Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Tetap sama


__ADS_3

Karan POV


Sungguh ini adalah hal yang paling terburuk aku alami dalam hidupku. Aku tidak menyangka ini terjadi pada wanita yang telah aku cintai sekarang, ratu dalam hidupku. Saat sang fajar kembali datang menyinari bumi ini, aku berharap ini hanyalah sebuah mimpi saja. 34g Tapi apalah daya ku, ini benar-benar nyata.


Melihatnya bernafas karena alat bantu pernapasan dan tangannya telah ditusuk dengan jarum membuat rasanya dadaku sakit. Aku sungguh tidak sanggup melihatnya. Aku selalu menjaganya, meskipun rasanya mataku saat ini sudah lelah, aku tidak mau tertidur.


Seluruh keluarga ku datang setelah mereka istirahat, mereka memaksa aku untuk istirahat tapi aku tidak mau bangkit dari samping istriku.


"Nak, ayolah kamu istirahat dulu! Mama yang akan menjaga Angel, kalau kamu seperti ini, istri kamu pasti merasa sedih!" ucap mama ku sambil merangkul bahuku.


"Tapi, ma! hiks...hiks.." diriku menangis lagi diperlukan mama, ku.


"Jangan menangis lagi, nak! Kamu istirahat dulu sana!" ucap mama, ku.


Akhirnya aku memutuskan istirahat sebentar, tapi aku memilih istirahat didalam ruangan istri, ku. Supaya aku bisa memantaunya juga. Aku memejamkan mataku, karena rasa lelah ku, membuat aku cepat masuk dalam dunia mimpi.


Didalam mimpi, ku aku berada dalam sebuah taman yang sangat indah. Di sana aku mendengar suara seseorang yang sangat aku kenal memanggilku.


"Mas, Karan!" panggilannya. Aku mencari sumber suara., betapa terkejutnya diriku ternyata aku melihat seseorang yang sangat aku rindukan, apalagi suaranya. Aku langsung berlari kepadanya.


"Sayang! Benarkah ini kamu?" ucap ku sambil memeluknya. Dia langsung membalas pelukan ku dan mengelus kepala ku dengan penuh kasih sayang.


"Mas, kamu harus jaga kesehatan kamu! Aku tidak sanggup melihat kamu seperti ini!" ucapnya sambil menangis. Karena mendengar suara tangisnya, membuat aku sakit. Aku langsung melepaskan pelukan, ku. Aku menatap matanya dan menghapus air matanya.


"Jangan menangis sayang. Mas, janji akan jaga kesehatan mas, sayang!" ucap ku. Dan dia langsung tersenyum. Sungguh aku merindukan senyumannya.


"Mas, aku minta tolong jangan abaikan anak kita! Sebelum aku kembali, jagalah dan cintai anak kita! Aku mencintai kalian, mas!" ucapnya.


"Ia, sayang! Mas, akan jaga anak kita!" ucap ku. Kemudian tiba-tiba dirinya menghilang dari depan mataku.


"Angel!" Aku memanggilnya. Kemudiaan aku mendengar suara mama ku.


"Nak, ayo bangun!" ucap mama ku. Kemudian mata ku langsung terbuka. Dan aku langsung bangkit, dari tidur ku. Dan aku melihat tubuh itu masih setia berbaring ditempat tidurnya. Aku baru menyadari itu hanya sebuah mimpi.


"Kak, kamu kenapa?" adik ku Keira bertanya pada, ku. Aku hanya diam saja. Dan aku langsung bangkit dan pergi dari sana. Aku langsung membersihkan wajah, ku. Semua keluarga ku dan teman ku semuanya hanya diam sambil memperhatikan diriku. Setelah aku membersihkan wajah, ku. Aku langsung keluar dari ruangan istriku.

__ADS_1


"Nak, kamu mau kemana?" Papa ku bertanya. Tapi aku hanya diam saja.


"Aku akan mengikuti kakak, pa!" aku mendengar suara adik ku. Aku tetap terus melangkah dalam diam. Aku membiarkan mereka mengikuti, ku dari belakang. Karena aku tahu kalau mereka sangat kuatir pada diriku.


Aku melangkah terus sambil mengikuti arah petunjuk yang ada di lorong rumah sakit menuju keruangan bayi.


Setelah sampai di depan ruangan bayi, aku melihat seorang bayi dalam inkubator. Aku meyakini itu adalah bayi, ku. Karena hanya satu bayi saja yang ada didalam ruangan itu. Aku hanya bisa menatapnya dari kaca saja.


