
Saat Faisal ketawa melihat tingkah sahabatnya itu, Keira, Marco dan Mike datang membawa bungkusan.
"Hai, Kaka Faisal! Kakak baru datang?" tanya Keira.
"Hai, Kei. Iya Kei. Wah bawa kebetulan nih, aku dah lapar!" ucap Faisal sambil berjalan kearah Keira dan yang lainnya. Keira hanya senyum saja.
"Kak Karan ayo makan dulu! Jangan terus peluk kak Angel saja!" teriak Keira pada Karan.
"Ia, bawal!" jawab Karan kesal pada adiknya.
"Sayang aku makan dulu, ya! cup" Karan mencium kening Angel. Angel hanya mengangguk kepala.
***
Karena sang fajar mau tidur kembali, orang tua mereka pulang ke hotel, yang tertinggal hanya Keira, Marco dan Mike. Sedangkan Faisal juga ikut kembali.
"Mas, aku bosan disini terus. Besok aku mau minta pulang, ya!" ucap Angel dengan muka memelas.
"Tidak bisa, sayang. Kamu akan keluar kalau benar-benar sudah sembuh!" ucap Karan.
"Mas Karan sangat menyebalkan! Pokoknya besok aku minta pulang! Kalau mas tidak mau minta ijin sama dokter, aku akan lari dari rumah sakit ini!" ucap Angel dengan mengancam.
Karan kaget mendengar ancaman dari istrinya.
"Baiklah. Mas, akan bilang sama dokter dulu! Tapi, kamu tidak boleh banyak bergerak ya kalau sudah pulang!" ucap Karan dengan mengalah. Dia takut, kalau Angel benar-benar pergi, padahal keadaan Angel belum sepenuhnya pulih.
"Oke, mas. Cup." Angel sangat senang sekali, sampai-sampai dia refleks mencium bibir Karan. Karan dan yang lainnya juga kaget, Angel sudah berani mencium suaminya apalagi didepan orang banyak.
Angel bingung kenapa semua orang melihatnya. Dan dia juga melihat suaminya senyum-senyum sambil mengedipkan matanya untuk menggoda istrinya.
"Kenapa kamu, mas? Dan kalian kenapa lihat aku seperti itu?" tanya Angel tanpa rasa bersalah.
"Wah, aku baru tahu kalau adik ku saat ini sangat agresif. Apa jangan-jangan sakit membuat dia seperti itu?" ucap Marco menahan tawanya.
"Kak Angel sudah berani cium kakak ku!" ucap Keira sambil senyum.
"Cium?" cicit Angel. Dan seketika Angel jadi teringat kalau dia tadi sudah berani mencium suaminya, apalagi yang diciumnya adalah bibir suaminya. Dan kini wajahnya memerah. Karan melihat wajah istrinya sudah seperti kepiting rebus, dia ingin sekali menggoda istrinya.
"Sayang kamu kenapa malu seperti itu? Aku senang, kok kamu cium aku seperti itu! Aku mau kamu cium aku lagi, disini, disini dan disini juga!" ucap Karan sambil menunjukkan seluruh wajahnya sambil mengedipkan matanya. Kini Angel semakin tambah malu karena perkataan Karan.
"Ah, mas!" ucap Angel sambil menutup seluruh tubuhnya dengan selimut. Yang lainnya jadi ketawa melihat tingkah suami istri itu.
***
__ADS_1
Keira merasakan bosan didalam ruangan kamar Angel. Jadi dia memutuskan untuk keluar sebentar, menghirup udara segar di kota Jerman. Dia sudah sangat rindu menghirup udara kota Jerman, tempat dia menimbah ilmu beberapa tahun.
Tanpa terasa dia sudah berada di taman yang dekat rumah sakit. Karena merasa lelah dia memilih duduk dibawah pohon, sambil memejamkan matanya.
Keira tidak sadar saat ini beberapa pria datang menghampirinya.
