Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Welcome to the world


__ADS_3

"Jangan tinggalkan aku sayang!" ucap Karan sambil menangis.


Marco langsung membuka pintu mobilnya untuk Karan dan Angel. Karan menidurkan Angel dengan kepalanya di letakkan di pahanya. Dia terus melihat wajah istrinya yang selalu tersenyum.


"Bertahanlah, sayang. Aku tidak sanggup kalau kamu meninggalkan aku!" ucap Karan sambil mengelus wajah istrinya yang sangat pucat.


"Mas, kamu harus jaga anak kita ya dengan baik, ya!" ucap Angel dengan suara yang masih lemah.


"Kita akan menjaganya bersama-sama. Kamu akan baik-baik saja!" ucap Karan.


"Tak bisakah lebih cepat lagi!" teriak Karan.


Mike yang membawa mobil langsung menancap gas nya lebih kencang.


Tidak hanya mereka saja yang pergi mengantar Angel kerumah sakit. Bella dan Zaky juga ikut dari mobil belakang. Faisal dan anak buahnya juga ikut dari belakang.


Setelah 15 menit, akhirnya mereka sampai dirumah sakit. Karan langsung menggendong Angel kedalam rumah sakit.


"Dokter! Tolong istri saya!" ucap Karan sambil berlari didalam rumah sakit.


Dokter yang mendengar suara teriakan Karan, mereka langsung datang ke Karan.


"Dokter tolong istri saya!" ucap Karan sambil menangis. Dokter yang sudah didepan Karan, langsung melihat kearah Angel.


"Suster, bawa langsung kedalam!" ucap dokter itu.


Angle langsung diletakkan di brangkar. Karan terus menggenggam tangan Angel sampai keruangan UGD.


"Maaf, pak. Bapak tidak bisa masuk kedalam" Ucap salah satu perawat untuk menghentikan Langkat Karan. Karan langsung jatuh dilantai lemas dengan menangis dan sambil menatap Angel yang lama-kelamaan menghilang dari pandangannya.


hiks..hiks..hiks...


Semua yang datang melihat keadaan Karan seperti itu, membuat mereka juga merasakan kasihan, Frans sangat tidak tega melihat sahabatnya seperti itu.

__ADS_1


Marco yang dari tadi menahan tangisnya, kini sudah tidak tahan lagi. Dia memukul dinding rumah sakit itu. Dia merasa bersalah, karena dia gagal menjaga adiknya kedua kalinya.


"Akh!" teriak Marco menangis. Mike yang melihat keadaan bosnya seperti itu merasakan kasihan. Dia takut bosnya kembali terpuruk, seperti waktu adik kandung bosnya meninggal.


Bella kini memeluk Zaky sambil menangis. Dia merasa bersalah, dia sangat takut terjadi sesuatu pada Angel. Faisal pun juga sedih dan dia juga merasa bersalah. Dia tidak menyangka Angel akan menolongnya, padahal dia sudah berbuat jahat padanya.


"Mas, Aku takut Angel kenapa-kenapa!" ucap Bella sambil menangis dalam pelukan Zaky.


"Tenanglah sayang! Yakinlah dia akan baik-baik saja!" ucap Zaky sambil mengelus rambut Bella dengan lembut.


Bella terus menangis dalam pelukan Zaky.


"Maaf, siapa suami pasien?" ucap dokter yang keluar dari ruangan UGD.


"Saya, dok suaminya!" ucap Karan langsung bangkit berdiri dan berlari kearah dokter itu.


"Begini, sepertinya istri anda harus melahirkan sekarang sekarang juga, karena saat ini kondisi bayi anda dalam kandungan istri anda mulai melemah . Dan saya juga memberitahu, dari hasil pemeriksaan kami, peluru yang di dada istri sangat dekat dengan jantungnya. Berdoalah, Pak! Supaya istri anda dan anak anda baik-baik saja, kami akan memulai mengoperasikan nya!" ucap dokter itu.


"Lakukanlah dokter! Tolong selamatkan anak dan istri saya!" ucap Karan.


"Tenanglah, Kar. Yakinlah istri dan anak, mu akan selamat!" ucap Frans


"Istri, ku Frans! hiks..hiks...Aku tidak sanggup kalau dia meninggalkan aku Frans!" ucap Karan sambil menangis. Frans yang mendengarnya sungguh tidak tahan. Frans membantu Karan untuk duduk di kursi.