"Maaf, pak anda ingin melihat anak anda?" seorang suster datang menghampiri, ku karena melihat aku berdiri di depan ruangan bayi.


"Iya, suster! Apa saya bisa masuk kedalam?" tanya, ku.


"Bisa, pak. Silahkan masuk. Tapi saat ini anak anda belum bisa keluar dari inkubator." jelas suster itu.


"Baik, sus!" jawabku. Kemudian aku langsung masuk kedalam.


"Hai, boy! Maafkan, papa baru melihat kamu sayang! Kamu jangan marah sama, papa ya! Apa kamu merindukan mama kamu? Papa juga merindukan mama, kamu! Kita berdoa bersama-sama ya sayang, semoga mama kamu cepat sadar!" ucap diriku dengan menangis dan sambil mengelus kaca inkubator anakku seakan aku membelai anak ku.


Aku melihat wajahnya sangat mirip dengan, ku. Aku yakin kalau istri, ku melihatnya nanti pasti sangat kesal karena wajah anak kami sangat mirip diriku.


"Suster tolong jaga anak saya! Saya akan datang lagi nanti!" ucap, ku.


"Baik, pak!" ucap suster itu.


***


Author POV


Setelah mendengar perkataan kakaknya, Keira langsung berlari keluar. Marco yang tadi juga ikut bersama Keira mengikuti Karan, mengejar Keira.


Keira berlari ke taman yang ada di rumah sakit.


Hiks..hiks..hiks


Keira menangis, dia merasa sedih melihat kakaknya yang seperti itu. Dia merasa bersalah. Tiba-tiba sebuah tangan kekar membawa tubuhnya masuk kedalam kedalam tubuh yang kekar. Keira langsung membalasnya sambil menangis.

__ADS_1


"Seandainya waktu itu aku selalu menemani kak Angel, pasti dia tidak akan pergi kak!" ucap nya sambil menangis.


"Jangan salahkan dirimu, Kei. Semuanya akan baik-baik saja! Yakin, lah semaunya akan kembali seperti semula!" ucap Marco. Marco langsung melepaskan pelukannya. Dan melihat wajah Keira, dan dia langsung menghapus air mata Keira.


"Jangan menangis lagi! Kalau menangis cantik kamu hilang!" ucap Marco.


Mendengar perkataan Marco seperti membuat Keira merasa malu.


"Apaan sih kak Marco!" ucap Keira denagn tersenyum dan Keira langsung mengalihkan wajahnya kearah lain. Karena Keira yakin saat ini wajahnya sudah seperti merah tomat. Dia tidak ingin Marco melihatnya. Meskipun Keira mengalihkan wajahnya kearah lain, dia bisa tetap melihat Keira sudah tersenyum dan wajah Keira sudah berubah warna. Dia ingin sekali menggoda Keira, tapi di tahankan nya karena saat ini jantungnya berdetak lebih cepat semenjak dia memeluk Keira.


"Kalau tersenyum seperti itu, kan cantik! Ayo kita kembali kedalam. Tapi, kita belikan makanan untuk Karan dulu. Dari semalam dia belum makan! ucap Marco.


"Baik, kak!" ucap Keira. Mereka pun langsung pergi mencari sarapan untuk Karan.


***


Karan sudah kembali keruangan Angel. Semuanya hanya diam saja memandangnya. Mayang yang tadi duduk disamping Angel, langsung bangkit berdiri. Karena dia tahu anaknya pasti ingin duduk disamping istrinya.


Karan, pun langsung duduk disamping Angel. Dan Karan langsung mencium kening istrinya dengan lembut.


"Selamat pagi sayang!" ucap Karan.


"Frans, tolong cari kan baju untuk, ku! Dan juga seluruh perlengkapan untuk mandi, ku!" ucap Karan.


"Ba..baik!" jawab Frans. Mereka sangat kaget apa yang dikatakan Frans.


"Ma, pa! Maaf, aku sudah membuat kalian cemas dengan diriku!" ucap Karan, yang kini sudah berdiri didepan orang tuanya.


Javi dan Mayang langsung memeluk Karan.


"Tidak apa-apa sayang! Semuanya akan baik-baik saja!" ucap Mayang.


"Oh, ya ma, pa! Aku sudah melihat anak, ku! Dia sangat mirip dengan, ku!" ucap Karan dengan tersenyum.


"Oh, ya? Mama dan papa akan melihatnya nanti!" ucap Javi sambil menepuk bahu Karan. Karan langsung tersenyum kepada orang tuanya.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2