangat ingin makan kue sate sekarang, lalu dia melihat kakaknya dan Mike tertidur. Karena dia tidak ingin menggangu Marco dan Mike, akhirnya dia hanya diam saja. Dia memaksakan matanya untuk tertutup.
***
Karan belum juga mau pulang, dia masih menyibukkan dirinya dikantornya. Meskipun Frans menyuruhnya untuk pulang dia tidak mau. Karan juga melewati waktu makan malamnya.
"Apa dia sudah tidur? Apa dia butuh sesuatu?" gumam Angel. Entah tidak tahu kenapa dia merasakan Angel sangat membutuhkannya.
"Frans" teriak Karan. Frans pun datang.
"Ya, bos!"
"Temani aku makan sate!" ucapnya. Dia tidak entah kenapa saat ini dia ingin sekali makan sate.
Akhirnya mereka pun memakan satenya, Karan memesannya 4 porsi, 2 porsi dibungkus. Frans bingung melihat bosnya.
"Bos untuk apa dibungkus?"
"Diam, lah!" Akhirnya pesanan mereka datang. Karan melahapnya dengan cepat. Setelah itu, mereka kembali kekantor.
"Kita singgah dulu ke rumah sakit" ucap Karan. Frans hanya menuruti saja. Setelah sampai depan rumah sakit.
"Kita berhenti disini saja. Sekarang kamu bawa sate ini kasih ke Angel" ucap Karan.
"Baiklah, bos!" Karan lebih memilih diam didalam mobil, dia takut Angel masih membencinya.
☘️☘️☘️☘️☘️
__ADS_1