"Hai, gadis cantik!" ucap salah satu pria itu. Keira langsung menoleh kearah mereka.
Keira tidak menanggapi mereka. Dia merasakan saat ini dirinya sedang berada masalah. Dia ingin menghubungi seseorang. Saat dia menelpon, Hpnya langsung direbut.
"Mau hubungi siapa? Lebih baik kita temani!" ucap Pria itu lagi. Keira semakin takut. Jadi, dia mencari waktu untuk berlari. Keira melangkah mundur untuk menjauh dari pria-pria itu. Pria-pria itu tetap melangkah maju, sambil tersenyum.
Dengan bersiap, Keira langsung berlari dengan sekencang-kencangnya. Pria-pria itu juga berlari mengejar Keira.
"Hei, nona mau berlari kemana?" teriak pria itu
"Cepat kejar wanita itu!" teriak pria itu pada teman-temannya.
Bugh..
Keira tidak melihat jalan didepannya, karena dia terus melihat kearah belakang. Sehingga dia tidak sadar, kalau dia menabrak seseorang. Keira hampir jatuh kebelakang, dengan cepat pria itu menangkap pinggang Keira. Sehingga tubuh Keira dan pria itu saling berdekatan, seperti berpelukan. Keira sangat kaget dengan pria yang ditabraknya.
"Kak, Faisal!" cicit Keira. Ternyata pria itu adalah Faisal. Faisal langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Keira. Dia langsung menarik tangan Keira supaya berdiri disampingnya. Keira melihat sekelilingnya ternyata tidak hanya Faisal saja yang ada. Tapi ada anak buahnya Faisal juga.
Faisal tersenyum mendengar apa yang dikatakan pria itu padanya.
"Oh, ya? Baiklah, aku akan memberikannya pada kalian!" ucap Faisal. Keira sangat kaget mendengarnya.
"Kak, Fai!" cicit Keira dengan pelan. Faisal mendengar suara Keira. Dia tahu, pasti Keira sudah salah paham padanya. Kemudian dia mendekati Keira.
"Tenanglah. Aku tidak akan memberikan kami pada mereka" bisik Faisal ditelinga Keira. Mendengar itu, Keira sangat kaget dan dia langsung memutarkan wajahnya pada Faisal. Sehingga wajah mereka bertemu sangat berdekatan. Keira merasakan jantungnya sangat berdetak lebih cepat. Dengan cepat dia Keira mengalihkan wajahnya ke depan.
Faisal langsung melangkah maju sedikit.
"Aku akan memberikan dia pada kalian! Tapi kalian harus bisa mengalahkan aku dulu!" ucap Faisal sambil tersenyum kecil. Pria-pria itu sangat kesal pada Faisal karena mereka melihat Faisal senyum remeh pada mereka.
"Bre***** kamu anggap remeh pada kami, ya! Baik, kami akan melawan, mu!" ucap pria itu.
Faisal tersenyum pada mereka, Faisal langsung menoleh ke belakang dan melihat anak buahnya.
"Jangan ada yang ikut campur! Jaga dia untuk, ku!" ucap Faisal. Keira yang mendengar ucapan Faisal jadi malu, dan kini wajah merah merona.
Akhirnya Faisal dan pria-pria itu beradu kekuatan. Faisal sempat jatuh ketanah, karena ditendang dari belakang tanpa persiapan. Keira sangat takut, apalagi dari beberapa mereka mengeluarkan pisau kecil. Sehingga membuat lengan Faisal tergores.
__ADS_1
"Tenang saja, nona! Bos, kami pasti menang melawan preman-preman seperti mereka!" ucap Jaya, anak buah kepercayaan Faisal untuk menenangkan Keira.
Tidak butuh waktu yang lama hanya 10 menit pria-pria itu berhasil Faisal kalahkan. Karena mereka kalah, mereka langsung lari. Melihat mereka lari, Keira langsung berlari mendekati Faisal.
