Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Semuanya Terbongkar


__ADS_3

Frans lebih memilih duduk berjauhan dari Karan dan Bella. Suasana Karan dan Bella sangat sunyi, karena dari mereka belum ada yang membuka pembicaraan.


"Apa dia tahu kamu kemari?" Karan memutuskan yang berbicara duluan. Karena kalau dia tahu dari dulu Bella tidak pernah yang membuka pembicaraan, selalu saja dia yang duluan.


"Tidak, tadi siang dia sudah pergi balik duluan ke Paris, karena ada pekerjaan yang penting!" ucap Bella dengan senyum canggung.


"Owh" hanya itu yang bisa Karan lontarkan dari mulutnya.


"Kar, boleh aku mengatakan sesuatu?" ucap Bella dengan lembut.


"Katakanlah!" ucap Karan. Bella menghela nafas panjangnya.


"Apa kamu tidak mau mengatakan sesuatu kepada, ku?" tanya Bella.


"Maksud, mu?" Karan sangat bingung dengan apa yang dikatakan Bella dengan ambigu.


"Apa kamu belum mau mengatakan yang jujur pada, ku? Aku sudah tahu semuanya!" ucap Bella, yang kini air matanya sudah berkaca-kaca. Karan jadi semakin tidak mengerti. Melihat respon Karan yang hanya diam saja, membuat Bella jadi tidak tahan lagi.


"Bagaimana pernikahan kamu dan Angel?"


Karan mendengar pertanyaan Bella membuat jantung Karan kini sudah tidak karuan.


"Kenapa diam, Kar? Aku sudah tahu semuanya. Dan aku juga tahu, kalau saat ini dia sedang mengandung anak, mu!" Karan langsung merasakan detak jantungnya semakin cepat. Dia bingung apa yang harus dijawabnya. dan dia juga semakin bingung kenapa Bella bisa tahu.


"Apa dia yang akan memberitahu?" Gumam Karan dalam hati. Dia tampak berpikir apakah Angel yang mengi Karena Karan tetap diam, membuat Bella jadi semakin tidak sabar.

__ADS_1


"Aku tahu pasti kamu bertanya dari mana aku bisa tahu? Baik, aku akan menceritakannya" ucap Bella dengan tenang.


Flass back


Bella ingat kejadian tempo waktu yang lalu. Sewaktu dia menginap di apartemen Karan. Waktu itu dia memang sudah tidur dan saat Karan membawanya saja dia tidak tahu. Tapi karena suara keributan yang dari dapur, membuat Bella terbangun. Karena kamar bawahnsangat dekat dengan dapur.


Bella mendengar suara Karan dan Angel. Saat dia ingin keluar, dia sangat kaget mendengar perkataan Karan pada Angel.


Ini sudah tengah malam, besok saja membersihkannya. Tidak baik terlalu lama di air, apalagi kamu saat ini lagi hamil!" ucap Karan yang sudah berdiri disamping Angel. Angel sangat kaget Karan berdiri disampingnya.


"Jangan mengatur, ku! Aku tahu apa yang sedang aku lakukan!" ucap Angel. Karan sangat kesal karena Angel membantahnya. Tanpa aba-aba Karan langsung menggendong Angel dengan style bridal. Angel memberontak dari gendongan Karan.


Bella yang dari balik pintu kamarnya yang sedikit terbuka, membuat dia sangat kaget. Dia ingin sekali berlari dan bertanya apa maksud dari perkataan Karan. Dan apa lagi saat ini dia bisa melihat hubungan mereka bukan seperti saudara sepupu. Tapi dia menahannya, dia ingin tahu lebih jelas dulu. Jadi dia memutuskan naik keatas. Dia ingin melihat yang sebenarnya.


Angel melihat jelas apa yang dilakukan Karan pada Angel dari balik pintu kamar Angel. Bella tidak menyangka pria yang mencintainya ternyata menghianatinya. Saat dia melihat Karan mau keluar dari Kamar dia langsung berlari mencari tempat sembunyi. Sesudah Karan masuk ke kamarnya, Bella keluar dari persembunyiannya. Dia ingin masuk kekamar Karan, tapi betapa terkejutnya dia mendengar Karan mengucapkan selamat tidur pada Angel dengan senyum seperti seperti yang lagi jatuh cinta. Bella pun langsung berlari ke kamarnya dan didalam kamar lah, dia menangis dan bertanya kenapa Karan menghianati nya tapi dia tidak tahu entah kenapa dia tidak merasakan sakit hati.


Flass back end


"Maaf!" Hanya itu yang keluar dari mulut Karan.


"Boleh aku tahu sejak kapan kalian menikah? Dan apa kalian saling mencintai?" tanya Bella.


