Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Hubungan


__ADS_3

"Mama, papa!" teriak Keira, mendengar suara putri mereka Mayang dan Javi melihat kesumber suara. Mereka sangat kaget ternyata putri mereka pulang. Mayang langsung berlari kearah putrinya.


"Sayang...!" ucap Mayang dan lansgung memeluk putrinya, setelah Javi sudah berdiri disamping mereka, Keira langsung melepaskan diri dari mamanya dan langsung memeluk papanya.


Angel yang dari tadi belum turun langsung turun. Saat dia melangkah mendekati mertua dan adik iparnya. Mayang dan Javi sangat kaget melihat menantu mereka bersama dengan putrinya datang.


"Angel!" ucap Javi. Keira yang masih dalam pelukan papanya, langsung melepaskan pelukannya karena papanya mendengar nama Angel.


"Papa kenal, kak Angel?" tanya Keira.


"Sayang itu kakak ipar kamu, istri dari kak Juna!" jelas Mayang. Angel kini sudah didepan mereka. Angel langsung mencium tangan kedua mertuanya.


"Ma, pa!" cicitnya.


"Wah, jadi kaK Angel, kakak ipar ku?" ucap Keira tersenyum


"Salam, kenal kak. Maaf, ya kemarin tidak bisa dapat datang ke acara pernikahan kalian, karena aku kuliah." ucap Keira dengan tersenyum.


"Kenapa kalian bisa, sama?" tanya Javi dengan bingung.


"Tadi, Keira hampir diculik, pa! Untuk ada mereka." ucap Keira. Mayang dan Javi sangat kaget mendengar putri mereka mau diculik.


Javi dan Mayang juga ga melihat dua orang pria bule berdiri dibelakang Angel sekarang. Angel pun langsung tahu kemana arah yang dilihat mertuanya. Angel pun langung menjelaskannya. Setelah mendengarnya, membuat mereka senang. Mereka pun diajak masuk kedalam. Mereka jadi makan bersama keluarga mertua Angel. Marco sangat senang, sudah terasa lama tidak makan rame seperti yang dirasakannya ini. Angel tidak lupa memberitahu sama suaminya, kalau dia berada dirumah mertuanya.


"Oh, ya nanti selesai makan siang jangan langsung pulang ya, sayang. Kalian disini saja sampai jam makan malam." ucap Mayang. Angel langsung melihat kearah Marco. Marco yang tahu maksud dari Angel, langsung mengangguk kepalanya.


"Baik, ma!"


***


Karan dan Frans hari ini pulang lebih awal, mereka bukan pulang ke apartemen tapi pulang ke ruamah orang tua Karan. Karena sebelumya Karan menghubungi istrinya.

__ADS_1


Sampai dirumah, Karan langsung masuk kedalam, Frans juga ikut. Mereka melihat rumah mereka sangat sepi. Tapi tiba-tiba dia mendengar suara ketawa dari taman belakang rumahnya. Karan dan Frans langsung ketaman belakang.


Karan melihat punggung istrinya yang duduk dengan membelakanginya. Kemudian Karan langsung memeluknya. Angel sangat kaget dapat pelukan dari belakang, tapi dia tahu kalau itu adalah suaminya karena dia mengenal aroma suaminya. Yang lainnya hanya senyum saja.


"Mas!" cicit Angel. Karan langsung beralih berdiri ke depan Angel. Angel langsung berdiri setelah suaminya berdiri didepannya. Angel langsung memeluk Karan, tampar ternyaman bagi Angel sekarang, setelah terasa puas Angel langsung memelas pelukannya, dan kemudian.


cup...


Karan langsung mengecup bibir istrinya yang manis menurutnya, Angel tersenyum malu. Mereka seakan lupa orang yang ada disekeliling mereka.


Plak..


Kepala Karan kena pukul dari papanya.


"Hei, lihat sekeliling, mu jangan nyosor saja!" ucap Papanya dengan kesal melihat tingkah putranya. Yang lainnya hanya ketawa saja.


"Ah, papa. Seperti tidak pernah muda saja!" celetuk Karan. Angel kini terasa semakin malu.


"Wah adik kakak sudah pulang?" ucap Karan dan langsung adik kesayangannya itu. Keira pun langsung membalas pelukan Kakaknya. Karan sudah tahu kalau ada Marco dan Mike, karena dari awal dia sudah minta ijin pada Karan untuk membawa adik angkatnya itu pergi ke mall.


