Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Menemani Mertua Belanja


__ADS_3

Karan mengandeng tangan Angel naik keatas, karena papa dan mamanya juga ikut bersama naik keatas. sesampainya didalam kamar, Karan langsung menghempaskan tangan Angel dengan kasar. Angel sangat kaget sampai-sampai dia terhempas kelantai.


Buk...


Angel merasakan sakit dikakinya. Karan tidak peduli apa yang terjadi pada Angel.


"Kamu tidur di sofa saja. Ini bantal dan selimut mu" ucap Karan sambil melemparkannya pada Angel. Angel merasakan sakit dihatinya kembali lagi atas sikap kasar Karan padanya. Tapi, dia tidak mau membantah Karan. Angel langsung mengambil bantal dan selimut yang dilempar padanya. Angel menahan supaya air matanya tidak keluar. Angel berusaha bangkit sambil menahan sakit yang dirasakannya saat jatuh. Saat dia berjalan kearah sofa, dia melihat kearah Karan yang sudah memejamkan matanya ditempat tidur.


Angel meletakkan bantal dan selimutnya di sofa, dia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersikan wajahnya. Dia bercermin memandang wajahnya. Dan tanpa sadar air matanya jatuh. Karena tidak bisa menahannya Angel menangis sejadi-jadinya sambil menutup mulutnya supaya Karan tidak mendengar suara tangisnya.


Setengah jam dia didalam kamar mandi, setelah dia selesai menangis Angel membilas wajahnya lagi supaya tidak kelihatan menangis. Saat dia keluar, ternyata Karan sudah berdiri depan kamar mandi. Karan menatap Angel dengan tajam.


"Apa dia mendengar Akau menangis? Aku berharap dia tidak tahu!" gumam Angel dalam hati. Angel sangat takut dengan tatapan Karan padanya.


"Kenapa lama sekali? Tidak usah menangis! Air mata, mu tidak berlaku pada, ku. Awas!" ucap Karan sambil menarik Angel yang berdiri depan pintu, lalu Karan menutup kamar mandinya dengan keras. Untung kamar Karan pakai pengedap suara sehingga orang tuanya tidak mendengar apa yang dilakukan Karan pada Angel. Angel sebenarnya terkejut melihat Karan ada didepan pintu. Dan dia pun juga kaget Karan menutup kamar mandi ditutup dengan kuat. Angel langsung memegang dadanya yang merasakan sakit. Angel menahan tangisannya mendengar perkataan pedas Karan padanya. Angel pun langsung memilih tidur, dia langsung menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Saat Karan keluar dari kamar mandi, dia melihat Angel sudah memejamkan matanya.


Karan terus memandang Angel dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Setelah itu dia langsung kembali ke kasurnya dan memejamkan matanya.


***


Pagi harinya Angel lebih dulu bangun, sudah kebiasaannya bangun lebih cepat dan memasak sarapan untuk mereka. Saat dia lagi masak, Mayang datang menghampirinya.


"Wah Angel lagi masak?" Angel sangat kaget mama mertuanya sudah ada disampingnya.


"Eh, mama buat kaget saja. Iya, ma." jawabnya sambil tersenyum paa Mayang.


"Ya, sudah mama bantu. Mama sudah lama pengen punya mantu supaya bisa masak bareng" ucap Mayang dengan senyum. Dalam. setengah jam mereka sudah selesai masaknya. Merekapun langsung menata masakannya dimeja makan.


"Angel hari ini temani mama ya belanja"

__ADS_1


"Tapi, pekerjaan Angel ma?"


"Nanti mama yang beritahu sama Karan" Angel diam sejenak.


"Sepertinya ide mama bagus. Bisa menenangkan hatiku" gumam Angel.


"Baiklah, ma" jawabnya setelah berpikir.


"Ya sudah kamu bangunkan Karan dulu. Mama akan bangunkan papa"


"Baik, ma" Angel dan Mayang masuk ke kamar mereka. Mayang berhenti didepan pintu. Dia melihat Karan masih tidur.