Dengan cepat dia mengambil sapu tangan dari dalam tasnya, dia langsung mengikat luka yang di lengan Faisal, karena daranya terus keluar.
"Lebih baik kita kerumah sakit sekarang, kak! Supaya bisa diobati langsung!" ucap Keira sambil mengikat saputangannya di lengan Faisal.
"Baiklah!" ucap Faisal. Faisal tersenyum melihat tingkah Keira padanya.
Akhirnya mereka pun kerumah sakit. Faisal langsung ditangani, dia mendapat jahitan akibat pisau itu, karena lukanya cukup dalam. Keira merasa bersalah, pada Faisal.
"Maaf, ya kak. Karena Kei kakak jadi begini!" ucap Keira sambil menundukkan wajahnya. Dia tidak berani menatap wajah Faisal. Faisal langsung mengacak rambut Keira.
"Hei, tidak apa-apa. Lain, kali jangan pernah keluar malam-malam sendiri ya! Lebih baik, kamu langsung ke kamar Angel saja, atau kakak antar ke hotel?" ucap Faisal. Keira merasa tersentuh karena perbuatan Faisal yang manis padanya.
"Kei, keruangan kak Angel saja! Oh ya kak, jangan kasih tahu sama yang lain, ya tentang malam ini! Kei takut mereka jadi tambah kuatir!" ucap Keira.
"Iya, kakak tidak akan kasih tahu!" jawab Faisal.
"Baiklah, kak. Kei naik keatas dulu ya! Kakak hati-hati, ya!" ucap Kei sambil melambaikan tangannya pada Faisal.
***
Keira didalam perjalanan keatas, tersenyum sendiri mengingat kejadian tadi. Dia tidak tahu entah kenapa dia merasa senang saat Faisal menolongnya tadi.
"Dari mana saja kamu, Kei?" tanya Marco ketika dia melihat Keira mau masuk kedalam ruangan. Keira sangat kaget, ternyata Marco dan Mike berada diluar ruangan berdiri sambil menatapnya.
"Ya, ampun kak Marco membuat kaget Kei, saja!" ucap Keira sambil mengelus dadanya.
"Tadi, Kei lagi cari udara segar saja diluar. Kakak ngapain disini?" tanya Keira. Marco terus menatapnya tanpa menjawab.
"Baiklah kalau kakak tidak menjawab. Kei, masuk dulu ya! Kei sudah ngantuk!" ucap Keira. Keira pun langsung masuk kedalam. Marco hanya diam saja, kemudian Marco langsung memilih duduk di kursi yang ada didepan ruangan Angel. Setelah dia duduk dia menghela nafas nya panjang sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangannya. Mike hanya diam saja, melihat tingkah bosnya.
Dia tahu kenapa bosnya seperti itu. Mike teringat, saat mereka mau kebawah mencari Keira. Mereka tanpa sengaja melihat Keira memegang tangan Faisal yang dibalut dengan sapu tangan. Terlihat wajah Keira yang sangat kuatir. Dari jarak jauh mereka melihat apa saja antara Keira dan Faisal. Apalagi saat Faisal mengacak rambut Keira, Keira merasa malu dan senang. Karena tidak tahan melihat nya, Marco memutuskan kembali keatas. Mike hanya diam saja mengikuti Marco. Mereka tidak memutuskan langsung masuk kedalam.
Mike mendekati Marco dan duduk disamping Marco.
"Bos, kalau bos suka sama nona Keira kejar saja! Saya lihat kalian pasangan yang serasi!" ucap Mike. Marco yang tadi pandangannya kebawah langsung menoleh kearah Mike.
"Sepertinya dia tidak menyukai, ku!" lirih Marco.
"Mungkin, saat ini belum. Tapi, kalau bos berusaha menunjukkannya pada nona Keira. Pasti nona Keira tahu perasaan, bos!" ucap Mike. Marco pun hanya tersenyum saja mendengar ucapan kepercayaannya itu.
__ADS_1
☘️☘️☘️☘️☘️