
Tak terasa sebentar sudah enam bulan, Keira tinggal di Jerman, untuk mengembangkan bisnisnya di Jerman. Faisal lah yang selalu menemani dan membantu Keira. Hubungan mereka juga semakin dekat.
Keira menaruh hati dengan Faisal. Dia sangat senang disaat dia membutuhkan yang bisa menemaninya di saat dia sedih dan senang pasti Faisal selalu saja ada.
Saat pembukaan cabang butiknya 4 bulan yang lalu, orang tua Keira juga datang. Tapi, kakaknya dan kakak iparnya tidak bisa datang karena disaat itu keponakannya sedang sakit.
Tapi disaat itu, Keira mendapat kado yang tidak tahu siapa namanya.
"Mbak, ini ada kado untuk, mbak!" ucap Camelia. Asisten Keira yang dapat dipercaya Keira.
"Oh, ya! Dari siapa, Cam?" tanya nya.
"Tidak tahu, mbak. Tadi pegawai toko itu sendiri yang datang!" ucap Camelia. Keira langsung membuka kado nya yang terbungkus rapi dan dihiasi pita. Saat dia membuka, kotak merah bentuk persegi ya g terlihat. Dan Kei pun langsung
Saat itu dia membuka kotak itu, Keira sangat terkejut didalamnya ada kalung yang sangat indah dan ada kartu ucapan selamat kepadanya.
"Wah, mbak dari siapa itu, mbak?" ucap Camelia.
"Tidak tahu! Ya, sudah kita mulai saja pekerjaan kita!" ucap Keira.
Faisal selalu datang ke butik Keira, Tidak pernah sekalipun dia absen. Keira berharap Faisal mengungkapkan kata cinta untuk nya.
***
Marco yang sejak kembali dari Jerman, dia berharap bisa melupakan cinta nya pada Keira. Dia selalu menyibukkan dirinya untuk bisa melupakan Keira dan menghabiskan waktunya di club' malam. Tapi, dia menjadi sangat dingin pada setiap cewek, kecuali pada Angel.
__ADS_1
Didalam club' tidak satu ada wanita pun yang bisa menyentuhnya. Banyak wanita yang tergila-gila padanya.
Marco setiap kembali ke kota x, dia selalu pergi bermain dengan keponakannya Adelio.
"Kak, apa kakak tidak mau menikah?" tanya Angel pada Marco. Marco lagi asik bermain dengan Adelio, jadi menatap adiknya itu.
"Aku belum mau, aku masih ingin menikmati dengan kesendirian ku dan aku juga masih ingin menikmati kebersamaan ku dengan keponakanaku yang yang ganteng ini!" ucap Marco sambil mencium pipi Adelio. Angel hanya tersenyum padanya.
***
Semenjak Angel melahirkan dia tidak bekerja lagi di perusahaan, tapi kalau untuk cafenya dia hanya memeriksa keuangan saja. Karena dia sudah mempercayakan pada asistennya, tapi dengan pengawasan Angel. Surat kepemilikannya sudah atas nama Angel dan juga sudah diserahkan Karan pada Angel. Dan surat perjanjian menikah mereka sudah dihancurkan Karan didepan mata Angel.
Angel mengunjungi perusahaan Karan dengan membawa putra mereka ditemani Marco dan Mike, karena Angel yang minta, sekalian membawa makan siang untuk Karan.
Saat masuk kedalam perusahaan banyak mata karyawan yang menatapnya, Karena tidak ada satupun yang tahu bahwa Angel menikah. Angel tahu semua mata menatapnya, apalagi dia berjalan sambil mendorong kereta bayi, dan didampingi Marco dan Mike yang memiliki wajah tampan seperti CEO mereka.
"Hai, mbak Cinta!" Sapa Angel dengan ramah
"Angel! Sudah lama tidak berjumpa kita ya!" ucap Cinta.
"Iya, mbak! Oh, ya mbak apa pak Karan ada?" tanya Angel.
"Ada, sih! Kamu mau ketemu? Apa sudah buat janji?" Angel tampak bingung mau menjawab apa.
"Sudah, mbak!" jawabnya dengan gugup. Dia takut kalau dia katakan belum, dia tidak akan dikasih masuk.
__ADS_1
"Ya, sudah langsung naik saja! Kamu masih ingatkan tempat CEO kita?" ucap sambil tersenyum.
"Ya, masihlah mbak! Ya, sudah saya masuk dulu ya mbak! Terimakasih ya, mbak!" Cinta pun hanya mengangguk kepalanya sambil tersenyum. Setelah Angel diijinkan masuk, Marco minta ijin pada Angel untuk ke toilet sebentar, Mike pun juga mengikuti bosnya, kerena mereka yakin Angel sudah aman.
Angel langsung pergi sambil membawa putranya. Saat dia berjalan, dia dihalangi 3 wanita yang dari awal sangat iri padanya, karena banyak pria yang dikantor itu yang suka padanya.
"Ngapain kamu disini? Bawa anak segala lagi?" ucap salah satu wanita itu. Angel tidak memperdulikannya, dia tetap melangkah.
"Ya, ampun kamu tidak mendengar? Jangan bilang kamu membawa anak haram kamu! Dan ingin menjebak salah satu pegawai pria disini supaya meminta pertanggung jawaban atas anak kamu!" ucap wanita itu lagi. Teman-temannya hanya senyum melihatnya.
Angel merasa sedih, karena anaknya dikatakan anak haram. Dia sadar, kalau Karan memang belum memberitahu pada orang-orang kalau dia sudah menikah. Angel yang tadi diam saja sambil berjalan, jadi berhenti dan menatap wajah mereka dengan tatapan tajam. Angel mendekati wanita itu dan...
Plak..
Suara tamparan keras mendarat di pipi wanita yang mengatakan anaknya, anak haram.
"Jangan pernah mengatakan anak ku anak haram!" ucap Angel dengan dingin. Wanita itu langsung menatapnya tajam Angel. Setelah Angel mengatakan itu, Angel langsung pergi. Saat dia melangkah pergi, terdorong kesamping dan membentur dinding. Angel merasakan sakit di daerah keningnya.
"Berani sekali tangan kotorku menyentuh ku?" teriak wanita dengan marah. Marco dan Mike yang kebetulan yang ingin menyusul Angel, melihat kerumunan orang.
"Tuan, anda yang datang sama Angel tadi kan?" tanya Cinta. Cinta menghampiri Marco ketika Marco ingin menyelip di keramaian itu.
Mendengar pertanyaan itu, membuat Marco sangat bingung.
"Iya. Kenapa?" Tanya Marco
__ADS_1
"Tolong bantu Angel tuan, dia..." ucap Cinta dengan menangis sambil menunjuk kearah kerumunan itu. Dia sebenarnya dari tadi ingin membantu Angel ketika Angel didorong. Tapi, dihalangi dengan 2 orang wanita teman wanita itu. Jadi, dia ingin mencari Marco kearah toilet. Saat dia ingin mencari Marco, dia melihat kemunculan Marco. Mendengar nama Angel dan ditunjuk dalam kerumunan itu membuat Marco dan Mike gelisah.
☘️☘️☘️☘️☘️☘️