"Huff.. Apa aku harus membangunkannya? Nanti dia marah pula lagi! Ya, sudahlah aku aku bangunkan saja. Mudah-mudahan dia tidak marah" gumam Angel. Angel langsung mendekati Karan dengan pelan-pelan.


Di samping tempat tidur Angel menepuk pundak Karan sambil menyebut namanya.


"Mas Karan bangun. Mas!" Saat Karan membuka matanya dia kaget Angel menyentuk pundaknya, dengan emosi Karan menolak Angel.


Karan pun langsung turun dari tempat tidur, dan masuk ke kamar mandi. Sedangkan Angel yang merasakan sakit di kepalanya, dia langsung menyetuh kepalanya yang sakit. Dia berusaha bangkit dan air matanya sudah menetes dari ujung matanya. Dia kearah meja rias melihat kepalanya yang luka. Dia membuat rambutnya untuk menutup lukanya. Setelah itu dia langsung menyiapkan baju untuk suaminya. Setelah itu dia langsung turun kebawah bergabung bersama mertuanya. Sebelum dia turun dia ingin memastikan luka yang di kepalanya tertutup dengan rambutnya.


"Angel mana Karan, sayang?" ucap Mayang pada Angel sesampai Angel dimeja makan.


"Sebentar lagi mas Karan turun, ma" selang beberapa menit Karan akhirnya turun dan duduk di kursi. Angel langsung menyiapkan sarapan untuk Karan, mertuanya sangat senang Angel melayani Karan dengan baik.


"Karan, hari ini Mayang tidak kerja ya! Mama mau ajak dia Nemani mama untuk belanja" ucap Mayang sambil menikmati makannan-nya.


"Ya sudah ma tidak apa-apa" ucap Karan.


***

__ADS_1


Karan dan papanya berangkat kerja. Sebelum Karan pergi, Karan lebih dulu mencium kening Angel. Tanpa sadar air mata Angel mulai keluar karena tingkah Karan yang lembut padanya didepan mertuanya. Angel berusaha air matanya tidak keluar.


"Seandainya ini nyata" gumam Angel dalam hatinya.


Sesudah mereka pergi Angel dan Mayang ngobrol sebentar di ruang tamu, mereka menunggu Bi Yeni datang, barulah mereka pergi jalan ke mall.


Jam 10 pagi Bu Yeni sudah tiba di apartemen Karan.


"Bi, kami pergi dulu ya" ucap Angel.


"Baik, non"


***


Didalam Mall Angel dibawa Mayang beli baju. Sebenarnya Angel menolak tapi karena dipaksa Mayang untuk bajunya, akhirnya dia memilih baju yang simpel baginya.


Banyak baju yang dibelikan Mayang pada Angel.


"Mama senang ada yang menemani mama belanja seperti ini" ucap Mayang pada Angel.


"Kami sebagai orang tua kalian berharap perkawinan kalian selalu bahagia" ucap Karan sambil membelai rambut Angel. Tanpa sengaja dia melihat kepala Angel yang membiru. Angel sadar luka yang di kepalanya dilihat Mayang.


"Tunggu, sayang kepala kamu kenapa seperti ini? Perasaan tadi pagi belum ada!" ucap Mayang yang kuatir.


"Tadi Angel terpeleset, ma. Jadi sempat terantuk dengan meja. Tapi tidak apa-apa, ma. Tadi mas Karan sudah memberi salep" ucap Angel dengan tersenyum.


"Ya, sudah. Lain kali hati-hati ya sayang. Kita beli buah dulu ya. Biar kita makan buah nanti sore" ucap Mayang. Angel pun hanya mengikuti Mayang"


Selesai Mayang dan Angel belanja, mereka lebih memilih untuk makan di restoran yang ada didalam mall. Angel menikmati kebersamaannya dengan mertuanya. Di sangat bahagia Mayang menyayanginya seperti dia anak kandung dalam keluarga itu.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2