Antara Istri Dan Pacar

Antara Istri Dan Pacar
Apa dia lagi ngidam?


__ADS_3

"Baguslah, jaga baik-baik kandungannya ya sayang!" ucap Mayang sambil mengelus wajah Angel dengan lembut. Mayang membantu Angel memasak didapur, karena bi Yenny tidak datang kerja. Sedangkan Karan bersama ayahnya di ruang tengah menonton bola yang disiarkan di TV. Sesekali Karan melirik Angel dengan wajah bahagia bersama mamanya. Javi tahu kalau saat ini putra nya selalu melirik Angel.


"Jangan kuatir seperti itu, dia akan baik-baik saja!" ucap Javi dengan senyum tapi pandangannya masih terus menatap tv. Karan yang mendengar ucapan ayahnya jadi malu, dia hanya senyum saja.


Selesai masak Angel dan Mayang memanggil mereka untuk makan. Di meja makan hanya ada terdengar suara adu antara sendok dan piring, tidak ada yang bicara. Selesai makan, Angel merapikan bekas makan mereka dengan dibantu ibu mertuanya. Selesai bersih-bersih mereka bergabung bersama Karan dan Javi. Mereka mengobrol dengan bahagia, Karan terus melihat Angel yang selalu senyum kepada orang tuanya. Tapi disaat mata mereka bertemu, Angel selalu tersenyum yang seperti dipaksakan. Setelah rasanya orang tua mereka sudah lelah, Orang tua mereka ijin pulang. Setelah kepulangan mertuanya Angel memutuskan masuk ke kamarnya. Saat Angel dan Karan mau masuk kamar mereka masing-masing. Seseorang mengetuk pintu mereka. Angel langsung menuju ke pintu dan membukanya. Angel sangat terkejut melihat Mike datang dengan membawa bungkusan.


"Kak, Mike!" ucapnya dengan bingung. Karan melihat siapa yang datang, Karan lebih memilih melihatnya saja.


"Nona, ini titipan tuan Marco. Ini ada susu dan vitamin untuk nona" ucap Mike sambil memberi bungkusannya, Angel tersenyum menerimanya. Karan merasa cemburu melihat Angel tersenyum pada pria lain.


"Makasih, ya kak. Nanti Angel akan hubungi kak Marco." ucapnya.


"Baik, lah nona. Jika nona ada perlu sesuatu tolong beritahu saya nanti. Saya permisi nona!" ucapnya Mike. Angel hanya menganggukkan kepala saja. Mike pun meninggalkan apartemen Karan. Angel langsung membawa bungkusannya kedapur dan Angel tersenyum bahagia melihat susu dan vitamin untuknya. Angel langsung membuat susu untuknya dan minum vitaminnya. Karan hanya memperhatikannya saja didekat tangga.


"Kenapa rasanya aku tidak terima orang lain yang memenuhi kebutuhannya saat dia hamil?" gumamnya dalam hati. Saat Angel meminum susu dan minum vitaminnya, Angel langsung mau naik keatas, Angel terkejut melihat Karan ternyata ada di tangga dan menatapnya terus. Angel yang sepat diam didepan Karan, langsung melanjutkan langkahnya. Dia mengabaikan suaminya itu. Karan melihat Angel naik keatas dan mengabaikannya hanya bisa diam saja. Dia mengikuti Angel dari belakang. Saat Angel langsung masuk kamarnya. Karan pun juga masuk ke kamarnya.

__ADS_1


***


Angel lebih memilih menidurkan tubuhnya yang sudah terasa lelah setelah dia mandi. Sedangkan Karan yang belum bisa tidur, lebih memilih untuk bekerja. Karena dia masih memikirkan Angel.


Tengah malam Karan juga belum tidur, dia selalu gelisah. Untuk menenangkan pikirannya, Karan memilih ingin jalan-jalan keluar. Saat dia keluar dari Kamarnya, Karan melintas didepan kamar Angel. Pelan-pelan Karan membuka pintu kamar Angel, saat dia membuka dia melihat Angel tidur dengan tenang. Tidak tahu entah magnet apa, yang membuat Karan masuk kedalam kamar Angel. Dia melihat terus wajah cantik Angel yang sangat tenang. Tiba-tiba tangannya mengelus pipi Angel dengan lembut, dan tiba-tiba dia mengecup bibir Angel dengan lembut. Saat dia melepaskan bibirnya dari Angel, wajahnya seperti terlihat sedih.


"Maaf..." ucapnya dengan pelan. Lalu dia pergi dari kamar Angel. Karan tidak jadi keluar, dia langsung merebahkan tubuhnya ke kasurnya lagi. Entah kenapa setelah melihat wajah Angel perasaannya yang gelisah menjadi lebih tenang. Tidak butuh lama dia memejamkan matanya.


***


Angel sudah sampai depan lobi apartemen nya, dia melihat Marco dan Mike sudah menunggunya. Mike membuka pintu untuk Angel.


"Dek, apa kamu baik-baik saja?" tanya Marco setelah Angel duduk disebelahnya.


"Aku baik-baik saja, kak!" Marco pun hanya menganggukkan kepalanya. Mobil mereka pun melaju melewati jalan yang sudah dipenuhi kendaraan. Angel selalu melihat kearah luar jendela. Tak butuh waktu yang lama mereka sampai ke perusahaan Karan. Angel turun dan tidak lupa mengucapkan kata terimakasih telah mengantarnya ketempat kerjanya.

__ADS_1


Sesampai dalam kantor, Angel merapikan ruang kerja Kantor. Entah kenapa mencium aroma ruangan kantor Karan dia merasakan tenang. Setelah dia merapikan ruangan Karan, Angel kembali ke tempatnya.


***


Setelah kepergian Angel, Karan menuju meja makan. Dia melihat Angel sudah mempersiapkan sarapan untuknya. Melihat sarapan yang disediakan Angel, Karan senyum sendiri dan dia juga teringat baju yang disiapkan Angel untuknya. Dia merasakan sangat bahagia karena Angel selalu memperhatikan kebutuhannya. Padahal dia dulu selalu saja menolak Angel setiap Angel melayaninya.


***


Karan memasuki kantornya, semua pegaiwai memberi hormat padanya setia dia lewat. Sesampai dilantai atas, Karan melihat Angel mencium kulit jeruk.


"Apa dia lagi ngidam jeruk? Gumamnya. Frans yang dari tadi mengikutinya, mendengar ucapannya.


Angel merasakan saat ini ada seseorang yang menatapnya. Angel melihat ke sebelah kirinya, ternyata Karan lah yang sedang menatapnya. Mata mereka jadi saling bertemu. Frans merasakan saat ini suasananya sangat aneh. Frans melihat tatapan Angel saat ini sangat dingin, sedangkan mata Karan terlihat sangat sendu.


"Bos!" ucap Frans untuk menyadarkan Karan. Karan langsung sadar setelah Frans memanggil namanya. Karan melanjutkan jalannya, tapi pandangannya masih tetep melihat Angel. Sedangkan Angel sudah memalingkan wajahnya.

__ADS_1


☘️☘️☘️☘️☘️


__ADS_2