***


Karan dan Angel lebih memilih menginap dirumah mertuanya. Karena permintaan mamanya dan Keira. Marco dan Mike juga diajak menginap. Karena Angel tidak membawa baju, akhirnya Angel terpaksa memakai baju tidur milik mertuanya sewaktu mertuanya hamil dulu. Tapi yang membuat Angel terasa tidak nyaman adalah baju itu sangat tipis. Kini diatas tempat tidur dia menyelimuti tubuhnya Samapi keleher, supaya Karan tidak melihatnya.


"Sayang kamu kenapa seperti itu?" Karan sangat bingung melihat tingkah istrinya yang gugup sewaktu dia sudah keluar dari kamar mandi.


"Eh, tidak apa-apa mas!" ucapnya gugup, Karan percaya saja sama Angel.


Tapi, tiba-tiba Angel ingin buang air kecil, tapi dia merasa malu karena Karan masih berdiri. Karan langsung kearah balkon kamarnya, yang sudah lama dia tinggalkan. Setelah Karan pergi, lalu dengan cepat Angel bangkit dari tempat tidur dan langsung berlari ke kamar mandi.


Saat Angel keluar kamar mandi, Karan juga memilih masuk kedalam. Akhirnya mereka saling bertemu. Karan kini bisa melihat kenapa Angel tadi sangat gugup. Karan bisa melihat dengan jelas bentuk tubuh Angel. Angel tahu kini tatapan Karan kearah mana. Karan sangat bersusah paya menelan slavina nya. Tanpa sadar Angel melangkah mundur, tapi Karan terus melangkah mendekati Angel. Dengan cepat Karan langsung memeluk Angel.

__ADS_1


"Mas!" cicitnya. Angel tahu kini Karan tidak bisa menahan dirinya.


"Sayang melihat kamu seperti ini benar-benar membuat aku tidak tahan. Selama ini setiap aku tidur dengan kamu, aku berusaha menahan diri ku. Tapi sekarang sepertinya tidak bisa." ucap Karan ditelinga Angel. Angel kini tahu, selama ini ternyata Karan menahannya tidak menyentuhnya. Karang langsung menarik kedua bahu Angel dan menatap Angel, melihat tatapan Karan membuat wajah Angel kini berubah merah. Melihat itu Karan semakin gemas dengan istrinya. Tapi dia harus minta ijin, dulu.


Karan tidak mau lagi memaksa Angel melakukannya dengan dipaksa lagi, dia tidak ingin istrinya trauma lagi dan tertekan karenanya.


"Apa boleh, mas melakukannya? Mas juga ingin mengunjungi anak mas yang didalam sini?" Ucap Karan dengan senyum.


Angel yang merasa malu, hanya mengangguk kepala saja, karena Angel merasakan perubahan dari Karan. Apalagi dia benar-benar sudah jatuh cinta dengan suaminya dan melupakan kesalahan suaminya yang telah diperbuat Karan padanya.


Mendengar jawaban istrinya membuat Karan sangat bahagia. Dengan cepat Karan langsung melahap bibir tipis istrinya, sedangkan tangan Karan dengan cepat membuka baju tidur milik Angel dan bajunya tapi tanpa melepas ciumannya dari Angel.


Dan tiba-tiba Angel mengalungkan kedua tangannya ke leher Karan. Mereka ciuman memakan waktu 15 menit, setelah itu Karan menggendong Angel ke tempat tidur. Dan terjadi hubungan layaknya suami istri.


***


Di pagi hari mereka sudah berkumpul dimeja makan. Karan duduk disamping Angel, Angel yang sudah kebiasaan melayani Karan, jadi dialah yang melayani Karan. Dia melarang pembantu mertuanya melayani suaminya. Mertuanya dan adik iparnya sangat senang melihat Angel melayani Karan.


"Ma, papa mau mama yang ambil nasi untuk papa!" cicit Javi dengan manja.


"Apan, sih mas! Biasanya, kan pembantu yang layani!" celetuk Mayang.


"Ah mama. Mulai sekarang mama yang layani papa. Masa, papa kalah dari Karan!" ucapnya. Yang mendengar ucapan Javi membuat semuanya ketawa. Mayang langsung mengerti saat ini suaminya cemburu melihat putranya.


"Ya, ampun sirik saja dengan kebahagian anaknya!" ledek Karan pada papinya.


"Mas!" ucap Angel sambil memukul lengan suaminya.


"Ya, sudah sini mama yang buat!" ucap Mayang sambil menuangkan nasi ke piring suaminya.


Acara sarapan mereka sekarang penuh canda tawa. Marco dan Mike juga merasa bahagia, suasana yang tidak mereka dapatkan.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2