"Kenapa kamu menghiyanati, ku Karan? Apa salah, ku?" tanyanya lagi kini air mata Bella keluar. Melihat itu, Karan langsung menggemgam tangan Bella.


"Aku mohon maaf kan aku, Bell! Aku tahu aku salah. Semua aku lakukan hanya ingin membahagiakan mama. Mama memaksaku untuk menikah. Aku selalu mengajak mu menikah, tapi kamu menolaknya. Jadi aku terpaksa menikahi Angel." jelas Karan pada Bella. Bella yang mendengarnya langsung melepaskan tangannya dadi Karan. Karan menatap Bella, dia sudah bertekad akan memberitahu semuanya tentang pernikahannya.

__ADS_1


Bella sangat terkejut mendengarnya, apa saja yang telah dilakukan Karan pada Angel. Bagaimana dia bisa menikah, memaksa Angel melakukan hubungan suami istri karena emosinya dan yang paling membuatnya terkejut adalah ketika Karan mengatakan kalau dia pernah menyuruh Angel untuk menggugurkan kandungannya supaya Bella tidak sedih dan tidak mengetahui semuanya.


"Jadi sewaktu di Paris itu adalah perjalanan bulan madu kalian?" tanya Bella yang masih menangis. Karan hanya mengangguk kepalanya saja. Bella semakin sedih, bukan karena Karan menyakiti hatinya saja, tapi Karan telah menyakiti dua hati wanita. Dan sebagai wanita, Bella tahu saat ini yang paling tersakiti adalah Angel. Bukan dirinya, apalagi Angel melihat sendiri Karan bermesraan dengannya apalagi saat mereka bulan madu. Dimana seharusnya bulan madu adalah momen yang paling ditunggu sepasang pengantin baru.


"Kamu sudah melakukan kesalahan besar, Kar. Tapi bukan sama ku! Tapi kamu sudah menyakiti Angel, kamu tega menyuruh dia menggunakan kandungannya." Mendengar ucapan Bella, Karan tersadar kalau dia memang sudah melakukan kesalahan besar.


"Lebih baik kita akhiri hubungan kita! Angel wanita yang baik, Kar. Dia berhak mendapatkan cintamu seutuhnya!" mendengar ucapan Bella, membuat Karan terkejut. Tapi, saat Bella mengatakan untuk mengakhiri hubungan mereka dia tidak merasakan sakit. Karan hanya menatap Bella.


"Apa kamu sudah mencintainya?" tanya Bella lagi, karena mengingat perlakuan Karan pada Angel di malam itu. Dia tahu Karan tidak akan pernah berbuat manis dan perhatian kalau dia tidak punya rasa cinta pada wanita itu. Apalagi semasa mereka bersama Karan tidak pernah sekalipun tertarik pada wanita lain, dia selalu saja bersikap dingin pada wanita lain.


Mendengar pertanyaan Bella, Karan tidak tahu apakah dia memang sudah mencintai Angel.


"Aku tidak, tahu!" jawabnya. Mendengar itu, Bella langsung menggemgam tangan Karan dengan senyum.


"Kar, aku sudah melihat bagaimana perhatian kamu dengannya pada malam itu. Aku bisa melihatnya, kini dia sudah memiliki tempat di hatimu!" ucap Bella. Karan hanya diam saja.


"Bell, apa kamu tidak marah?" Dia sangat bingung karena Bella sama sekali tidak ada marah.


"Aku sebenarnya sangat kecewa pada mu. Tapi aku sadar, itu semua juga salah, ku! Kalau aku tidak menolak kamu, mungkin ini tidak akan terjadi. Aku jadi merasa bersalah pada Angel. Tanpa sadar, akulah yang membawa dia masuk dalam hubungan kita, dan aku yang membuat dia menderita juga." Kini Bella sudah melepaskan tangannya dari Karan, terlihat dari wajahnya sedih.


"Mau ku katakan sejujurnya kenapa selama ini aku menolak lamaranmu?" sambung Bella lagi.


"Katakanlah" jawab Karan.


"Pertama yang kukatakan adalah maaf. Aku menolak kamu selama ini, karena perasaanku belum terlalu yakin pada, mu!" ucap Bella, Karan sangat terkejut mendengarnya.

__ADS_1


"Aku tidak tahu, setiap dengan kamu, aku seperti tidak diri aku sendiri. Aku selalu menjaga image, ku. Aku seperti tidak merasakan kebebasan. Aku tahu aku, salah. Awal kita pacaran, aku merasa sangat senang dan bahagia. Tapi ketika kamu mengatakan jati dirimu. Aku tidak tahu kenapa, aku terlalu takut pacaran denganmu apalagi aku mengetahui posisimu. Maaf, aku tidak mengatakan yang sebenarnya padamu!"


☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2