Setelah beberapa jam, akhirnya mereka mendengar suara tangisan bayi dari dalam. Dan seorang suster keluar dari dalam.


"Maaf, suami pasien siapa?" tanya suster itu.


"Saya, suster!" ucap Karan sambil mendekat.


"Selamat, pak bayi anda selamat. Tapi kami harus memasukkan bayi anda kedalam inkubator, karena umurnya memang belum cukup!" jelas suster itu.


"Terimakasih suster!" ucap Karan. Karan mulai sedikit lega, karena anaknya selamat. Meskipun saat ini dia belum bisa menggendong anaknya karena anaknya harus masuk dalam inkubator. Dia berharap istrinya juga selamat. Yang mendengar ucapan Suter itu pun juga sangat lega karena bayinya Karan selamat.

__ADS_1


"Welcome to the world my boy" gumam Karan dalam hati.


Bella mendekati Karan karena dia melihat Karan mulai tenang.


"Kar, Angel pasti akan baik-baik saja" ucap Bella sambil menepuk bahu Karan. Karan hanya diam saja.


Sudah berjam-jam Angel masih didalam berjuang untuk antara hidup dan mati.


"Karan!" teriak seorang wanita yang baru datang dengan menangis.


Mendengar namanya Karan langsung melihat sumber suara.


"Mama, papa!" ucap Karan dan langsung berdiri. Karan langsung berlari ke pelukan mamanya.


"Ma, istri Karan! hiks..hiks..hiks" ucap Karan sambil menangis di pelukan mamanya. Mamanya merasa sedih melihat anaknya menangis. Ini pertama kalinya mereka melihat anaknya menangis seperti itu.


"Tenanglah sayang, istrimu pasti baik-baik saja, karena istri mu wanita yang kuat!" ucap Mayang sambil mengelus kepala Karan.


Javi dan Keira langsung datang mendekat ke Mayang dan Karan. Mereka pun saling memeluk untuk memberi kekuatan pada Karan. Setelah itu mereka duduk di kursi. Karan menidurkan kepalanya dipangkuan paha Mayang, saat ini dia sangat membutuhkan mamanya. Mereka dapat melihat kalau Karan saat ini benar-benar terpuruk dan berantakan. Mereka seperti tidak melihat Karan yang mereka kenal lagi. Dimata mereka adalah pria yang selalu tampak tegar dan pantang namanya menangis bagi dirinya. Tapi kali ini mereka melihat yang sangat rapuh, yang tidak berdaya lagi.


Orang tuanya Karan dan Keira datang, karena Frans. Sewaktu mereka sudah mengetahui dimana letak Angel, Frans langsung menghubungi orang tua Karan. Merekapun langsung berangkat dengan jet pribadi mereka. Setelah mereka sampai, Mayang menghubungi Frans, dan Frans langsung memberitahu apa yang terjadi pada Angel. Merekapun langsung cepat-cepat kerumah sakit. Didalam mobil Mayang dan Keira terus menangis karena mendengar keadaan Angel.


"Sayang, apa kamu sudah melihat anak mu?" tanya Mayang.


"Belum, ma. Karan tidak sanggup melihatnya. Kalau melihatnya, apa yang harus Karan katakan tentang mamanya! Karan sudah gagal ma, menjadi seorang suami dan seorang ayah bagi anak Karan!" ucap Karan.


"Tenanglah sayang, semua akan baik-baik saja! Kita akan bersama-sama melihat anak kamu!" ucap Javi yang duduk disebelah Karan sambil menepuk lengan putranya itu.


Faisal, kini merasa bersalah setelah melihat dan mendengar ucapan Karan. Dia tahu bagaimana rasanya seorang anak yang ditinggalkan seorang orang tua. Karena dia pernah merasakan. Tapi, bedanya dia sempat merasakan kasih sayang mamanya sampai dewasa, dia sangat takut kalau anaknya Karan tidak pernah merasakan kasih sayang dari mamanya sejak dia lahir. Bella pun juga merasa semakin bersalah setelah mendengar ucapan Karan. Bella dapat melihat bahwa Karan benar-benar sangat mencintai Angel.


Bella ingin menguatkan dirinya karena dia ingin membuat pengakuan pada Karan, kalau dirinya lah yang telah membuat Angel seperti itu.


☘️☘️☘️☘️

__ADS_1


**Akhirnya author bisa up 2 bab hari ini. Ini bab ke 2 yang author update hari ini.


Terimaksih ya masih setia membaca karya aouthor**.


__ADS_2